FEBI

FEBI

Kajen (28/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan yang berfokus pada penguatan organisasi kemahasiswaan (ormawa), pada hari Rabu, 28 Mei 2025 jam 13.30 WIB yang bertempat di Meetingroom lantai 3 FEBI. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Arif Rachman, S.Ag., dan dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.

Dalam sambutannya, Kabag TU, Arif Rachman, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas keaktifan ormawa di lingkungan FEBI dan berharap forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi serta arah gerak organisasi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa dalam membangun ekosistem akademik yang progresif dan harmonis.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. dalam arahannya menekankan pentingnya mahasiswa sebagai ujung tombak citra fakultas. Ia menyampaikan konsep 3K: Konsolidasi, Koordinasi, dan Konsultasi sebagai pendekatan utama dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan. "Mahasiswa yang tergabung dalam ormawa harus menjadi pribadi terpilih, khoiru ummah, dan role model yang mampu menunjukkan sikap serta etika akademik yang baik," tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. menambahkan bahwa pimpinan dan dosen di FEBI adalah orang tua akademik bagi seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, hubungan antara mahasiswa dan dosen perlu dijaga dalam semangat saling menghargai dan menguatkan. "Kami para dosen dan pimpinan ada untuk membimbing. Tapi organisasi harus bergerak dari dalam, dengan semangat dan inisiatif dari mahasiswa itu sendiri," ungkapnya.

Peran strategis organisasi mahasiswa, menurutnya, juga berkaitan erat dengan tujuan jangka panjang fakultas dalam mewujudkan program studi yang unggul dan terakreditasi baik. Sikap dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi dinilai sebagai cerminan iklim akademik yang sehat dan produktif. “Arah organisasi kemahasiswaan itu harus sejalan dengan pelabuhan akreditasi prodi yang unggul. Maka ormawa harus memberi warna yang positif dalam setiap kegiatannya,” tambahnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., dalam sesi berikutnya memaparkan urgensi kuliah dari sudut pandang akademisi. Ia menyampaikan bahwa ada empat alasan fundamental mengapa seseorang kuliah, yakni untuk membentuk kemampuan critical thinking, memperoleh pekerjaan yang layak, membangun dan menemukan jati diri (funding identity), serta memperluas jaringan pergaulan dan profesional.

“Organisasi mahasiswa adalah wadah terbaik untuk membentuk keterampilan berpikir kritis di luar kelas. Di sana, kalian akan terbiasa berdiskusi, memimpin, dan mengelola perbedaan,” kata Shultoni. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ormawa sebagai ruang latihan kepemimpinan dan kebijakan, tidak hanya tempat untuk melaksanakan kegiatan rutin.

Menurutnya, mahasiswa perlu memandang organisasi sebagai laboratorium karakter yang saling menguatkan dengan pembelajaran di kelas. "Dengan keterlibatan aktif di organisasi, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja, mampu menyuarakan ide dengan matang, serta menjalin jejaring lintas institusi dan angkatan," ujarnya.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh para pembina ormawa, perwakilan pengurus organisasi mahasiswa dan tenaga kependidikan di lingkungan FEBI dan menjadi terbuka dan santai ketika dibuka sesi tanya jawab. Forum ini diharapkan menjadi titik awal sinergi berkelanjutan antara pimpinan fakultas dan mahasiswa dalam mendukung prestasi dan atmosfer akademik yang unggul di FEBI UIN Gus Dur Pekalongan.

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (28/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang Akademik pada hari Rabu, 28 Mei 2025 jam 08.30 WIB bertempat di Meetingroom lantai 3 FEBI. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha FEBI, Arif Rachman, S.Ag., yang menekankan pentingnya sinergi antara unsur pimpinan, akademisi, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi dinamika pengelolaan akademik di era transformasi digital dan akreditasi unggul.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, dan dihadiri oleh jajaran Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta unsur tenaga kependidikan di lingkungan FEBI. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menyiapkan pelaksanaan agenda-agenda prioritas fakultas untuk mendukung peningkatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Dalam sambutannya, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, menekankan bahwa tahun ini menjadi momentum penting bagi FEBI untuk mengonsolidasikan berbagai agenda akademik secara terstruktur dan integratif. “Kita tidak hanya fokus pada pelaksanaan rutinitas akademik, tetapi juga harus menyiapkan fondasi yang kuat dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” tegasnya.

Terdapat sembilan agenda strategis yang menjadi pembahasan utama dalam rapat, yaitu pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), persiapan akreditasi program studi, implementasi kurikulum OBE, penawaran mata kuliah untuk semester berikutnya, penyelenggaraan semester padat, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pengelolaan jurnal ilmiah, penguatan Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta integrasi program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam sesi pembahasan UAS, para peserta rapat menekankan pentingnya ketertiban administratif dan keseragaman jadwal untuk memastikan kelancaran proses evaluasi akhir semester. Terkait akreditasi, setiap program studi diimbau untuk terus memperkuat kelengkapan dokumen dan meningkatkan keterlibatan dosen serta mahasiswa dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Sementara itu, integrasi kurikulum berbasis OBE menjadi fokus utama untuk menyesuaikan capaian pembelajaran dengan kebutuhan pasar kerja dan standar nasional pendidikan tinggi. Dekan FEBI menekankan bahwa pendekatan OBE bukan sekadar perubahan format dokumen, melainkan perubahan paradigma dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara menyeluruh.

Agenda penguatan jurnal ilmiah juga menjadi sorotan, terutama dalam meningkatkan reputasi publikasi ilmiah melalui akreditasi nasional dan internasional. Selain itu, sinergi antara UPM dan GPM ditingkatkan guna menjamin efektivitas pelaksanaan audit mutu internal. Tak kalah penting, rencana integrasi PPL dan KKN ditargetkan dapat membentuk ekosistem pembelajaran berbasis masyarakat yang kolaboratif dan kontekstual.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan tindak lanjut dari setiap agenda, serta penegasan komitmen kolektif seluruh unsur fakultas untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik. Dengan koordinasi yang solid, FEBI UIN Gus Dur optimistis dapat mewujudkan fakultas unggul yang adaptif terhadap tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

  1. Pengumuman jadwal Ujian Komprehensif tanggal 03 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
  2. Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 04 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
  3. Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 05 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download

Pekalongan (26/05) Sebanyak sebelas tenaga kependidikan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan secara resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasarudin Umar, M.A., dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh makna secara daring di Auditorium UIN Gus Dur pada hari Senin, 26 Mei 2025. Adapun nama-nama tenaga kependidikan tersebut adalah Ahmad Danial, AM.d., Aprin Yudiarto, S.Pd.I., Diah Elina Rahmawati, S.E., innas Oktafiana, A.Md., Kusdiyanasari, A.Md. Kep., Moch. Adrian Zaida Putra, S.Kom, Moh. Amril Muthoi, S.E., Mujiburrohman, S.E., Siti Nurlaelatul Qodariyah, S.Pd.I., Wahyu Adi Putra, S.Kom. dan Yusuf Effendi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama sebagai sosok teladan di tengah masyarakat. Beliau menggambarkan ASN sebagai "kain putih" yang harus selalu menjaga kebersihan moral dan integritas. “ASN Kementerian Agama harus menjadi cerminan nilai-nilai keislaman yang luhur, bersih dari noda, dan mampu menjaga sikap profesional serta akhlak,” ujar Menteri Agama dengan penuh penekanan.

Prof. Nasarudin juga menambahkan bahwa menjadi ASN tidak semata-mata soal status kepegawaian, melainkan mengemban amanah publik yang sarat dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi etika birokrasi, memiliki loyalitas terhadap institusi, serta mampu menunjukkan kinerja yang terukur dan akuntabel.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar para tenaga kependidikan yang telah menerima SK P3K dapat menginternalisasi nilai-nilai pengabdian. “Menjadi ASN adalah anugerah yang harus disyukuri. Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan memberikan pelayanan terbaik, dengan niat ibadah,” terang Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Zaenal mengimbau para ASN untuk menghadirkan pelayanan yang ramah, senyum yang tulus, dan etika kerja yang menjunjung tinggi kesantunan. Menurutnya, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada performa sumber daya manusianya. “ASN harus mampu tampil performan, rapi, dan menarik dalam melayani masyarakat, sebab pelayanan prima lahir dari pribadi yang terjaga,” tambah beliau.

Tak hanya itu, Rektor juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks ini, ia mendorong para ASN untuk rutin berolahraga agar kebugaran tubuh tetap terjaga dan kinerja tidak menurun. “Kesehatan adalah modal utama dalam bekerja. ASN yang sehat secara fisik dan mental akan memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan stabil,” jelasnya.

Kehadiran 11 tenaga kependidikan dari FEBI yang kini resmi menyandang status P3K menambah semangat baru dalam mewujudkan tata kelola administrasi pendidikan yang profesional dan berintegritas. Mereka diharapkan mampu mendukung perwujudan visi FEBI sebagai fakultas unggul di bidang ekonomi dan bisnis Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam transformasi birokrasi di lingkungan UIN Gus Dur. Dengan pembinaan berkelanjutan dan semangat melayani yang berbasis ibadah, para tenaga kependidikan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan atmosfer kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada kemajuan institusi.

Sebagai penutup rangkaian prosesi pelantikan dan penyerahan SK P3K, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara para tenaga kependidikan yang dilantik dengan pimpinan fakultas. Momen ini tidak hanya menjadi simbol dokumentasi formal, tetapi juga merepresentasikan semangat kolektif dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berintegritas di lingkungan akademik.

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

Tegal (26/05) Dalam rangka mendukung program percepatan sertifikasi halal yang digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Tegal bekerjasama dengan Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Jaminan Produk Halal bagi para pelaku UMKM terpilih di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pemerintah dan akademisi dalam memperkuat ekosistem halal nasional, khususnya dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas melalui pemenuhan aspek legalitas dan kualitas produk. Acara yang berlangsung selama sehari ini berisi sesi pemberian materi dan pendampingan langsung terkait proses dan teknis sertifikasi halal.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala BI KPw Tegal menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik maupun global. "UMKM harus naik kelas. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar halal yang diakui secara nasional maupun internasional," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa para peserta kegiatan ini merupakan UMKM pilihan yang akan difasilitasi langsung oleh BI untuk mendapatkan sertifikasi halal dari BPJPH.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara komprehensif tentang pentingnya implementasi jaminan produk halal bagi pelaku usaha.

"Produk bersertifikasi halal bukan sekadar memenuhi aspek keagamaan, tetapi juga merupakan strategi bisnis yang cerdas," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sertifikasi halal mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memberikan nilai tambah dan daya saing produk, serta membuka peluang ekspansi ke pasar global yang memiliki potensi besar, seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, dan negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, antara lain dasar regulasi dan kebijakan halal nasional, prosedur teknis pengajuan sertifikasi halal melalui Self Declare maupun jalur reguler, serta strategi branding produk halal. Para peserta juga dibekali dengan praktik penyusunan dokumen halal dan simulasi pengajuan sertifikasi, sehingga diharapkan dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usahanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM tidak hanya memahami pentingnya sertifikasi halal, tetapi juga mampu menjadikan standar halal sebagai bagian integral dari model bisnis mereka yang berorientasi pada keberlanjutan dan keberkahan.

Jadwal Ujian Program Studi Ekonomi Syariah

  1. Pengumuman jadwal Ujian Komprehensif tanggal 27 Mei 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
  2. Pengumuman jadwal Seminar Proposal tanggal 28 Mei 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
  3. Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 28 Mei 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download

Kajen (21/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan “Review Internal Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Tahun 2026” pada hari Rabu, 21 Mei 2025 di meetingrom lantai 3 yang dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sistematis dalam memastikan efektivitas perencanaan program dan efisiensi alokasi anggaran di lingkungan fakultas.

Dalam sambutannya, Dr. H. AM.Muh. Khafidz MS, M.Ag., menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang terukur dan bijak dalam mendukung akselerasi kinerja akademik dan non-akademik. Ia menyampaikan bahwa perencanaan yang cermat dan berbasis kebutuhan strategis fakultas menjadi kunci dalam menyongsong tantangan tahun anggaran mendatang. “Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi tentang komitmen pada kualitas dan akuntabilitas,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi antara pimpinan fakultas dengan para pengelola program studi untuk menyelaraskan arah dan kebijakan anggaran berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Operasional (RENOP) yang telah ditetapkan. Koordinator Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M, memberikan arahan teknis untuk proses finalisasi anggaran. Ia menekankan perlunya sinkronisasi data, validasi kebutuhan, dan evaluasi capaian agar alokasi anggaran bersifat realistis dan aplikatif.

Review ini dihadiri oleh para Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha dan tenaga kependidikan di lingkungan FEBI. Keterlibatan unsur pimpinan dan pelaksana teknis ini menjadi bagian integral dari semangat kolaboratif dalam perencanaan. Setiap unit diminta untuk mempresentasikan rencana kegiatan mereka, yang kemudian dibahas secara terbuka guna memperoleh masukan substantif dari forum.

Proses diskusi berlangsung dengan nuansa akademis yang konstruktif, mencerminkan budaya kerja kolegial dan partisipatif. Poin-poin penting yang dibahas antara lain penajaman indikator kinerja kegiatan, efektivitas penggunaan sumber daya, serta prioritas program yang berdampak langsung pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi.

Diharapkan melalui review ini, penyusunan RKA-KL 2026 FEBI UIN Gus Dur dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional maupun kebutuhan lokal fakultas. Seluruh pihak menyepakati pentingnya sinergi lintas unit dalam memastikan bahwa rencana anggaran benar-benar menjawab tantangan dan peluang yang ada.

Dengan selesainya kegiatan review internal ini, FEBI UIN Gus Dur menunjukkan komitmen institusionalnya dalam membangun budaya perencanaan yang berorientasi pada hasil (result-based planning) serta tata kelola yang berbasis prinsip good governance. Langkah ini menjadi pijakan strategis dalam mendukung pencapaian visi FEBI sebagai pusat keunggulan ekonomi dan bisnis Islam yang inovatif dan berdaya saing.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (20/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan rapat konsolidasi bidang administrasi dengan mengusung tema “Dekan FEBI Menyapa”, sebagai forum penguatan sinergi antara pimpinan fakultas dan tenaga kependidikan. Acara ini digelar pada hari Selasa, 20 Mei 2025 di meetingroom lantai 3 dan dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. AM. M. Khafidz MS, M.Ag, yang menyampaikan berbagai arahan strategis terkait pengelolaan fakultas dalam menghadapi dinamika kelembagaan dan tuntutan peningkatan layanan administrasi yang profesional dan inovatif.

Dalam sambutannya, Dr. AM. M. Khafidz MS, M.Ag, menggarisbawahi bahwa meskipun FEBI bukan fakultas dengan mahasiswa terbesar, kompleksitas urusan dan tantangan yang dihadapi sangatlah beragam. Menurut beliau, transisi kepemimpinan di lingkungan FEBI akan membawa gaya kepemimpinan yang berbeda, namun tetap dalam koridor visi institusi. Tenaga kependidikan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kelancaran layanan administrasi mahasiswa maupun dosen. Untuk itu, performa profesional, sikap adaptif, serta inovasi yang auto the box menjadi kebutuhan mutlak dalam mengelola tata kelola kelembagaan secara modern.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag, dalam pemaparannya menyampaikan rasa terhormatnya telah bergabung dalam kepemimpinan di FEBI. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pencapaian visi dan misi fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing, baik secara akademik maupun spiritual. Koordinasi yang solid antara unsur pimpinan dan tenaga administrasi diyakini menjadi fondasi utama dalam menjawab tantangan perubahan yang kian kompleks di ranah pendidikan tinggi Islam.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M, menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan administrasi umum dan keuangan terhadap visi besar FEBI. Beliau juga menegaskan perlunya sinergi dan koordinasi aktif dengan dekan yang telah berpengalaman dalam menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang yang sama sebelumnya, sebagai upaya kesinambungan tata kelola. Selain itu, partisipasi aktif dari para tenaga administrasi dalam menyampaikan masukan dan pengalaman kerja akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan fakultas yang inklusif dan solutif.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D, memberikan perhatian khusus pada aspek pengembangan mahasiswa, terutama dalam penguatan soft skills dan kompetensi. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus dibekali dengan keterampilan penunjang yang relevan sebelum proses wisuda. Selain itu, penting pula bagi mahasiswa untuk mengisi tracer study sebelum kelulusan, sebagai basis data awal yang berguna bagi evaluasi program akademik serta pengembangan bidang kerja sama kelembagaan secara berkelanjutan.

Dibukanya sesi tanya jawab oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Arif Rachman, S.E., M.M., menandai dimulainya fase interaktif dalam forum konsolidasi yang berlangsung dinamis dan komunikatif. Inisiatif tersebut memberikan ruang bagi tenaga kependidikan untuk menyuarakan berbagai persoalan teknis dan administratif yang selama ini dihadapi, sekaligus memperkuat fungsi forum sebagai medium penyelarasan antara arah kebijakan pimpinan dan kebutuhan operasional di tingkat pelaksana. Kehadiran sesi ini menunjukkan bahwa manajemen fakultas mengedepankan prinsip inklusivitas dan dialog terbuka dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan atmosfer diskusi yang terbuka dan partisipatif, sesi tanya jawab tersebut menghidupkan suasana konsolidasi secara substantif. Tidak hanya memperjelas sejumlah kebijakan yang telah disampaikan oleh pimpinan fakultas, sesi ini juga membuka kemungkinan lahirnya gagasan-gagasan inovatif dari jajaran administrasi. Hal ini memperlihatkan bahwa komunikasi yang dialogis antara pimpinan dan tenaga kependidikan merupakan elemen kunci dalam membangun tata kelola kelembagaan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan akademik serta non-akademik secara berkelanjutan.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (19/05) Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang terdiri dari Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua dan Sekretaris Program Studi dan Kepala Bagian Tata Usaha  turut berpartisipasi dalam kegiatan pembekalan pejabat baru di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada hari Senin, 19 Mei 2025 di Student Centre. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Dr. Phil. H. Komarudin Amin, M.A., selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dan Dr. Ismail Cawidu, M.Si., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama. Forum ini dipandu oleh moderator Dr. Moh. Hasan Bisyri, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Dalam sesi pertama, Prof. Komarudin Amin menekankan pentingnya peran pimpinan lembaga pendidikan tinggi keagamaan dalam membentuk lingkungan kampus yang sehat, inovatif, dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa pimpinan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga bertanggung jawab dalam menciptakan ekosistem akademik yang kolaboratif dan inklusif. “Kontribusi pimpinan sangat menentukan arah dan keberhasilan transformasi institusi, baik dalam aspek tata kelola maupun pembangunan karakter sivitas akademika,” ujar Prof. Komarudin.

Menurutnya, kampus sebagai pusat keilmuan harus dikelola secara visioner dengan memperhatikan kebutuhan internal dan tantangan eksternal. Pimpinan dituntut untuk memiliki sensitivitas terhadap dinamika sosial dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta keilmuan dalam setiap kebijakan institusional. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Pada sesi selanjutnya, Dr. Ismail Cawidu, M.Si. memaparkan materi bertajuk ASTA PROTAS (Delapan Program Prioritas 2025–2029) dalam kerangka besar “Kemenag Berdampak”. Ia menyampaikan bahwa delapan program prioritas tersebut merupakan arah kebijakan strategis Kementerian Agama dalam lima tahun ke depan, mencakup penguatan moderasi beragama, digitalisasi layanan keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan agama, serta tata kelola kelembagaan yang transparan dan profesional. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program Kementerian Agama memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya sekadar output administratif,” tegasnya.

Dr. Ismail juga mendorong para pejabat baru di lingkungan Kementerian Agama, termasuk pimpinan perguruan tinggi keagamaan, untuk menjadi motor penggerak dalam implementasi kebijakan strategis tersebut. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah, antara kebijakan dan pelaksanaan, menjadi kunci keberhasilan ASTA PROTAS sebagai instrumen transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.

Moderator Dr. Moh. Hasan Bisyri, M.Ag. dalam pengantarnya menegaskan bahwa pembekalan ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif di antara para pemimpin kelembagaan. Ia mendorong seluruh peserta untuk tidak hanya memahami substansi materi, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kepemimpinan berbasis etika dan visi perubahan. “Kepemimpinan akademik yang kuat akan menjadi pondasi bagi terbangunnya lembaga pendidikan yang progresif, responsif, dan berdampak,” ungkapnya.

Dengan mengikuti pembekalan ini, pimpinan FEBI UIN Gus Dur memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda nasional Kementerian Agama, sekaligus merumuskan strategi pengembangan fakultas yang sejalan dengan visi Kemenag Berdampak. Kegiatan ini menjadi refleksi atas pentingnya penyelarasan antara arah kebijakan nasional dengan dinamika kelembagaan di tingkat perguruan tinggi, demi terwujudnya pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (16/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar rapat koordinasi strategis pada hari Jumat, 16 Mei 2025 Jam 15.00 yang bertempat di Meetingroom lantai 3. Rapat ini mengangkat dua agenda penting, yaitu penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) tahun 2026 serta penataan ruang kerja bagi pejabat pelaksana akademik yang baru saja dilantik. Agenda ini menjadi bagian integral dari upaya pembenahan tata kelola kelembagaan dan peningkatan efisiensi layanan akademik.

Rapat dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. M. Khafidz MS, M.Ag., dan Kepala Bagian Tata Usaha, Arif Rachman, S.Ag., serta dihadiri oleh para wakil dekan, para kepala dan sekretaris program studi, serta unsur pelaksana lainnya. Dalam sambutannya, Dekan FEBI menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang adaptif, transparan, dan berbasis pada kebutuhan aktual fakultas, seiring dengan tuntutan akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran publik.

Terkait penyusunan RKA-K/L tahun 2026, forum rapat mendiskusikan berbagai program prioritas yang akan diusulkan, meliputi penguatan kapasitas SDM akademik, peningkatan sarana-prasarana pendukung pembelajaran, serta pengembangan program kolaboratif berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat. Penyusunan anggaran tersebut dirancang berbasis kinerja, dengan mempertimbangkan capaian output yang terukur serta kesesuaian dengan arah kebijakan nasional dan visi institusi.

Sementara itu, penataan ruang kerja bagi pejabat pelaksana akademik yang baru dilantik menjadi perhatian utama sebagai langkah awal dalam mendukung efektivitas kerja serta terciptanya iklim kerja yang kondusif. Kepala Bagian Tata Usaha menyampaikan bahwa penyesuaian ruang kerja akan mempertimbangkan prinsip proporsionalitas, kenyamanan, dan aksesibilitas, dengan memperhatikan struktur organisasi dan fungsi masing-masing unit kerja.

Proses penataan ini juga merupakan bagian dari transformasi layanan administrasi di lingkungan FEBI, di mana ruang kerja tidak hanya menjadi tempat administratif, tetapi juga ruang strategis dalam mendukung pengambilan keputusan dan koordinasi lintas unit. Oleh karena itu, pengalokasian ruang dirancang untuk mendukung pola kerja kolaboratif dan fleksibel, sejalan dengan dinamika pengelolaan perguruan tinggi berbasis digital.

Dekan FEBI menegaskan bahwa seluruh pejabat pelaksana akademik yang baru dilantik diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru yang telah diamanahkan. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit dalam menjaga kesinambungan layanan akademik dan kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penetapan jadwal tindak lanjut untuk finalisasi draft RKA-K/L serta pemetaan kebutuhan ruang kerja secara rinci. Kesepakatan bersama diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I