FEBI

FEBI

Kajen (17/10) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Artificial Intelligence (AI) Bidang Akademik pada hari Jum’at, 17 Oktober 2025 bertempat di Meeting Room lantai 3 FEBI. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen FEBI sebagai upaya peningkatan kapasitas akademik dalam menghadapi era digital dan mendukung peningkatan mutu kelembagaan.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber, moderator, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil perencanaan panjang sejak tahun 2024. “Pada pertengahan Januari 2025 sempat dilakukan efisiensi anggaran, dan baru pada bulan Juli terjadi relaksasi, sehingga Alhamdulillah kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dekan FEBI menegaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini membawa banyak perubahan positif yang menjadikan berbagai aktivitas lebih efisien, sederhana, dan praktis. Namun, kemajuan tersebut juga menuntut kesiapan para akademisi untuk beradaptasi secara cepat dan efektif. “Para dosen harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan bahkan harus lebih maju dibandingkan mahasiswa agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Workshop menghadirkan narasumber Wahyono, S.Kom., Ph.D., dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang menyampaikan materi tentang konsep dasar dan penerapan Artificial Intelligence dalam bidang akademik. Dalam paparannya, Wahyono menjelaskan bahwa AI atau Akal Imitasi merupakan sistem yang meniru kemampuan berpikir manusia, baik kemampuan umum maupun kemampuan seorang pakar (expert). “AI bekerja dengan mengidentifikasi, mempelajari, dan memprediksi pola-pola dari data yang tersedia, tergantung pada kualitas data dan alat bantu yang digunakan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan AI kini sudah tidak bisa dibendung seiring dengan pesatnya kemajuan internet, media sosial, dan berbagai platform digital. “AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari sistem kehidupan dan pendidikan kita. Oleh karena itu, dosen dan akademisi harus aktif dalam memverifikasi, mengecek, serta memvalidasi data yang digunakan dalam penelitian dan pengajaran,” ungkapnya.

Menurut Wahyono, tantangan utama bukan pada kemampuan AI itu sendiri, tetapi pada bagaimana manusia mengelola dan memastikan keaslian data. Data yang kurang inovatif dan tidak orisinal akan menghasilkan analisis yang lemah dan menyesatkan. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya etika, tanggung jawab, serta kepekaan akademik dalam pemanfaatan AI agar tidak menghilangkan esensi berpikir kritis dan kreativitas manusia.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Indra Kurniawan, M.Kom., dosen FEBI yang dikenal dengan gaya penyampaian akademis dan interaktif. Dalam sesi tanya jawab, para dosen aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan penerapan AI dalam bidang akademik, seperti penggunaan AI dalam analisis data penelitian, evaluasi pembelajaran, hingga sistem penjaminan mutu. Diskusi yang dinamis tersebut memperkaya pemahaman peserta tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai akademik.

Dengan terselenggaranya workshop ini, FEBI berharap para dosen dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Workshop ini menjadi salah satu langkah konkret FEBI dalam memperkuat kapasitas akademik dosen dan mendorong tercapainya visi fakultas menuju akreditasi unggul berbasis inovasi dan teknologi.

Penulis             : Nuzulul.

Editor              : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.

Kajen (14/10) Dalam rangka mendukung peningkatan mutu lulusan sekaligus sebagai bagian dari implementasi Tracer Study dan penilaian akreditasi, Career Development Center (CDC) UIN Gus Dur menggelar kegiatan Training Softskill bertema “Communication, Career & Problem Solving” selama 2 hari, yaitu 13-14 Oktober 2025 di Fakultas Syariah. Kegiatan ini menjadi wahana strategis bagi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis islam untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan keterampilan non-teknis yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua CDC, Dr. Hj. Siti Mumun Muniroh, M.A., yang dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan akademik harus diiringi dengan penguasaan softskill yang memadai. “Kita harus memiliki softskill yang dibutuhkan dalam dunia kerja dengan terus meng-upgrade diri. Dunia kerja menuntut bukan hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kepribadian, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam mendukung indikator akreditasi yang berorientasi pada kesiapan kerja lulusan.

Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Muflikha Sabilla, S.Psi., M.Psi., Human Resource Hotel Howard Johnson Pekalongan, sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Muflikha menyoroti pentingnya komunikasi efektif dan keterampilan menentukan skala prioritas dalam dunia kerja. Menurutnya, keberhasilan profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga oleh kecakapan berkomunikasi dan pengelolaan waktu yang baik. “Komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan memahami konteks dan membangun relasi kerja yang produktif. Begitu juga menentukan prioritas, karena pekerjaan menuntut efisiensi dan ketepatan,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta dari FEBI bertanya, “Bagaimana cara membangun komunikasi yang profesional di lingkungan kerja yang penuh tekanan?” Muflikha menjawab bahwa kunci utama adalah mengelola emosi dan tetap fokus pada solusi. “Kita perlu memiliki emotional intelligence yang baik. Jangan reaktif, tapi responsif. Dalam komunikasi profesional, cara menyampaikan pesan lebih penting daripada seberapa keras kita berbicara,” jelasnya. Jawaban tersebut disambut dengan antusias oleh peserta yang aktif berdialog sepanjang sesi.

Hari kedua pelatihan menghadirkan M. Rizza Akbar, S.Psi., CPOD, Kepala Departemen Corporate Secretary, Protocoler and Stakeholder Management PT Kawasan Industri Terpadu Batang, yang mengupas pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Rizza menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi nilai tambah, melainkan kewajiban. “Kemampuan berbahasa Inggris itu kewajiban. Bahasa asing lainnya adalah kelebihan. Dengan kemampuan ini, kita lebih siap bersaing dan beradu dalam dunia kerja global,” tegasnya.

Selain membahas aspek komunikasi lintas budaya, Rizza juga menyoroti pentingnya personal branding melalui curriculum vitae (CV). Ia menjelaskan bahwa CV tidak semata-mata digunakan untuk melamar pekerjaan, melainkan sebagai cermin kompetensi diri. “CV menunjukkan siapa kita, apa yang kita kuasai, dan bagaimana kita berkembang. Maka buatlah CV dengan kesadaran profesional, bukan sekadar formalitas,” ujarnya. Pernyataan ini menginspirasi peserta untuk melihat CV sebagai media refleksi dan representasi diri yang strategis.

Pada sesi tanya jawab, seorang mahasiswa FEBI bertanya, “Apakah CV yang menarik harus penuh dengan pengalaman organisasi meskipun tidak relevan dengan bidang kerja yang dituju?” Rizza menanggapi bahwa seleksi konten menjadi hal penting dalam menulis CV. “Tampilkan pengalaman yang mencerminkan kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan problem solving. Relevansi dan kualitas pengalaman jauh lebih bermakna daripada sekadar kuantitas,” jawabnya. Ia juga menambahkan bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris perlu dilatih secara konsisten agar menjadi kebiasaan profesional.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan praktisi profesional, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memahami praktik nyata yang terjadi di dunia kerja. Pendekatan experiential learning ini menjadi salah satu indikator penilaian akreditasi yang menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan diri di luar perkuliahan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, bahwa CDC UIN Gus Dur menunjukkan komitmen kuat dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan kompetitif. Training Softskill “Communication, Career & Problem Solving” menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi tidak hanya terletak pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi personal yang mendukung kesiapan kerja serta pencipta peluang dan pemimpin masa depan yang siap berkontribusi di berbagai bidang profesional.

 

Penulis             : Nuzulul.

Editor              : Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bekerjasama dengan IAEI Komisariat UIN Gus Dur dan BSI Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan Islamic Marketing Training dengan tema “From Gold to Goals: Marketing Islamic Pawn Service for Millennials and Gen Z” pada Senin, 13 Oktober 2025. Acara ini berlangsung di Meeting Room FEBI lantai 3 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang tengah menempuh mata kuliah Manajemen Pemasaran Syariah.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Rizal Prastowo Putra, Pawning Sales dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pemuda Pekalongan. Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan berbagai strategi pemasaran produk gadai emas syariah yang relevan dengan karakteristik generasi milenial dan Gen Z. Ia juga memaparkan bagaimana layanan gadai emas tidak hanya menjadi solusi keuangan jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang aman, halal, dan bernilai tinggi.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Komisariat UIN Gusdur, Rinda Asytuti. Dalam sambutannya, Rinda menekankan pentingnya memahami konsep pemasaran syariah secara mendalam agar mahasiswa mampu bersaing di dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Ia juga mengapresiasi kegiatan pelatihan yang menghadirkan praktisi langsung dari dunia perbankan syariah karena dapat memberikan wawasan aplikatif kepada mahasiswa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Gusdur, M. Aris Safi’i. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang pemasaran syariah dan pemahaman terhadap produk keuangan berbasis emas. Menurutnya, pemahaman tentang pemasaran produk gadai syariah menjadi penting di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami cara memasarkan produk gadai emas syariah secara efektif dan etis, sekaligus mampu mengelola investasi emas dengan bijak. Dengan menggabungkan strategi pemasaran modern dan prinsip-prinsip syariah, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas finansial, berdaya saing, serta berkomitmen pada nilai-nilai keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bekerjasama dengan IAEI Komisariat UIN Gus Dur dan BSI Pekalongan menggelar kegiatan Islamic Marketing Training dengan tema “The Prophetic Marketing: Strategi Memenangkan Pelanggan Secara Berkah” pada Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room FEBI lantai 3 dan diikuti oleh mahasiswa program studi Ekonomi Syariah yang sedang menempuh mata kuliah Manajemen Pemasaran Syariah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Adam Umarsyah Purnawarman, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Batang. Dalam sesi pemaparannya, Umarsyah menjelaskan konsep Prophetic Marketing yang berlandaskan empat sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan kebenaran). Menurutnya, keempat sifat tersebut harus menjadi fondasi utama bagi setiap pelaku bisnis dalam membangun strategi pemasaran yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga membawa keberkahan.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Komisariat UIN Gusdur, Rinda Asytuti, yang menekankan pentingnya memahami nilai-nilai Islam dalam praktik pemasaran modern. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk karakter mahasiswa agar menjadi calon pemasar yang tidak hanya profesional tetapi juga beretika dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, M. Aris Safi’i, yang mewakili pimpinan FEBI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya dalam bidang pemasaran syariah yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri halal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori pemasaran syariah secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik nyata setelah lulus nanti. Dengan menginternalisasi nilai-nilai profetik dalam aktivitas bisnis, diharapkan para lulusan UIN Gusdur dapat menjadi insan ekonomi yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan dan penuh keberkahan.

Pekalongan (10/10) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Pekalongan melalui kegiatan riset kolaboratif tahun 2025. Ekspose laporan akhir riset bersama dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 Oktober 2025, di Ruang Rapat BPK Lantai 2 BPKAD Kota Pekalongan dengan dihadiri para kepala dinas, para camat, lurah, organisasi masyarakat, fungsional Bapperida, serta para dekan di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga dan menjadi bagian dari implementasi Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menekankan pentingnya kolaborasi eksternal dalam tridharma perguruan tinggi, peningkatan daya saing global, serta penjaminan mutu berbasis kolaborasi dan dampak nyata.

Penelitian dengan tema “Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pendekatan Antropologi” ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika sosial, budaya, dan religius masyarakat miskin di Kota Pekalongan. Melalui pendekatan antropologis, riset ini diharapkan dapat merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih humanistik, inklusif, dan kontekstual dengan karakter masyarakat pesisir.

Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, ST., M.T., menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini.

“Kemiskinan adalah persoalan kompleks yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya. Kolaborasi penelitian dengan UIN Gusdur diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pekalongan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Kuat Ismanto, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI UIN Gusdur, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Riset bersama Bapperida menjadi wujud komitmen FEBI untuk menghadirkan penelitian yang berdampak sosial dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Kota Pekalongan bersifat multidimensi:

1. Dari aspek teologis, kemiskinan dipahami sebagai ujian yang menumbuhkan nilai-nilai sabar dan solidaritas sosial.

2. Dari sisi struktural, faktor utama kemiskinan adalah keterbatasan akses terhadap pendidikan, keterampilan, dan lapangan kerja.

3. Dari dimensi kultural, kemiskinan sering dipandang sebagai kondisi turun-temurun yang membentuk pola pikir masyarakat terhadap ekonomi.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat Pekalongan memiliki strategi bertahan hidup berbasis social caring dan social networking. Dukungan sosial melalui zakat, sedekah, dan solidaritas warga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi rumah tangga miskin, sementara jaringan sosial membantu masyarakat memperoleh akses informasi, pekerjaan, dan modal usaha.

Melalui riset ini, UIN Gusdur dan Bapperida berhasil memperluas paradigma penanggulangan kemiskinan dari pendekatan ekonomistik menuju pendekatan yang lebih humanistik dan kultural. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar empiris bagi perumusan kebijakan pembangunan inklusif berbasis budaya lokal di Kota Pekalongan.

Kerja sama riset ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi eksternal antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat memperkuat mutu akademik, meningkatkan relevansi hasil penelitian, serta mendukung terwujudnya akreditasi unggul sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.

Kajen (09/10) - Dalam upaya meningkatkan mutu akademik dan tata kelola akreditasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus melaksanakan kegiatan benchmarking ke FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan pada hari Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan yang bertempat di meeting room lantai 3 FEBI tersebut menjadi bagian penting dari agenda penguatan sistem penjaminan mutu internal serta optimalisasi akreditasi Program Studi Perbankan Syariah.

Dalam sambutan pembuka, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerjasama FEBI UIN Sunan Kudus, Dr. H. Murtadho Ridwan, M.Sh., menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan wujud komitmen bersama antar fakultas dalam memperkuat tata kelola dan berbagi praktik terbaik akreditasi. Ia menjelaskan bahwa FEBI UIN Sunan Kudus saat ini mengelola lima program studi dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 2.800 orang. “Kami memiliki beberapa laboratorium pendukung, di antaranya Mini Bank, Laboratorium ZISWAF, dan Laboratorium Wirausahaku sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa,” tuturnya.

Dr. Murtadho juga menambahkan bahwa sinergi dengan lembaga eksternal menjadi salah satu faktor penentu dalam penguatan mutu akademik. Tahun ini, FEBI UIN Sunan Kudus menerima permintaan data dari BAZNAS Pusat melalui BAZNAS Kudus dan akan memperoleh dukungan berupa bantuan kelembagaan. “Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf juga mendapatkan beasiswa partnership dari BAZNAS Kudus sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan pengabdian masyarakat,” ujarnya. Selain itu, FEBI UIN Suanan Kudus telah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan 235 mahasiswa mengikuti program magang di luar perguruan tinggi bahkan hingga luar Pulau Jawa dengan durasi tiga hingga enam bulan.

Sementara itu, Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. AM . Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyambut hangat kedatangan tim FEBI UIN Sunan Kudus. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat tata kelola fakultas berbasis akreditasi. “FEBI UIN Gus Dur merupakan fakultas pertama yang berpindah ke kampus 2 Bojong dengan dukungan pendanaan SBSN. Saat ini, di depan tengah dibangun Gedung Rektorat dan Laboratorium Terpadu sebagai bagian dari penguatan infrastruktur akademik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Khafidz memaparkan bahwa FEBI UIN Gus Dur merupakan hasil pemekaran dari jurusan Syariah dan Ekonomi Islam pada masa IAIN Pekalongan. Fakultas ini kini mengelola delapan program studi dengan total mahasiswa 2.960 dan bernaung di bawah empat Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) berbeda. “Kami berupaya menyesuaikan standar akademik dengan SPMI dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak melalui kegiatan guest lecture, riset kolaboratif, dan pengembangan prodi berbasis keunggulan lokal,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, pengelola Prodi Perbankan Syariah, dan Tim Penjamin Mutu FEBI.

Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan  FEBI UIN Gus Dur, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menjelaskan arah kebijakan akademik terkait implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan amanah SK Rektor, ia membantu dekan dalam penyusunan kurikulum OBE yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2025/2026. “Kita perlu mewaspadai proses pengukuran capaian pembelajaran lulusan (CPL). Prodi baru perlu disiapkan secara matang agar memiliki keunggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tuntutan akreditasi,” tegasnya.

Dr. Kuat juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan publikasi ilmiah dalam menunjang nilai akreditasi. “Kita perlu belajar bersama dalam pengelolaan jurnal dan sistem publikasi yang mendukung peningkatan mutu. Kami sedang merancang sistem akademik yang tidak hanya memenuhi standar LAM, tetapi juga berkontribusi pada reputasi ilmiah fakultas,” paparnya dalam sesi tanya jawab. Beberapa peserta dari FEBI UIN Kudus menanyakan strategi pengukuran CPL serta integrasi MBKM dalam dokumen akreditasi program studi.

Kemudian, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI UIN Gus Dur, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., turut memberikan pandangan strategis terkait penyusunan dan pengelolaan dokumen akreditasi. Ia menekankan pentingnya telaah berkelanjutan terhadap setiap standar, baik internal maupun eksternal. “Dokumen akreditasi harus bisa melampaui SN Dikti dan Renstra. Sertifikat ISO juga menjadi indikator penting dalam penguatan tata pamong fakultas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa budaya akademik yang produktif perlu terus dikembangkan, termasuk dengan mendorong mahasiswa aktif menulis di jurnal ilmiah dan menghasilkan karya yang dapat didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi diskusi, Shulthoni mengajak kedua fakultas untuk membangun sinergi dalam penjaminan mutu melalui pertukaran pengalaman dan peer review dokumen akreditasi. “Kami juga berupaya mendata mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik sebagai bagian dari indikator kinerja fakultas,” tambahnya. Para peserta tampak antusias, terutama ketika membahas strategi penyusunan borang akreditasi LAM Perbankan Syariah yang efektif dan efisien.

Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan sesi diskusi terbuka dan pertukaran cenderamata antara FEBI UIN Kudus dan FEBI UIN Gus Dur Pekalongan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam bidang akreditasi, penjaminan mutu, serta penguatan kurikulum berbasis OBE. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Kudus berharap dapat memperkaya wawasan dan strategi peningkatan mutu tata kelola akreditasi, sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam mewujudkan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing nasional.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Kajen (09/10) -  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang Kerjasama Peningkatan Mutu Akademik pada hari Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room lantai 3 FEBI UIN Gus Dur ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan mutu pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam konteks peningkatan akreditasi program studi di lingkungan kedua fakultas.

Penandatanganan MoA ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, pengelola program studi, tim penjamin mutu internal, serta dosen dari kedua perguruan tinggi. Kerjasama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kelembagaan melalui penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta kolaborasi dalam penelitian dan publikasi ilmiah yang mendukung standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen menciptakan sinergi akademik yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan keberlanjutan.

Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag.,  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar-fakultas di lingkungan PTKIN merupakan langkah penting dalam membangun tata kelola akademik yang kuat dan berdaya saing. “MoA ini menjadi pijakan bagi penguatan sistem penjaminan mutu dan peningkatan daya saing prodi dalam akreditasi. Kami mengelola delapan program studi dengan empat LAM yang berbeda, sehingga sinergi seperti ini menjadi wadah untuk berbagi praktik baik dan inovasi akademik,” ungkapnya.

Dr. Khafidz juga menjelaskan bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi yang sesuai dengan standar SPMI dan SN-Dikti. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berkelanjutan dalam bentuk guest lecture, riset kolaboratif, dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan akreditasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerjasama FEBI UIN Sunan Kudus, Dr. H. Murtadho Ridwan, M.Sh., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya konkret dalam memperkuat ekosistem akademik yang berorientasi pada mutu. Beliau menuturkan bahwa kerja sama antar-fakultas ini juga akan mendorong peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa melalui kegiatan bersama seperti joint research, seminar nasional, hingga program pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi. “Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh praktik baik antar-PTKIN, khususnya dalam membangun kultur akademik yang responsif terhadap kebijakan akreditasi dan peningkatan mutu berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dokumen MoA oleh kedua dekan, pertukaran cenderamata, dan sesi foto bersama. Penandatanganan kerja sama ini menegaskan komitmen FEBI UIN Sunan Kudus dan FEBI UIN Gus Dur untuk terus memperkuat tata kelola akademik dan mutu pendidikan berbasis akreditasi unggul. Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, kedua fakultas berupaya mewujudkan visi perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan (06/10)  Dalam rangka menyusun kurikulum yang adaptif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta tuntutan akreditasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum untuk Program Studi Gizi dan Program Studi Teknik Industri pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Rektorat dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan fakultas, dosen tetap kedua program studi, serta calon dosen pengampu mata kuliah pada program studi baru tersebut.

FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan bahwa kurikulum merupakan bagian integral dari proses perencanaan akademik. “Untuk mewujudkan calon sarjana dari Prodi Gizi dan Prodi Teknik Industri yang kompeten, kita perlu membayangkan profil lulusan empat hingga lima tahun ke depan. Analisis yang mendalam dan berbasis kebutuhan industri serta mengacu pada SN Dikti menjadi kunci utama,” ujar beliau. Lebih lanjut, Prof. Zaenal menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran modern yang mendukung proses pembentukan kompetensi lulusan.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis dalam proses penajaman dan finalisasi kurikulum dua program studi baru. “Kurikulum yang disusun tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan global. FGD ini menjadi forum ilmiah untuk menyerap masukan dari para ahli dan akademisi yang telah berpengalaman dalam pengelolaan program studi sejenis,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan laboratorium sebagai sumber belajar harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran.

Hadir sebagai narasumber utama dalam FGD ini adalah Dr. Nurul Muslihah, SP, M.Kes., Ketua Departemen Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya, dan Dr. Singgih Saptadi, S.T., M.T., Ketua Departemen Teknik Industri, Universitas Diponegoro. Kedua narasumber memberikan pandangan komprehensif mengenai penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan kebutuhan laboratorium, hingga strategi integrasi antara teori dan praktik dalam perkuliahan.

Dr. Nurul Muslihah menekankan pentingnya integrasi kurikulum Gizi dengan perkembangan riset serta layanan masyarakat yang berorientasi pada kesehatan komunitas. Menurutnya, pendidikan Gizi perlu menghasilkan lulusan yang mampu menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang untuk mengakomodasi pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pelatihan laboratorium gizi, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam program intervensi gizi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan laboratorium gizi tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktikum, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan riset yang mendukung peningkatan kualitas akademik di lingkungan kampus.

Sementara itu, Dr. Singgih Saptadi menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum Teknik Industri yang berlandaskan pada sistem dan analisis industri 4.0. Ia menjelaskan bahwa Program Studi Teknik Industri perlu memiliki struktur kurikulum yang fleksibel namun tetap kuat secara analitis, dengan mempertimbangkan kompetensi manajerial, teknis, serta kemampuan berpikir sistemik yang relevan dengan kebutuhan dunia manufaktur dan jasa modern. Selain itu, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi komponen yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan.

Seluruh peserta FGD, termasuk dosen tetap dan calon dosen dari dua program studi baru, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan masukan dan berdiskusi secara aktif. Diskusi mendalam berlangsung mengenai struktur mata kuliah, kompetensi inti dan pendukung, kebutuhan pengembangan laboratorium, serta strategi implementasi kurikulum berbasis outcome. Keterlibatan langsung para akademisi ini mencerminkan komitmen FEBI dalam merancang kurikulum yang berdaya saing dan siap untuk menghadapi proses akreditasi.

FGD ini juga menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan sumber daya manusia dosen serta penguatan kapasitas laboratorium sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Dalam diskusi, muncul kesepahaman bahwa laboratorium bukan hanya ruang praktikum, melainkan media strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa serta memperkuat pencapaian CPL secara holistik.

Dengan terselenggaranya FGD ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan keseriusannya dalam mempersiapkan Program Studi Gizi dan Teknik Industri agar dapat meraih akreditasi unggul sejak awal pendiriannya. Kurikulum yang dirancang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, serta adaptif terhadap dinamika industri dan masyarakat global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd

Pekalongan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan seminar bertajuk “Start Early: From Saving to Investing in Sharia Mutual Funds for Young Dreamers” pada Sabtu, 4 Oktober 2025 bertempat di Hotel Grand Dian Pekalongan.Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka meningkatkan literasi pasar modal syariah di kalangan mahasiswa.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Muhammad Lukman Hakim dari Kisi Investment serta Fanny Rifqi El Fuad, Kepala PT BEI Perwakilan Jateng I. Acara dipandu oleh moderator Dr. Fitri Kurniawati, M.E.Sy., Wakil Sekretaris MES Pekalongan. Sambutan kegiatan disampaikan oleh Dr. A.M. Muh. Khafidz Ma’shum, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta Rinda Asyuti, M.Si., Ketua IAEI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Peserta kegiatan merupakan *mahasiswa semester tiga dan lima Program Studi Ekonomi Syariah*, yang diharapkan dapat memahami pentingnya literasi keuangan syariah, khususnya mengenai investasi reksa dana syariah sejak dini.

Selain memperoleh wawasan terkait pasar modal syariah, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat berupa top up rekening dana nasabah (RDN) sebesar Rp50.000, e-sertifikat serta peluang membangun relasi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bersama PT BEI dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk mengelola keuangan secara Islami sekaligus menyiapkan generasi muda yang melek investasi.

Kajen (01/10) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Research on Stage dengan tema “Hybrid Cryptography-Steganography Scheme Based on Camellia-256 and LSB for Enhanced Security and Imperceptibility of Secret Messages”. Acara ini berlangsung di ruang podcast pada hari Rabu, 01 Oktober 2025 jam 10.00–11.30 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa FEBI. Kegiatan menghadirkan Imam Prayogo Pujiono, M.Kom sebagai pemateri utama dengan moderator M. Alfan, M.Hum, serta dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dr. Khafidz menyampaikan bahwa kegiatan akademik seperti Research on Stage harus terus dihidupkan kembali agar iklim riset di FEBI semakin dinamis. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan standar akreditasi, terutama dalam aspek mutu akademik, produktivitas riset, serta penguatan tata kelola kelembagaan. “Forum ini menjadi bukti bahwa FEBI berkomitmen menghadirkan tradisi akademik berbasis riset yang mendukung capaian unggul dalam akreditasi,” ungkapnya.

Materi utama disampaikan oleh Imam Prayogo Pujiono, M.Kom, yang menguraikan konsep integrasi kriptografi dan steganografi berbasis algoritma Camellia-256 dan metode Least Significant Bit (LSB). Skema hibrida ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan pesan rahasia sekaligus menjaga tingkat imperseptibilitas agar pesan tidak mudah terdeteksi. Pemaparan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu di bidang keamanan informasi, sekaligus menunjukkan relevansi riset interdisipliner antara ilmu teknologi dan kebutuhan praktis di era digital.

Moderator M. Alfan, M.Hum, berhasil mengarahkan diskusi secara sistematis sehingga suasana akademik berjalan interaktif. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan partisipasi dosen dan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kritis seputar potensi implementasi, efisiensi algoritma, serta relevansi hasil riset terhadap kebutuhan industri. Antusiasme ini mencerminkan keberhasilan Research on Stage dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif.

Partisipasi mahasiswa FEBI dalam forum ini menjadi indikator pencapaian student centered learning yang diakui dalam standar akreditasi. Melalui keaktifan mereka, tampak bahwa kegiatan riset tidak hanya menjadi domain dosen, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills akademik, seperti berpikir analitis, menyampaikan argumen, dan menghubungkan teori dengan praktik. Hal ini sejalan dengan aspek pembelajaran dan penelitian yang menjadi fokus penilaian akreditasi.

Lebih jauh, kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen FEBI dalam mengintegrasikan keilmuan berbasis ekonomi, bisnis, dan teknologi. Riset terkait kriptografi-steganografi menjadi bukti bahwa fakultas mampu mengembangkan pendekatan interdisipliner yang menjawab tantangan global. Capaian ini sejalan dengan standar akreditasi yang menekankan relevansi riset terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Keberhasilan penyelenggaraan Research on Stage ini memperkuat citra FEBI sebagai fakultas yang produktif dalam melahirkan inovasi akademik. Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pimpinan fakultas, kegiatan riset di FEBI mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan, legalitas akademik, serta tata kelola kelembagaan yang diakui secara nasional maupun internasional.

Pada akhirnya, kegiatan Research on Stage tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang keamanan informasi melalui kombinasi kriptografi dan steganografi, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi FEBI UIN Gus Dur dalam menghidupkan kembali budaya riset. Tradisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan mutu akademik sekaligus memperkokoh posisi fakultas dalam mencapai akreditasi unggul.

 Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.