FEBI

FEBI

Kajen (25/06) Sebanyak lima tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Karir Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Non Dosen di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang diselenggarakan pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Ballroom Lantai 3 Gedung Rektorat, Jalan Pahlawan KM 5 Rowolaku, Kajen, Pekalongan, dan diikuti oleh tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja di lingkungan universitas.

Lima tenaga kependidikan FEBI yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Nuzulul, S.E., M.E., Marwan Ridowi, S.Sos., Moch. Adrian Zaida Putra, S.Kom., Muhammad Ghoitsun Nada, S.Si., dan Wahyu Adi Putra, S.Kom. Keikutsertaan para tenaga kependidikan tersebut menunjukkan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengembangan karier jabatan fungsional bagi pegawai non dosen.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Zain dari Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai pengelolaan sumber daya manusia serta pemetaan talenta jabatan fungsional sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola kepegawaian yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi pegawai.

Narasumber menegaskan bahwa pengelolaan SDM yang berbasis talenta menjadi salah satu kebijakan penting dalam sistem manajemen aparatur sipil negara. Pemetaan talenta jabatan fungsional dipandang mampu memberikan gambaran mengenai potensi, kompetensi, dan peluang pengembangan karier pegawai sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Drs. H. Agus Sunaryo, M.Si., selaku Perencana Ahli Utama Biro Perencanaan dan Penganggaran. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi mengenai Buku Pintar Pejabat Fungsional, pokok-pokok pembahasan jabatan fungsional, serta formasi jabatan fungsional yang menjadi dasar dalam pengembangan karier pegawai non dosen di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Selama kegiatan berlangsung, moderator memandu jalannya diskusi secara komunikatif dan interaktif sehingga suasana pelaksanaan bimtek menjadi dinamis. Para peserta memperoleh kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan narasumber terkait berbagai persoalan implementasi jabatan fungsional, mekanisme pengangkatan, pengembangan karier, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan.

Suasana kegiatan menjadi semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah satu tenaga kependidikan dari FEBI UIN Gus Dur turut mengajukan pertanyaan mengenai formasi dan peta jabatan fungsional pegawai, khususnya terkait kesesuaian antara kebutuhan organisasi dengan kompetensi yang dimiliki pegawai. Pertanyaan tersebut memperoleh apresiasi dari narasumber karena dinilai relevan dengan tantangan pengembangan karier tenaga kependidikan saat ini.

Secara keseluruhan, kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Karir JFT Non Dosen berlangsung dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tenaga kependidikan mengenai sistem manajemen karier jabatan fungsional, memperkuat kompetensi profesional, serta mendorong terwujudnya tata kelola sumber daya manusia yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan karier di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. H. Tamamudin, S.E., MM.

Jakarta, (23/06) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan transformasi digital, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti rangkaian Pelatihan Digital Marketing dan Sertifikasi Kompetensi BNSP Digital Marketing APBISDI Tahun 2026. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring pada 13–20 Juni 2026, sedangkan uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan pada 23 Juni 2026 di éL Hotel Kelapa Gading, Jakarta.

Delegasi dari FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang mengikuti kegiatan tersebut adalah:

  1. Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FEBI;
  2. Indra Kurniawan, M.Kom., Dosen Program Studi Bisnis Digital.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi dosen di bidang pemasaran digital yang saat ini menjadi salah satu keterampilan penting dalam dunia bisnis dan industri. Melalui pelatihan intensif yang berlangsung selama delapan hari, peserta memperoleh pembekalan terkait strategi digital marketing, optimalisasi media sosial, pengelolaan kampanye digital, analisis data pemasaran, search engine optimization (SEO), content marketing, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan bisnis. Sertifikasi kompetensi yang dilakukan mengacu pada standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi profesional peserta.

Partisipasi dosen FEBI dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme dosen, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Selain memperkuat kapasitas individu, kompetensi yang diperoleh juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis teknologi dan transformasi digital.

Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M. menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi digital menuntut perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi dosen agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam bidang digital marketing. Kompetensi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pendampingan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital," ungkapnya.

Sementara itu, Indra Kurniawan, M.Kom. menambahkan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pembuktian kemampuan profesional yang dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Program Studi Bisnis Digital.

"Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami memperoleh wawasan dan pengalaman baru terkait praktik digital marketing yang berkembang sangat cepat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehingga mahasiswa mendapatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini," ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Digital Marketing APBISDI 2026, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital

Jakarta, (24/06) – Dalam upaya memperkuat jejaring kelembagaan, meningkatkan kolaborasi antarprogram studi, serta mengikuti perkembangan terkini dalam pengelolaan Program Studi Bisnis Digital di Indonesia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengirimkan delegasi untuk mengikuti Rapat Pleno V Musyawarah Nasional Asosiasi Program Studi Bisnis Digital Indonesia (APBISDI) yang diselenggarakan pada 22–24 Juni 2026 di éL Hotel Kelapa Gading. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola Program Studi Bisnis Digital dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas arah pengembangan keilmuan, kurikulum, tata kelola program studi, serta penguatan kolaborasi akademik dan industri.

Delegasi FEBI UIN Gusdur Pekalongan yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas: Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FEBI; Jilma Dewi Ayu Ningtyas, M.Si., Sekretaris Program Studi Bisnis Digital; dan Indra Kurniawan, M.Kom., Dosen Program Studi Bisnis Digital.

Keikutsertaan delegasi FEBI UIN Gusdur Pekalongan dalam forum nasional ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pengembangan Program Studi Bisnis Digital agar mampu menjawab tantangan transformasi digital yang berkembang sangat pesat. Selain menjadi wadah koordinasi antarperguruan tinggi, kegiatan APBISDI juga menjadi sarana bertukar pengalaman, berbagi praktik baik (best practices), serta membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang bisnis digital.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari rapat pleno organisasi, pembahasan program kerja, evaluasi pelaksanaan kegiatan asosiasi, hingga diskusi mengenai penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama antarprogram studi dan memperkuat posisi Program Studi Bisnis Digital dalam menghadapi tantangan global serta kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FEBI, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam Musyawarah Nasional APBISDI merupakan langkah penting dalam memperkuat eksistensi Program Studi Bisnis Digital UIN Gusdur Pekalongan di tingkat nasional.

"Melalui forum ini, kami memperoleh banyak informasi dan masukan terkait pengembangan Program Studi Bisnis Digital, sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi keilmuan serupa. Hasil-hasil pembahasan dalam musyawarah nasional ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penguatan tata kelola, kurikulum, dan kualitas layanan akademik di lingkungan FEBI UIN Gusdur Pekalongan," ungkapnya.

Dengan keikutsertaan dalam Rapat Pleno V Musyawarah Nasional APBISDI, FEBI UIN Gusdur Pekalongan berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan bisnis digital di Indonesia serta memperkuat kolaborasi nasional guna mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital.

Pekalongan (18/06) Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, H. Agus Khamid, Lc., M.Pd., yang akrab disapa Gus Mied, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadi narasumber pada Kajian Muharram yang diselenggarakan oleh keluarga besar Bank Tabungan Negara (BTN) Pekalongan, pada hari Kamis, 18 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kerja BTN Pekalongan tersebut dihadiri oleh pimpinan, staf, dan karyawan dengan antusiasme yang tinggi. Kajian Muharram ini menjadi salah satu upaya penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus pembinaan karakter bagi para pegawai dalam menyambut momentum Tahun Baru Islam.

Dalam pemaparannya, Gus Mied mengangkat tema “Hijrah sebagai Transformasi Diri Menuju Pribadi yang Lebih Baik.” Menurutnya, hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan sebuah proses perubahan diri yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum Muharram hendaknya menjadi sarana muhasabah dan evaluasi diri. Hijrah yang sesungguhnya adalah kemampuan seseorang untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih diridhai Allah SWT, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai hijrah memiliki relevansi yang kuat dalam dunia profesional. Sikap amanah, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik merupakan wujud nyata transformasi karakter yang dapat diterapkan oleh setiap individu di tempat kerja.

Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual para anggotanya. Oleh karena itu, penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Kajian berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai persoalan keagamaan serta implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan modern dan lingkungan profesional.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penguatan spiritualitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dosen dalam berbagai forum edukatif dan keagamaan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terus berkomitmen menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai institusi di wilayah Pekalongan serta sekitarnya.

Melalui kegiatan Kajian Muharram ini, diharapkan semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi mampu menjadi inspirasi bagi lahirnya transformasi karakter, penguatan integritas, dan peningkatan etos kerja yang berkelanjutan. Dengan demikian, nilai-nilai hijrah dapat terimplementasi secara nyata dalam kehidupan pribadi maupun profesional demi terwujudnya individu dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Gus Mied

Kajen (18/06) Lima tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Pelatihan Legal Drafting dan Harmonisasi Peraturan Internal yang diselenggarakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Perpustakaan Lantai 3 Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan diikuti oleh unsur tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja di lingkungan universitas.

Adapun lima tenaga kependidikan FEBI yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Hj. Ida Isnawati, S.E., M.S.I., Nuzulul, S.E., M.E., Marwan Ridowi, S.Sos., Moch. Sugeng Tresno Ariwibowo, S.Pd.I., dan Ubaidillah, A.Md. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam memahami aspek hukum, regulasi, dan penyusunan peraturan internal yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.

Narasumber Indra Maulana, S.H. dan Eri Harmiadi, S.H, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan berbagai materi penting yang berkaitan dengan penyusunan regulasi dan tata kelola peraturan yang baik, khususnya dalam konteks penyelenggaraan lembaga pendidikan tinggi.

Materi pertama yang disampaikan Eri Harmiadi, S.H., mengenai Peraturan Kebijakan (Legislasi Semu). Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman tentang konsep, karakteristik, fungsi, serta kedudukan peraturan kebijakan dalam praktik administrasi pemerintahan. Narasumber menjelaskan bahwa legislasi semu memiliki peran penting sebagai instrumen pelaksanaan kebijakan yang mendukung efektivitas penyelenggaraan organisasi tanpa bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, Indra Maulana, S.H.,  menjelaskan materi tentang Jenis, Hirarki, dan Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan. Materi tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia, mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga peraturan yang berada di bawahnya. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai substansi yang dapat dimuat dalam setiap jenis peraturan sesuai dengan kewenangan dan ruang lingkup pengaturannya.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan legal drafting dan harmonisasi peraturan internal merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi tenaga kependidikan dalam meningkatkan kapasitas profesional serta memperkuat pemahaman terhadap aspek hukum dan regulasi yang mendukung pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Beliau juga menyampaikan rasa senangnya atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini akan menambah ilmu dan wawasan yang berkaitan dengan hukum, regulasi, serta peraturan perundang-undangan yang sangat membantu dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi, penyusunan dokumen kelembagaan, maupun pengelolaan tata kelola organisasi yang semakin akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Suasana pelatihan semakin menarik ketika moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi regulasi dalam lingkungan perguruan tinggi. Salah satu tenaga kependidikan FEBI mengajukan pertanyaan mengenai tanggal pengesahan dalam Surat Keputusan (SK), yang kemudian dijelaskan secara rinci oleh narasumber berdasarkan prinsip-prinsip legal drafting dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi tenaga kependidikan dalam memahami dan menerapkan aspek hukum serta regulasi kelembagaan dapat semakin meningkat guna mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang baik dan berkualitas.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Hj. Ida Isnawati, S.E., M.S.I.

Semarang (15/06) Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Jawa Tengah menggelar seminar bertajuk Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah pada hari Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Rooms Inc Hotel Pemuda, DP Mall, Semarang. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini secara khusus menyasar para dosen perguruan tinggi di Jawa Tengah sebagai peserta utama, sekaligus menandai komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di tingkat daerah.

Seminar ini menampilkan empat pakar terkemuka sebagai narasumber. Prof. Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berspesialisasi di bidang Ekonomi dan Keuangan Islam serta Perbankan Syariah, menyampaikan materi mengenai pengembangan pelaku usaha syariah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., Rektor sekaligus Guru Besar Bidang Hukum Islam UIN Walisongo Semarang, membawakan topik implementasi nilai dan prinsip ekonomi syariah dalam pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D., Guru Besar Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mengulas kebijakan dan strategi pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Narasumber terakhir, drh. Siti Susanti, Ph.D., dosen Teknologi Pangan Universitas Diponegoro sekaligus auditor halal teregistrasi BPJPH, memaparkan regulasi jaminan produk halal dalam halal value chain daerah.

Direktur Bank Indonesia KPW Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, membuka secara resmi rangkaian kegiatan tersebut setelah pelaksanaan upacara pembukaan pada pukul 08.00 WIB. Dalam sesi pelaksanaan yang berjalan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, moderator Dr. Joko Budi Poernomo, M.Pd., memandu dua sesi panel secara berurutan. Panel pertama berlangsung pukul 09.10 hingga 10.30 WIB, sedangkan panel kedua menyusul pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, diakhiri dengan post-test bagi seluruh peserta pada pukul 12.00 WIB.

Kegiatan ini juga melibatkan civitas akademika dari Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menugaskan 14 orang perwakilan dari fakultasnya untuk mengikuti seminar tersebut. Rombongan delegasi dari Pekalongan itu dipimpin oleh M. Shulthoni, M.S.I., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI, dan mencakup para dosen lintas bidang mulai dari Akuntansi Syariah, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, hingga Kajian Halal pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Langkah Bank Indonesia Jawa Tengah menghadirkan kalangan akademisi sebagai target utama peserta seminar ini bukan tanpa alasan strategis. Dosen perguruan tinggi memegang peran ganda yang sangat krusial: selain sebagai penghasil penelitian dan kajian ilmiah yang dapat memperkuat landasan teoritis ekonomi syariah, mereka juga berperan langsung dalam mencetak generasi pelaku ekonomi Muslim yang memahami prinsip-prinsip transaksi halal. Ketika pemahaman tentang ekosistem ekonomi syariah menguat di lingkungan akademik, maka dampaknya akan mengalir secara sistematis ke ruang kelas, kemudian ke masyarakat luas melalui para lulusan yang terjun ke dunia usaha dan profesi.

Ekosistem ekonomi syariah sendiri mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari perbankan dan keuangan syariah, wakaf produktif, zakat, ekonomi kreatif halal, pariwisata halal, hingga jaminan produk halal dalam rantai pasok. Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi dengan populasi Muslim terbesar di Indonesia, menyimpan potensi luar biasa dalam pengembangan seluruh ekosistem tersebut. Namun demikian, potensi itu belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal karena masih terdapat kesenjangan antara ketersediaan sumber daya manusia yang memahami keuangan syariah dan kebutuhan riil di lapangan.

Melalui paparan Prof. Akhmad Syakir Kurnia, para peserta memperoleh gambaran komprehensif tentang arah kebijakan nasional dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah Indonesia yang kian mendapat perhatian serius dari pemerintah. Indonesia saat ini terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global, sejalan dengan visi untuk menjadi pemain utama dalam industri halal dunia. Di sisi lain, materi dari Prof. Musahadi menyentuh akar persoalan pemberdayaan masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai Islam dalam praktik ber-ekonomi sehari-hari, sebuah pendekatan yang dinilai lebih berkelanjutan karena bertumpu pada kesadaran dan moralitas pelaku ekonomi itu sendiri.

Sementara itu, paparan drh. Siti Susanti mengenai jaminan produk halal mendapat perhatian khusus mengingat semakin ketatnya regulasi sertifikasi halal yang berlaku di Indonesia. Para pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membutuhkan pendampingan intensif agar mampu memenuhi persyaratan value chain halal secara menyeluruh. Peran akademisi yang hadir dalam seminar ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara regulasi dan implementasi di level usaha akar rumput.

Peserta seminar memperoleh sejumlah manfaat langsung dari keikutsertaan mereka, salah satunya ialah kesempatan untuk membangun relasi dan jaringan profesional dengan sesama akademisi maupun praktisi ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Semua manfaat ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif dan memastikan transfer pengetahuan berlangsung secara maksimal.

Bank Indonesia KPW Jawa Tengah menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional. Kolaborasi antara otoritas moneter, lembaga pendidikan tinggi, dan para pakar di bidangnya menjadi strategi kunci untuk mempercepat tumbuhnya ekosistem syariah yang inklusif dan berdaya saing. Dengan sinergi yang terjalin erat antara Bank Indonesia, kampus, dan komunitas akademik, pertumbuhan ekonomi daerah berbasis nilai syariah di Jawa Tengah diyakini akan semakin kokoh dan terakselerasi dalam jangka menengah dan panjang.

Penulis             : H. M. Arif Kurniawan, M.M.

Editor              : Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I.

Kajen (12/06) Dalam rangka meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu pada tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan program studi, Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti Workshop Manajemen Risiko yang diselenggarakan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di Ballroom Lantai 3 Gedung Rektorat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Manajemen Risiko dalam Mewujudkan Good University Governance di Era Transformasi Digital” sebagai upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Dr. Faisal, S.E., M.Si., CA., CSEP., QIA., CGCAE., Staf Ahli Menteri Agama sekaligus Praktisi Manajemen Risiko Sektor Publik, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau memberikan wawasan strategis mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan organisasi publik, termasuk institusi pendidikan tinggi keagamaan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat perkembangan teknologi digital dan perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Faisal menjelaskan mengenai urgensi manajemen risiko di sektor publik khususnya di sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, setiap organisasi harus mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan berbagai risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan organisasi. Penerapan manajemen risiko yang terstruktur tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Selain itu, Dr. Faisal menyoroti pentingnya peran audit internal dalam sistem manajemen risiko. Audit internal dipandang sebagai salah satu instrumen strategis yang mendukung terciptanya tata kelola kampus yang baik melalui penguatan sistem pengendalian internal, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan. Melalui audit internal yang efektif, institusi dapat melakukan evaluasi secara objektif terhadap berbagai potensi risiko sekaligus merumuskan langkah mitigasi yang tepat.

Narasumber juga menguraikan berbagai keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan saat ini, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, sumber daya manusia harus memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, literasi digital, kemampuan analisis data, serta pemahaman yang memadai mengenai manajemen risiko. Kompetensi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan responsif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di era transformasi digital.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Beliau menilai bahwa workshop manajemen risiko memberikan tambahan wawasan dan ilmu yang sangat bermanfaat dalam mengelola fakultas yang memiliki dinamika organisasi yang tinggi. Menurutnya, setiap unsur pengelola fakultas perlu memiliki kemampuan dalam memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan terarah.

Lebih lanjut, Dr. Khafidz menegaskan bahwa pemahaman terhadap manajemen risiko memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan upaya peningkatan quality assurance atau penjaminan mutu pada tingkat UPPS dan program studi. Oleh karena itu, hasil workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi UPM dan GPM dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendukung pencapaian standar mutu yang telah ditetapkan oleh institusi maupun lembaga akreditasi.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh perwakilan UPPS dan program studi FEBI selama kegiatan berlangsung. Pada sesi tanya jawab, peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi quality assurance dalam perspektif manajemen risiko. Diskusi yang berlangsung secara konstruktif tersebut memberikan banyak masukan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat diterapkan dalam pengelolaan penjaminan mutu di lingkungan FEBI. Kegiatan workshop berlangsung dengan lancar dan sukses, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen seluruh peserta dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan tata kelola perguruan tinggi, dan mewujudkan Good University Governance yang unggul dan berkelanjutan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag.

Kajen (12/06) Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, hingga Sekretaris Program Studi, mengikuti Workshop Manajemen Risiko yang diselenggarakan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di Ballroom Lantai 3 Gedung Rektorat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Manajemen Risiko dalam Mewujudkan Good University Governance di Era Transformasi Digital: Strategi Penguatan Manajemen Risiko dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Perspektif Pengawasan.”

Narasumber workshop Dr. Faisal, S.E., M.Si., CA., CSEP., QIA., CGCAE., yang merupakan Staf Ahli Menteri Agama sekaligus Praktisi Manajemen Risiko Sektor Publik. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan unit kerja di lingkungan universitas untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Dalam paparannya, Dr. Faisal menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang semakin dinamis. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga memiliki sistem tata kelola yang adaptif terhadap berbagai risiko yang muncul pada era transformasi digital.

Lebih lanjut, Dr. Faisal mengulas konsep World Class University sebagai salah satu tujuan strategis yang perlu dicapai oleh perguruan tinggi. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penguatan tata kelola kelembagaan yang didukung oleh budaya manajemen risiko yang terintegrasi dalam seluruh proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kerja.

Pada kesempatan tersebut, narasumber juga menekankan urgensi manajemen risiko di sektor publik. Ia menjelaskan bahwa setiap organisasi publik, termasuk perguruan tinggi, memiliki berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, identifikasi, analisis, pengendalian, dan mitigasi risiko perlu dilakukan secara sistematis agar organisasi mampu menjaga keberlanjutan kinerja dan kualitas layanan.

Selain membahas manajemen risiko, Dr. Faisal juga menguraikan peran audit internal dalam mendukung implementasi manajemen risiko. Audit internal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang membantu organisasi dalam mengevaluasi efektivitas pengendalian internal serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusi.

Materi lain yang tidak kalah penting adalah mengenai keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan pada era saat ini. Menurut Dr. Faisal, perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja menuntut sumber daya manusia untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, adaptabilitas, kolaborasi, literasi digital, serta kemampuan mengelola risiko sebagai bagian dari kompetensi profesional yang harus terus dikembangkan.

Dekan FEBI, Dr. H.  AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, mengelola sebuah organisasi, khususnya fakultas dan program studi, merupakan pekerjaan yang penuh dinamika dan tantangan sehingga diperlukan kemampuan untuk memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul. Oleh karena itu, workshop ini dinilai sangat relevan dalam memperkuat kapasitas pimpinan FEBI dalam menjalankan tata kelola kelembagaan yang lebih baik.

Selama sesi diskusi, pimpinan FEBI memanfaatkan kesempatan yang diberikan moderator untuk mengajukan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan fakultas maupun program studi. Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menjadi sarana pertukaran gagasan, masukan, dan praktik baik dalam penguatan tata kelola berbasis manajemen risiko. Kegiatan workshop berlangsung dengan lancar dan sukses, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Good University Governance di FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag.

Pekalongan, 10 Juni 2026-Sebanyak 44 mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongn melaksanakan kegiatan Company Visit ke BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang mengusung tema “Menelusuri Alur Akuntabilitas Keuangan: Dari Perencanaan di BAPPERIDA hingga Pelaporan Keuangan” ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan keuangan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan tersebut merupakan bagian dari pendalaman materi mata kuliah Akuntansi Sektor Publik yang diampu oleh Bapak Pratomo Cahyo Kurniawan, M.Ak. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan, Bapak Dwi Herosakti Satrio, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa FEBI serta pentingnya sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah dalam meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Materi utama disampaikan oleh Bapak Nugara, S.T., M.T. dari Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan alur perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan keuangan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai dasar hukum perencanaan pembangunan, berbagai istilah yang digunakan dalam sistem perencanaan daerah, pendekatan dalam proses perencanaan pembangunan, sistem perencanaan pendanaan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah, serta skema koordinasi perencanaan pembangunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Narasumber juga menjelaskan keterkaitan antara dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan proses penyusunan program dan kegiatan pemerintah daerah. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana suatu program pembangunan direncanakan, dianggarkan, dilaksanakan, hingga dipertanggungjawabkan melalui pelaporan keuangan daerah.

Pada sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses perencanaan pembangunan daerah. Salah satu pertanyaan yang menarik membahas mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), khususnya mengenai bagaimana masyarakat memperoleh informasi mengenai pelaksanaannya serta bagaimana pemerintah daerah memastikan usulan masyarakat dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa Musrenbang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain itu, realisasi usulan masyarakat juga mempertimbangkan kesesuaian dengan prioritas pembangunan daerah serta ketersediaan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai konsep akuntabilitas keuangan sektor publik, tetapi juga memahami implementasinya secara langsung di lingkungan pemerintahan daerah. Diharapkan kegiatan Company Visit ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta menjadi bekal dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di masa mendatang.

Kajen (08/06) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture kewirausahaan bertema “The Future of Business: Menyelaraskan Profit, Manusia dan Planet” pada hari Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Grand Lecture Theater Lantai 3 Gedung Laboratorium Rektorat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tersebut menjadi forum akademik yang mempertemukan dunia pendidikan dan praktik bisnis dalam membahas arah perkembangan kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Acara ini dihadiri oleh para dosen FEBI UIN Gus Dur, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai lembaga filantropi.

Kegiatan guest lecture menghadirkan H. Failasuf, Owner Batik Pesisir, sebagai narasumber yang memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Trias Wahyu Aditiya, Owner Onty Cake, yang mampu mengarahkan diskusi secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan antusias.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. AM. Muh. Khafids, M.S., M.Ag., menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial masyarakat dan institusi pendidikan. Menurut beliau, tantangan lingkungan yang semakin kompleks membutuhkan perubahan pola pikir dan perilaku yang lebih ramah terhadap alam.

H. Failasuf menyampaikan materi mengenai motivasi kewirausahaan yang berangkat dari pengalaman nyata dalam membangun dan mengembangkan usaha Batik Pesisir. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, seorang wirausahawan harus memiliki visi jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan.

Lebih lanjut, H. Failasuf memperkenalkan konsep green batik sebagai bentuk inovasi bisnis yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, penerapan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksi bukan hanya menjadi kebutuhan moral, tetapi juga merupakan strategi bisnis yang mampu meningkatkan daya saing usaha di era modern. Konsep tersebut menjadi contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan selaras dengan pengembangan usaha yang produktif dan menguntungkan.

Selain membahas green batik, narasumber juga menyoroti pentingnya membangun wirausaha yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya secara efisien, inovasi yang berkesinambungan, serta komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat. Materi yang disampaikan memberikan inspirasi bagi peserta, khususnya mahasiswa, untuk mulai melihat peluang usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika moderator membuka sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta terkait strategi membangun usaha berkelanjutan, tantangan penerapan konsep bisnis hijau, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis lingkungan di masa depan. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema yang diangkat. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Guest Lecture kewirausahaan ini dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses serta memberikan wawasan yang berharga mengenai pentingnya menyelaraskan profit, manusia, dan planet dalam membangun bisnis masa depan yang berkelanjutan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Hj. Rinda Asytuti, M.Si.

Page 1 of 55