Friday, 10 October 2025 13:50

FEBI UIN GUSDUR DAN BAPPERIDA KOTA PEKALONGAN KOLABORASI RISET PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Pekalongan (10/10) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Pekalongan melalui kegiatan riset kolaboratif tahun 2025. Ekspose laporan akhir riset bersama dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 Oktober 2025, di Ruang Rapat BPK Lantai 2 BPKAD Kota Pekalongan dengan dihadiri para kepala dinas, para camat, lurah, organisasi masyarakat, fungsional Bapperida, serta para dekan di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga dan menjadi bagian dari implementasi Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menekankan pentingnya kolaborasi eksternal dalam tridharma perguruan tinggi, peningkatan daya saing global, serta penjaminan mutu berbasis kolaborasi dan dampak nyata.

Penelitian dengan tema “Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pendekatan Antropologi” ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika sosial, budaya, dan religius masyarakat miskin di Kota Pekalongan. Melalui pendekatan antropologis, riset ini diharapkan dapat merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih humanistik, inklusif, dan kontekstual dengan karakter masyarakat pesisir.

Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, ST., M.T., menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini.

“Kemiskinan adalah persoalan kompleks yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya. Kolaborasi penelitian dengan UIN Gusdur diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pekalongan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Kuat Ismanto, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI UIN Gusdur, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Riset bersama Bapperida menjadi wujud komitmen FEBI untuk menghadirkan penelitian yang berdampak sosial dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Kota Pekalongan bersifat multidimensi:

1. Dari aspek teologis, kemiskinan dipahami sebagai ujian yang menumbuhkan nilai-nilai sabar dan solidaritas sosial.

2. Dari sisi struktural, faktor utama kemiskinan adalah keterbatasan akses terhadap pendidikan, keterampilan, dan lapangan kerja.

3. Dari dimensi kultural, kemiskinan sering dipandang sebagai kondisi turun-temurun yang membentuk pola pikir masyarakat terhadap ekonomi.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat Pekalongan memiliki strategi bertahan hidup berbasis social caring dan social networking. Dukungan sosial melalui zakat, sedekah, dan solidaritas warga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi rumah tangga miskin, sementara jaringan sosial membantu masyarakat memperoleh akses informasi, pekerjaan, dan modal usaha.

Melalui riset ini, UIN Gusdur dan Bapperida berhasil memperluas paradigma penanggulangan kemiskinan dari pendekatan ekonomistik menuju pendekatan yang lebih humanistik dan kultural. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar empiris bagi perumusan kebijakan pembangunan inklusif berbasis budaya lokal di Kota Pekalongan.

Kerja sama riset ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi eksternal antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat memperkuat mutu akademik, meningkatkan relevansi hasil penelitian, serta mendukung terwujudnya akreditasi unggul sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.