Pekalongan (06/10) Dalam rangka menyusun kurikulum yang adaptif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta tuntutan akreditasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum untuk Program Studi Gizi dan Program Studi Teknik Industri pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Rektorat dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan fakultas, dosen tetap kedua program studi, serta calon dosen pengampu mata kuliah pada program studi baru tersebut.
FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan bahwa kurikulum merupakan bagian integral dari proses perencanaan akademik. “Untuk mewujudkan calon sarjana dari Prodi Gizi dan Prodi Teknik Industri yang kompeten, kita perlu membayangkan profil lulusan empat hingga lima tahun ke depan. Analisis yang mendalam dan berbasis kebutuhan industri serta mengacu pada SN Dikti menjadi kunci utama,” ujar beliau. Lebih lanjut, Prof. Zaenal menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran modern yang mendukung proses pembentukan kompetensi lulusan.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis dalam proses penajaman dan finalisasi kurikulum dua program studi baru. “Kurikulum yang disusun tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan global. FGD ini menjadi forum ilmiah untuk menyerap masukan dari para ahli dan akademisi yang telah berpengalaman dalam pengelolaan program studi sejenis,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan laboratorium sebagai sumber belajar harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran.

Hadir sebagai narasumber utama dalam FGD ini adalah Dr. Nurul Muslihah, SP, M.Kes., Ketua Departemen Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya, dan Dr. Singgih Saptadi, S.T., M.T., Ketua Departemen Teknik Industri, Universitas Diponegoro. Kedua narasumber memberikan pandangan komprehensif mengenai penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan kebutuhan laboratorium, hingga strategi integrasi antara teori dan praktik dalam perkuliahan.
Dr. Nurul Muslihah menekankan pentingnya integrasi kurikulum Gizi dengan perkembangan riset serta layanan masyarakat yang berorientasi pada kesehatan komunitas. Menurutnya, pendidikan Gizi perlu menghasilkan lulusan yang mampu menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang untuk mengakomodasi pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pelatihan laboratorium gizi, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam program intervensi gizi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan laboratorium gizi tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktikum, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan riset yang mendukung peningkatan kualitas akademik di lingkungan kampus.
Sementara itu, Dr. Singgih Saptadi menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum Teknik Industri yang berlandaskan pada sistem dan analisis industri 4.0. Ia menjelaskan bahwa Program Studi Teknik Industri perlu memiliki struktur kurikulum yang fleksibel namun tetap kuat secara analitis, dengan mempertimbangkan kompetensi manajerial, teknis, serta kemampuan berpikir sistemik yang relevan dengan kebutuhan dunia manufaktur dan jasa modern. Selain itu, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi komponen yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan.
Seluruh peserta FGD, termasuk dosen tetap dan calon dosen dari dua program studi baru, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan masukan dan berdiskusi secara aktif. Diskusi mendalam berlangsung mengenai struktur mata kuliah, kompetensi inti dan pendukung, kebutuhan pengembangan laboratorium, serta strategi implementasi kurikulum berbasis outcome. Keterlibatan langsung para akademisi ini mencerminkan komitmen FEBI dalam merancang kurikulum yang berdaya saing dan siap untuk menghadapi proses akreditasi.
FGD ini juga menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan sumber daya manusia dosen serta penguatan kapasitas laboratorium sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Dalam diskusi, muncul kesepahaman bahwa laboratorium bukan hanya ruang praktikum, melainkan media strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa serta memperkuat pencapaian CPL secara holistik.
Dengan terselenggaranya FGD ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan keseriusannya dalam mempersiapkan Program Studi Gizi dan Teknik Industri agar dapat meraih akreditasi unggul sejak awal pendiriannya. Kurikulum yang dirancang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, serta adaptif terhadap dinamika industri dan masyarakat global.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd
