FEBI

FEBI

Kajen (22/09) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) menyelenggarakan rapat sosialisasi aplikasi FESPA (FEBI Space and Asset) pada hari Senin, 22 September 2025 di meetingroom lantai 3 sebagai inovasi digital dalam pengelolaan ruang dan peralatan fakultas. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam penguatan tata kelola akademik yang relevan dengan tuntutan akreditasi, khususnya dalam hal efektivitas layanan dan optimalisasi sarana-prasarana.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan FEBI, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi FESPA berangkat dari kebutuhan riil civitas akademika untuk mengakses informasi ruang dan aset secara cepat, transparan, dan akuntabel. “Aplikasi ini hadir untuk memudahkan seluruh civitas akademika dalam mengelola dan memanfaatkan ruang-ruang yang ada di fakultas, sekaligus menjadi instrumen tata kelola yang mendukung standar mutu akreditasi,” ungkapnya.

Aplikasi FESPA dipresentasikan secara langsung oleh Mohammad Reza Maulana, M.Kom., selaku pengembang sekaligus dosen Informatika FEBI. Dalam demonstrasi tersebut, Reza menunjukkan berbagai fitur berbasis web yang dapat digunakan untuk peminjaman ruang kuliah, meetingroom, ruang kuliah, ruang laboratorium hingga peralatan. Fitur-fitur tersebut dirancang dengan prinsip user friendly sehingga memudahkan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan untuk melakukan peminjaman secara mandiri.

Salah satu keunggulan FESPA adalah sistem notifikasi otomatis yang diberikan oleh admin pada setiap tahap peminjaman. Mekanisme ini dirancang untuk meminimalisir terjadinya bentrok jadwal penggunaan ruang atau aset, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya menjadi alat teknis, tetapi juga representasi tata pamong yang adaptif terhadap perkembangan digital.

Kehadiran FESPA dinilai sejalan dengan kriteria akreditasi yang menekankan pentingnya efektivitas layanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta kepuasan pengguna. Dengan aplikasi ini, FEBI UIN Gus Dur membuktikan komitmennya dalam mengembangkan sistem manajemen yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance dalam pendidikan tinggi.

Lebih jauh, Dr. Tamamudin menekankan bahwa inovasi ini akan memperkuat budaya mutu di FEBI. “Kita berharap aplikasi FESPA tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga sarana peningkatan kualitas layanan akademik yang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa dan mendukung akreditasi unggul,” tambahnya.

Selain sebagai solusi praktis, FESPA juga diproyeksikan sebagai model replikasi yang dapat diadopsi oleh fakultas lain di lingkungan UIN Gus Dur. Hal ini menunjukkan bahwa FEBI tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, tetapi juga turut memberikan kontribusi inovatif bagi universitas secara keseluruhan.

Rapat sosialisasi ini menandai langkah strategis FEBI dalam mengintegrasikan teknologi informasi dengan tata kelola fakultas. Kehadiran FESPA menjadi bukti bahwa digitalisasi manajemen aset dan ruang merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menjadi bagian integral dari strategi akreditasi menuju predikat unggul.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan (9/25) – Galeri Investasi Syariah (GIS) dan Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah bertema “Alternatif Investasi Sesuai Prinsip Islam”. Acara berlangsung pada Senin, 1 September 2025 hingga Rabu, 10 September 2025 di ruang kelas FEBI UIN Gusdur.

Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara FEBI UIN Gusdur dengan PT. Phintraco Sekuritas dan Indonesia Stock Exchange (IDX) Jawa Tengah. Tujuannya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa sekaligus mengenalkan instrumen investasi halal yang aman, transparan, dan sesuai prinsip Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong agar mampu mengelola keuangan dengan bijak sekaligus menyiapkan diri menjadi investor syariah muda.

Peserta kegiatan adalah seluruh mahasiswa FEBI UIN Gusdur angkatan 2025 (semester 1) sejumlah 800 peserta. Acara menghadirkan empat narasumber, yaitu: Muhammad Adi Windiarko, dan Bernando Pardosi, Branch Manager PT. Phintraco Sekuritas, Fanny Rifqi El Fuad, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah dan Akhmad Nurayanto, perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan dengan masuk kemasing-masing kelas salah satu mata kuliah.

Dalam penyampaiannya, Bernando Pardosi menegaskan pentingnya investasi sejak dini. “Pasar modal syariah adalah peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan aset keuangan dengan cara yang halal dan transparan. Dengan literasi yang baik, mahasiswa bisa menjadi investor cerdas sekaligus turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Fanny Rifqi El Fuad menambahkan bahwa pasar modal syariah terus berkembang dan harus dioptimalkan. “Instrumen syariah semakin diminati masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siap menjadi investor syariah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Akhmad Nurayanto dalam kesempatan yang sama menekankan peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. “Literasi pasar modal syariah sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas finansial dan beretika. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” katanya.

Sedangkan Muhammad Adi Windiarko menjelaskan sisi teknis perdagangan saham syariah. “Melalui simulasi transaksi, mahasiswa bisa merasakan langsung bagaimana mekanisme investasi berjalan sesuai prinsip syariah. Hal ini penting agar mereka tidak hanya paham konsep, tetapi juga terampil dalam praktik,” jelasnya. Selama sepuluh hari pelaksanaan, kegiatan berjalan lancar, interaktif, dan penuh semangat. Mahasiswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga mengikuti simulasi transaksi saham syariah. Antusiasme ini menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah menjadi kebutuhan penting di kalangan mahasiswa FEBI UIN Gusdur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, GIS dan KSPMS FEBI UIN Gusdur berhasil mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan syariah, dari 800 peserta tercatat 595 mahasiswa membuka akun saham. Sejalan dengan misi FEBI UIN Gusdur untuk mencetak lulusan yang kompeten, islami, dan siap bersaing di dunia keuangan modern.

Wednesday, 24 September 2025 07:56

Pemberitahuan KKN Angkatan 63 Tahun 2025

Pengumuman Pemberitahuan Pendaftaran KKN Angkatan 63 Tahun 2025 : KLIK LIHAT/DOWNLOAD

Pekalongan, 20/03/2025-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan sosialisasi visi besar fakultas yaitu “Terwujudnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang unggul dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis untuk kemanusiaan berlandaskan budaya bangsa”. Acara ini dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan eksternal. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman bersama mengenai arah pengembangan keilmuan FEBI, sehingga tercipta sinergi antara akademik, riset, dan kontribusi sosial yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melibatkan sejumlah asosiasi penting seperti Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kehadiran kedua asosiasi tersebut menjadi wujud kolaborasi strategis dalam memperkaya gagasan, mendukung kurikulum, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat peran FEBI sebagai pusat pengembangan ekonomi Islam yang adaptif terhadap dinamika global namun tetap berakar pada budaya bangsa.

Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan bahwa visi ini tidak hanya menjadi slogan, melainkan komitmen nyata untuk mewujudkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kepekaan sosial. Dengan dukungan asosiasi profesi, diharapkan mahasiswa FEBI mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya ahli dalam bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta budaya bangsa dalam setiap praktik keilmuan dan profesionalitasnya.

Kajen (09/09) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Tim mahasiswa FEBI berhasil meraih Juara III sekaligus Juara Favorit dalam ajang Lomba Business Plan (Ide Bisnis Pemuda) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah Rifky Ramadhani (40323040) dari Program Studi Akuntansi Syariah, serta Syihabud Din (40124035) dan Nafal Fikri (40124100) dari Program Studi Ekonomi Syariah. Mereka mampu bersaing dengan berbagai tim lain dari perguruan tinggi dan komunitas kepemudaan se-Kabupaten Pekalongan dengan menampilkan ide bisnis inovatif, aplikatif, dan bernilai keberlanjutan.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan ini. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti nyata kualitas dan daya saing mahasiswa FEBI dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan. “Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa, bimbingan dosen, dan dukungan institusi. Keberhasilan mereka tidak hanya membawa nama baik FEBI, tetapi juga memperkuat posisi kita dalam mencetak lulusan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam perspektif akademik, keberhasilan mahasiswa FEBI tersebut selaras dengan kriteria akreditasi, khususnya pada aspek luaran dan capaian mahasiswa. Akreditasi menekankan pentingnya bukti prestasi mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun non-akademik sebagai indikator mutu pendidikan tinggi. Dengan prestasi ini, FEBI menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa aktif berkompetisi dan mengaktualisasikan potensinya di tingkat daerah maupun nasional.

Lebih jauh, capaian Juara III dan Favorit Business Plan ini menegaskan relevansi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan FEBI. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, melainkan juga diarahkan untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini menjadi indikator bahwa proses pembelajaran di FEBI selaras dengan kebutuhan dunia kerja, kewirausahaan, dan tuntutan global.

Selain itu, keberhasilan mahasiswa dalam ajang ini juga memberikan dampak positif terhadap reputasi dan tata kelola kelembagaan. Akreditasi menempatkan rekam jejak prestasi mahasiswa sebagai salah satu faktor penguatan mutu institusi. Dengan demikian, prestasi Rifky, Syihabud Din, dan Nafal Fikri berkontribusi langsung terhadap pengakuan kualitas akademik FEBI di mata pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal.

Dari sisi pengembangan soft skills, pengalaman mengikuti kompetisi ini melatih mahasiswa dalam hal berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kerjasama tim. Kompetensi tersebut sejalan dengan indikator employability yang diukur dalam akreditasi. Prestasi ini menunjukkan bahwa FEBI tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan kompetitif dalam dunia usaha dan industri.

Dengan capaian gemilang ini, FEBI UIN Gus Dur optimis dapat terus melahirkan generasi muda yang memiliki spirit kewirausahaan Islami, inovatif, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Dekan FEBI menegaskan bahwa pihak fakultas akan terus memberikan dukungan penuh dalam bentuk pembinaan, pelatihan, dan pendampingan agar mahasiswa semakin siap meraih prestasi di kancah yang lebih luas.

Prestasi mahasiswa FEBI di tingkat Kabupaten Pekalongan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri. Selain itu, capaian ini juga menjadi bukti konkret bahwa implementasi visi FEBI dalam mengintegrasikan ilmu, keislaman, dan keindonesiaan dapat diwujudkan melalui karya nyata mahasiswa. Dengan demikian, keberhasilan ini tidak hanya bermakna bagi mahasiswa yang berprestasi, tetapi juga memperkuat kontribusi FEBI UIN Gus Dur dalam mewujudkan mutu pendidikan tinggi yang unggul sesuai standar akreditasi.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.

Kajen (02/09) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah pendidikan tinggi. Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah resmi meraih predikat Unggul dalam akreditasi yang dilakukan oleh LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi). Pencapaian ini menegaskan bahwa Prodi Perbankan Syariah tidak hanya sah secara legalitas, tetapi juga diakui mutu dan tata kelola kelembagaannya oleh lembaga akreditasi nasional.

Predikat Unggul tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prodi Perbankan Syariah mampu menjaga konsistensi mutu dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi. Sertifikat akreditasi yang diperoleh menjadi pengakuan eksternal atas kesungguhan prodi dalam mengelola pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperlihatkan tata pamong yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam kesempatan resmi menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas keberhasilan ini. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian Unggul yang diraih Prodi Perbankan Syariah. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni yang telah bekerja sama serta memberikan dedikasi dalam proses akreditasi ini,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.

Menurut Dr. Khafidz, akreditasi Unggul tidak hanya menambah prestasi lembaga, tetapi juga memperkuat reputasi akademik UIN Gus Dur di tingkat nasional. Legalitas yang terjamin melalui sertifikat akreditasi menjadi pondasi dalam mengembangkan tata kelola yang modern, sementara pengakuan mutu menempatkan Prodi Perbankan Syariah sejajar dengan program studi terkemuka di bidang perbankan syariah.

Selain itu, predikat ini menunjukkan keseriusan FEBI UIN Gus Dur dalam menghadirkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya sektor ekonomi dan perbankan syariah. Mutu akademik yang diakui LAMEMBA menjadi cerminan keberhasilan prodi dalam merancang kurikulum, metode pembelajaran, serta menghasilkan penelitian yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan ini juga memperlihatkan tata kelola kelembagaan yang berjalan dengan baik, sehingga mampu memenuhi indikator-indikator penilaian LAMEMBA. Dengan akreditasi Unggul, Prodi Perbankan Syariah memiliki legitimasi yang lebih kuat untuk memperluas jejaring kerja sama dengan industri perbankan syariah, lembaga keuangan, serta mitra internasional dalam rangka peningkatan kualitas akademik dan profesionalisme lulusan.

Lebih jauh, capaian tersebut diharapkan mampu memotivasi seluruh civitas akademika FEBI untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas. Akreditasi Unggul bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tantangan baru dalam memastikan keberlanjutan mutu pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Dengan komitmen kebersamaan, FEBI UIN Gus Dur optimis bahwa Prodi Perbankan Syariah akan terus menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu ekonomi dan perbankan syariah. Legalitas, pengakuan mutu, dan tata kelola kelembagaan yang diakui LAMEMBA menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan visi UIN Gus Dur sebagai universitas Islam unggul, kompetitif, dan berintegritas di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Kajen (02/09) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui Career Development Center (CDC) kembali menggelar Workshop Karir bagi calon wisudawan pada hari Selasa, 02 September 205 di Studen Centre. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi layanan pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan mutu lulusan, sekaligus memperkuat indikator akreditasi dalam aspek pengembangan soft skills, employability, serta kesiapan memasuki dunia kerja.

Workshop karir kali ini menghadirkan Muhammad Rizza Akbar, S.Psi., CHt, CHRG, CPOD., seorang Talent Management and Organization Development Specialist yang aktif dalam manajemen talenta dan pengembangan organisasi. Rizza, yang juga terlibat dalam berbagai kegiatan profesional di bawah naungan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), membawakan materi bertajuk “From Campus to Career: Building Skills for a Competitive Job Market”.

Dalam pemaparannya, Rizza menegaskan bahwa transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja membutuhkan kesiapan mental, strategi yang terencana, serta orientasi karir yang jelas. Ia menguraikan tiga jalur utama yang umumnya ditempuh oleh lulusan perguruan tinggi, yakni menjadi entrepreneur, membangun karir mandiri, atau bekerja sebagai profesional di institusi formal. “Tidak cukup hanya meningkatkan kompetensi, kalian juga perlu menyusun rencana karir secara bertahap. Buat skema langkah demi langkah, sehingga kalian tahu harus mulai dari mana,” ungkapnya.

Selain itu, Rizza menyoroti pentingnya penguasaan soft skills seperti komunikasi efektif, kerja tim, dan manajemen waktu, serta hard skills berupa penguasaan teknologi dan kemampuan analisis. Menurutnya, sinergi keduanya akan menjadi kunci daya saing lulusan dalam menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Rizza juga menekankan urgensi personal branding di era digital. Media sosial, terutama LinkedIn, kini dinilai sebagai instrumen penting bagi para perekrut dalam menilai profesionalitas calon karyawan. “LinkedIn, Instagram, YouTube, bahkan TikTok bisa menjadi wadah membangun citra profesional. Tapi yang paling berpengaruh adalah LinkedIn, karena platform ini memang dirancang untuk jaringan profesional,” jelasnya.

Selain materi konseptual, workshop ini juga menghadirkan simulasi wawancara kerja (mock interview). Beberapa mahasiswa dipilih untuk menjalani sesi wawancara langsung dengan narasumber dan memperoleh evaluasi secara komprehensif. Sesi praktik ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperkuat employability skills yang menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif, ditandai dengan diskusi aktif serta sesi tanya jawab. Pada penutupannya, narasumber memberikan motivasi agar mahasiswa senantiasa memperluas jejaring, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan peluang karir secara optimal.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, baik dari aspek akademik maupun non-akademik. Workshop karir yang diinisiasi CDC menjadi bukti nyata peran fakultas dalam menjembatani lulusan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat capaian indikator akreditasi yang menitikberatkan pada kualitas, relevansi, dan daya saing lulusan di pasar kerja.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan (27/08) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Pelaksana Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu dua ketua program studi baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata pamong dan tata kelola akademik. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Nomor 1488 dan 1489 tanggal 25 Agustus 2025, Andung Dwi Haryanto, M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Gizi dan Indah Purwanti, M.T. resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi Teknik Industri.

Pelantikan yang berlangsung pada hari Rabu, 27 Agustus 2025 di Rektorat lantai 3 dengan disaksikan oleh sejumlah pimpinan universitas, rohaniawan, serta tamu undangan. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. dan dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dapat menyaksikan pengisian jabatan Kaprodi sebagai bagian penting dan paling strategis dalam struktur perguruan tinggi. Menurut Rektor, keberadaan Kaprodi bukan sekadar administratif, melainkan fondasi utama bagi penguatan tata kelola dan pengembangan akademik.

Rektor menegaskan bahwa di luar negeri, kedudukan Kaprodi sering dipandang setara dengan Rektor dalam hal kewenangan di tingkat program studi. Oleh karena itu, Kaprodi semestinya menjadi sosok yang paling berkuasa dalam mengelola, memimpin, dan mengarahkan jalannya pendidikan di prodi masing-masing. Pandangan ini, menurut Rektor, sejalan dengan semangat akreditasi yang menekankan kepemimpinan akademik yang kuat dan akuntabel.

Lebih lanjut, Prof. Zaenal menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan restorasi kurikulum. Restorasi ini mencakup penyesuaian kurikulum dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, serta tren industri dan kesehatan. Hal tersebut juga menjadi indikator penting dalam tata kelola pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada mutu.

Dalam konteks pelaksanaan pembelajaran, Rektor menekankan bahwa kurikulum kuliah tidak harus sepenuhnya dilakukan secara luring (offline). Pemanfaatan teknologi digital harus terus didorong agar program studi dapat mengembangkan inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk blended learning dan pembelajaran berbasis platform digital. Hal ini merupakan wujud nyata dari tata kelola akademik yang progresif.

Selain itu, Prof. Zaenal juga menegaskan bahwa keberadaan Prodi Teknik Industri dan Prodi Gizi akan semakin menguat ketika Fakultas Sains dan Teknologi terbentuk secara resmi. Fakultas ini diharapkan mampu memperbaiki dan memperkuat tata kelola, melakukan inovasi akademik, serta membangun kolaborasi lintas bidang ilmu sehingga dapat melahirkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam perspektif akreditasi, pelantikan Kaprodi baru ini memperlihatkan adanya mekanisme tata pamong yang sah, transparan, dan akuntabel. Keberadaan SK Rektor menjadi bukti legalitas dan legitimasi institusi dalam mengelola keberlangsungan program studi baru, sekaligus memperkuat kepercayaan sivitas akademika serta masyarakat luas terhadap manajemen perguruan tinggi.

Rektor juga mengingatkan bahwa peran Kaprodi tidak boleh berhenti pada fungsi administratif, tetapi harus berkembang menjadi agen perubahan. Kaprodi diharapkan dapat mendorong inovasi kurikulum, mengembangkan jaringan kerjasama, serta mengoptimalkan layanan akademik yang berorientasi pada kepuasan mahasiswa. Dengan demikian, tata kelola prodi akan berjalan searah dengan visi universitas dalam mencetak generasi unggul.

Dengan dilantiknya Andung Dwi Haryanto, M.Pd dan Indah Purwanti, M.T., UIN Gus Dur meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan tata pamong dan tata kelola yang lebih kokoh. Pelantikan ini tidak hanya mencatatkan proses administratif, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam merajut inovasi, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berdaya saing sesuai standar akreditasi.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan (25/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan kampus melalui kontribusi para alumninya. Pada momentum istimewa, alumni FEBI menyerahkan wakaf untuk pembangunan Masjid Agung UIN Gus Dur sebesar Rp. 63.850.000,00 pada hari Senin, 25 Agustus 2025 di Hotel Dafam Pekalongan. Wakaf ini diterima secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan fasilitas spiritual kampus dengan disaksikan oleh para pimpinan fakultas, para ketua dan sekretaris program studi dan calon alumni/wisudawan.

Kontribusi wakaf ini memiliki makna penting, tidak hanya dalam dimensi religius, tetapi juga sebagai wujud nyata keterlibatan alumni terhadap keberlangsungan dan pengembangan almamater. Meskipun status mereka masih sebagai calon alumni, kesadaran untuk memberikan manfaat kolektif telah ditunjukkan dengan semangat filantropi yang tinggi. Hal ini menandai kesiapan lulusan FEBI menjadi insan profesional yang tetap berakar pada nilai-nilai etika Islam.

Dari perspektif akreditasi, kontribusi alumni sebagai salah satu indikator keberhasilan pendidikan. Wakaf yang dihimpun dan diserahkan ini menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di FEBI tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga pribadi yang peduli pada pembangunan institusi dan masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para calon alumni. Ia menegaskan bahwa kontribusi semacam ini tidak hanya mendukung pembangunan sarana ibadah, tetapi juga memperkuat citra FEBI sebagai fakultas yang melahirkan generasi dermawan, beretika, dan memiliki tanggung jawab sosial. Menurutnya, kontribusi alumni merupakan bentuk penguatan jalinan emosional dan intelektual antara lulusan dan kampus.

Lebih jauh, kontribusi wakaf ini juga menunjukkan bagaimana integrasi ilmu dan etika yang ditekankan selama proses pembelajaran di FEBI mampu terinternalisasi dalam tindakan nyata. Kesadaran filantropis yang ditunjukkan calon alumni menjadi salah satu modal penting dalam membentuk karakter lulusan yang siap menghadapi tantangan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan.

Dalam konteks pengembangan kampus, dukungan alumni seperti ini menjadi pendorong bagi terciptanya suasana akademik yang kondusif dan berkelanjutan. Masjid Agung UIN Gus Dur sebagai pusat kegiatan spiritual dan keilmuan akan semakin optimal dimanfaatkan oleh sivitas akademika, sehingga fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan akhlak dan karakter mahasiswa.

Selain itu, kontribusi alumni melalui wakaf ini memperlihatkan model ideal keterlibatan pemangku kepentingan eksternal yang diharapkan dalam akreditasi. Alumni yang peduli terhadap kampus menjadi indikator keberhasilan pengelolaan pendidikan, karena menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat serta rasa tanggung jawab terhadap almamater. Hal ini pada gilirannya memperkuat citra FEBI di mata lembaga akreditasi maupun masyarakat luas.

Dengan terselenggaranya penyerahan wakaf ini, FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sinergi antara ilmu, etika, dan kontribusi sosial. Kesadaran calon alumni untuk berbagi sejak dini diharapkan menjadi teladan bagi generasi berikutnya, sekaligus memperkokoh peran FEBI dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan (25/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menyelenggarakan Yudisium ke-52 yang bertempat di Hotel Dafam Pekalongan pada hari Senin, 25 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Integrasi Ilmu dan Etika untuk Bekal Karir Profesional Lulusan FEBI” dengan dihadiri seluruh pimpinan fakultas, para ketua dan sekretaris program studi. Pada kesempatan ini, sebanyak 307 calon wisudawan mengikuti prosesi akademik, terdiri atas Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 123 mahasiswa, Akuntansi Syariah sebanyak 100 mahasiswa, dan Perbankan Syariah sebanyak 84 mahasiswa.

Kegiatan yudisium ini menjadi salah satu bukti implementasi Akreditasi LAMEMBA yang menekankan aspek pendidikan dan pengajaran. Yudisium berfungsi sebagai tahap akhir yang menandai pencapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) sekaligus menjadi indikator keberhasilan proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga bagian dari akuntabilitas akademik yang terukur.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para calon wisudawan. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan panjang kehidupan yang sesungguhnya. Menurutnya, setelah wisuda para lulusan akan dihadapkan pada berbagai anak tangga kehidupan, mulai dari memasuki dunia kerja, membangun rumah tangga, hingga mengemban tanggung jawab sosial.

“Wisuda hanyalah salah satu anak tangga. Setelah itu, banyak anak tangga lain yang harus ditempuh, seperti bekerja, menikah, maupun tanggung jawab sosial lainnya. Oleh karena itu, bekal ilmu, keterampilan, dan nilai etika yang sudah diperoleh harus benar-benar dijadikan landasan dalam menapaki kehidupan,” ujar Dr. Khafidz.

Lebih jauh, Dekan FEBI menekankan bahwa lulusan diharapkan mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan moralitas, sehingga mampu menjadi sarjana profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan misi fakultas dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta selaras dengan standar mutu pendidikan tinggi Islam.

Selain sambutan dekan, acara yudisium juga menghadirkan narasumber Rizki Nuansa H yang memberikan materi bertajuk membentuk masa depan dengan pengetahuan dan keterampilan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa dunia kerja modern menuntut lebih dari sekadar ijazah, melainkan juga penguasaan keterampilan praktis, adaptasi terhadap perubahan, serta kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Rizki menambahkan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan etika merupakan kunci untuk menghadapi tantangan global. “Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa cepat memperoleh pekerjaan, tetapi bagaimana Anda mampu bertahan, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata. Hal itu membutuhkan perpaduan antara hard skill, soft skill, dan etika kerja yang konsisten,” tuturnya.

Yudisium FEBI ke-52 ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen fakultas dalam memenuhi standar mutu pendidikan yang ditetapkan LAMEMBA. Dengan terwujudnya CPL mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi FEBI sebagai unit pengelola program studi (UPPS) yang konsisten menjaga kualitas lulusan agar siap bersaing di dunia kerja maupun di masyarakat luas.

Dengan demikian, melalui yudisium kali ini, FEBI UIN Gus Dur menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada penguatan karakter dan etika. Harapannya, 307 calon wisudawan yang resmi dikukuhkan dalam yudisium ini mampu menjadi generasi unggul, berintegritas, dan profesional, sekaligus membawa nama baik almamater di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd