Kajen (02/09) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui Career Development Center (CDC) kembali menggelar Workshop Karir bagi calon wisudawan pada hari Selasa, 02 September 205 di Studen Centre. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi layanan pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan mutu lulusan, sekaligus memperkuat indikator akreditasi dalam aspek pengembangan soft skills, employability, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Workshop karir kali ini menghadirkan Muhammad Rizza Akbar, S.Psi., CHt, CHRG, CPOD., seorang Talent Management and Organization Development Specialist yang aktif dalam manajemen talenta dan pengembangan organisasi. Rizza, yang juga terlibat dalam berbagai kegiatan profesional di bawah naungan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), membawakan materi bertajuk “From Campus to Career: Building Skills for a Competitive Job Market”.
Dalam pemaparannya, Rizza menegaskan bahwa transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja membutuhkan kesiapan mental, strategi yang terencana, serta orientasi karir yang jelas. Ia menguraikan tiga jalur utama yang umumnya ditempuh oleh lulusan perguruan tinggi, yakni menjadi entrepreneur, membangun karir mandiri, atau bekerja sebagai profesional di institusi formal. “Tidak cukup hanya meningkatkan kompetensi, kalian juga perlu menyusun rencana karir secara bertahap. Buat skema langkah demi langkah, sehingga kalian tahu harus mulai dari mana,” ungkapnya.
Selain itu, Rizza menyoroti pentingnya penguasaan soft skills seperti komunikasi efektif, kerja tim, dan manajemen waktu, serta hard skills berupa penguasaan teknologi dan kemampuan analisis. Menurutnya, sinergi keduanya akan menjadi kunci daya saing lulusan dalam menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.
Rizza juga menekankan urgensi personal branding di era digital. Media sosial, terutama LinkedIn, kini dinilai sebagai instrumen penting bagi para perekrut dalam menilai profesionalitas calon karyawan. “LinkedIn, Instagram, YouTube, bahkan TikTok bisa menjadi wadah membangun citra profesional. Tapi yang paling berpengaruh adalah LinkedIn, karena platform ini memang dirancang untuk jaringan profesional,” jelasnya.
Selain materi konseptual, workshop ini juga menghadirkan simulasi wawancara kerja (mock interview). Beberapa mahasiswa dipilih untuk menjalani sesi wawancara langsung dengan narasumber dan memperoleh evaluasi secara komprehensif. Sesi praktik ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperkuat employability skills yang menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif, ditandai dengan diskusi aktif serta sesi tanya jawab. Pada penutupannya, narasumber memberikan motivasi agar mahasiswa senantiasa memperluas jejaring, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan peluang karir secara optimal.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, baik dari aspek akademik maupun non-akademik. Workshop karir yang diinisiasi CDC menjadi bukti nyata peran fakultas dalam menjembatani lulusan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat capaian indikator akreditasi yang menitikberatkan pada kualitas, relevansi, dan daya saing lulusan di pasar kerja.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd
