Thursday, 09 October 2025 15:57

FEBI UIN GUS DUR SAMBUT TIM BENCHMARKING FEBI UIN SUNAN KUDUS: SINERGI PENGUATAN TATA KELOLA AKREDITASI PERBANKAN SYARIAH

Kajen (09/10) - Dalam upaya meningkatkan mutu akademik dan tata kelola akreditasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus melaksanakan kegiatan benchmarking ke FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan pada hari Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan yang bertempat di meeting room lantai 3 FEBI tersebut menjadi bagian penting dari agenda penguatan sistem penjaminan mutu internal serta optimalisasi akreditasi Program Studi Perbankan Syariah.

Dalam sambutan pembuka, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerjasama FEBI UIN Sunan Kudus, Dr. H. Murtadho Ridwan, M.Sh., menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan wujud komitmen bersama antar fakultas dalam memperkuat tata kelola dan berbagi praktik terbaik akreditasi. Ia menjelaskan bahwa FEBI UIN Sunan Kudus saat ini mengelola lima program studi dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 2.800 orang. “Kami memiliki beberapa laboratorium pendukung, di antaranya Mini Bank, Laboratorium ZISWAF, dan Laboratorium Wirausahaku sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa,” tuturnya.

Dr. Murtadho juga menambahkan bahwa sinergi dengan lembaga eksternal menjadi salah satu faktor penentu dalam penguatan mutu akademik. Tahun ini, FEBI UIN Sunan Kudus menerima permintaan data dari BAZNAS Pusat melalui BAZNAS Kudus dan akan memperoleh dukungan berupa bantuan kelembagaan. “Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf juga mendapatkan beasiswa partnership dari BAZNAS Kudus sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan pengabdian masyarakat,” ujarnya. Selain itu, FEBI UIN Suanan Kudus telah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan 235 mahasiswa mengikuti program magang di luar perguruan tinggi bahkan hingga luar Pulau Jawa dengan durasi tiga hingga enam bulan.

Sementara itu, Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. AM . Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyambut hangat kedatangan tim FEBI UIN Sunan Kudus. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat tata kelola fakultas berbasis akreditasi. “FEBI UIN Gus Dur merupakan fakultas pertama yang berpindah ke kampus 2 Bojong dengan dukungan pendanaan SBSN. Saat ini, di depan tengah dibangun Gedung Rektorat dan Laboratorium Terpadu sebagai bagian dari penguatan infrastruktur akademik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Khafidz memaparkan bahwa FEBI UIN Gus Dur merupakan hasil pemekaran dari jurusan Syariah dan Ekonomi Islam pada masa IAIN Pekalongan. Fakultas ini kini mengelola delapan program studi dengan total mahasiswa 2.960 dan bernaung di bawah empat Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) berbeda. “Kami berupaya menyesuaikan standar akademik dengan SPMI dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak melalui kegiatan guest lecture, riset kolaboratif, dan pengembangan prodi berbasis keunggulan lokal,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, pengelola Prodi Perbankan Syariah, dan Tim Penjamin Mutu FEBI.

Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan  FEBI UIN Gus Dur, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menjelaskan arah kebijakan akademik terkait implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan amanah SK Rektor, ia membantu dekan dalam penyusunan kurikulum OBE yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2025/2026. “Kita perlu mewaspadai proses pengukuran capaian pembelajaran lulusan (CPL). Prodi baru perlu disiapkan secara matang agar memiliki keunggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tuntutan akreditasi,” tegasnya.

Dr. Kuat juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan publikasi ilmiah dalam menunjang nilai akreditasi. “Kita perlu belajar bersama dalam pengelolaan jurnal dan sistem publikasi yang mendukung peningkatan mutu. Kami sedang merancang sistem akademik yang tidak hanya memenuhi standar LAM, tetapi juga berkontribusi pada reputasi ilmiah fakultas,” paparnya dalam sesi tanya jawab. Beberapa peserta dari FEBI UIN Kudus menanyakan strategi pengukuran CPL serta integrasi MBKM dalam dokumen akreditasi program studi.

Kemudian, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI UIN Gus Dur, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., turut memberikan pandangan strategis terkait penyusunan dan pengelolaan dokumen akreditasi. Ia menekankan pentingnya telaah berkelanjutan terhadap setiap standar, baik internal maupun eksternal. “Dokumen akreditasi harus bisa melampaui SN Dikti dan Renstra. Sertifikat ISO juga menjadi indikator penting dalam penguatan tata pamong fakultas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa budaya akademik yang produktif perlu terus dikembangkan, termasuk dengan mendorong mahasiswa aktif menulis di jurnal ilmiah dan menghasilkan karya yang dapat didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi diskusi, Shulthoni mengajak kedua fakultas untuk membangun sinergi dalam penjaminan mutu melalui pertukaran pengalaman dan peer review dokumen akreditasi. “Kami juga berupaya mendata mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik sebagai bagian dari indikator kinerja fakultas,” tambahnya. Para peserta tampak antusias, terutama ketika membahas strategi penyusunan borang akreditasi LAM Perbankan Syariah yang efektif dan efisien.

Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan sesi diskusi terbuka dan pertukaran cenderamata antara FEBI UIN Kudus dan FEBI UIN Gus Dur Pekalongan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam bidang akreditasi, penjaminan mutu, serta penguatan kurikulum berbasis OBE. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Kudus berharap dapat memperkaya wawasan dan strategi peningkatan mutu tata kelola akreditasi, sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam mewujudkan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing nasional.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd