Pekalongan (9/25) – Galeri Investasi Syariah (GIS) dan Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah bertema “Alternatif Investasi Sesuai Prinsip Islam”. Acara berlangsung pada Senin, 1 September 2025 hingga Rabu, 10 September 2025 di ruang kelas FEBI UIN Gusdur.
Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara FEBI UIN Gusdur dengan PT. Phintraco Sekuritas dan Indonesia Stock Exchange (IDX) Jawa Tengah. Tujuannya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa sekaligus mengenalkan instrumen investasi halal yang aman, transparan, dan sesuai prinsip Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong agar mampu mengelola keuangan dengan bijak sekaligus menyiapkan diri menjadi investor syariah muda.
Peserta kegiatan adalah seluruh mahasiswa FEBI UIN Gusdur angkatan 2025 (semester 1) sejumlah 800 peserta. Acara menghadirkan empat narasumber, yaitu: Muhammad Adi Windiarko, dan Bernando Pardosi, Branch Manager PT. Phintraco Sekuritas, Fanny Rifqi El Fuad, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah dan Akhmad Nurayanto, perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan dengan masuk kemasing-masing kelas salah satu mata kuliah.
Dalam penyampaiannya, Bernando Pardosi menegaskan pentingnya investasi sejak dini. “Pasar modal syariah adalah peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan aset keuangan dengan cara yang halal dan transparan. Dengan literasi yang baik, mahasiswa bisa menjadi investor cerdas sekaligus turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Fanny Rifqi El Fuad menambahkan bahwa pasar modal syariah terus berkembang dan harus dioptimalkan. “Instrumen syariah semakin diminati masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siap menjadi investor syariah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Akhmad Nurayanto dalam kesempatan yang sama menekankan peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. “Literasi pasar modal syariah sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas finansial dan beretika. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” katanya.
Sedangkan Muhammad Adi Windiarko menjelaskan sisi teknis perdagangan saham syariah. “Melalui simulasi transaksi, mahasiswa bisa merasakan langsung bagaimana mekanisme investasi berjalan sesuai prinsip syariah. Hal ini penting agar mereka tidak hanya paham konsep, tetapi juga terampil dalam praktik,” jelasnya. Selama sepuluh hari pelaksanaan, kegiatan berjalan lancar, interaktif, dan penuh semangat. Mahasiswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga mengikuti simulasi transaksi saham syariah. Antusiasme ini menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah menjadi kebutuhan penting di kalangan mahasiswa FEBI UIN Gusdur.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, GIS dan KSPMS FEBI UIN Gusdur berhasil mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan syariah, dari 800 peserta tercatat 595 mahasiswa membuka akun saham. Sejalan dengan misi FEBI UIN Gusdur untuk mencetak lulusan yang kompeten, islami, dan siap bersaing di dunia keuangan modern.
