Kajen (17/10) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Artificial Intelligence (AI) Bidang Akademik pada hari Jum’at, 17 Oktober 2025 bertempat di Meeting Room lantai 3 FEBI. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen FEBI sebagai upaya peningkatan kapasitas akademik dalam menghadapi era digital dan mendukung peningkatan mutu kelembagaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber, moderator, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil perencanaan panjang sejak tahun 2024. “Pada pertengahan Januari 2025 sempat dilakukan efisiensi anggaran, dan baru pada bulan Juli terjadi relaksasi, sehingga Alhamdulillah kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menegaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini membawa banyak perubahan positif yang menjadikan berbagai aktivitas lebih efisien, sederhana, dan praktis. Namun, kemajuan tersebut juga menuntut kesiapan para akademisi untuk beradaptasi secara cepat dan efektif. “Para dosen harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan bahkan harus lebih maju dibandingkan mahasiswa agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Workshop menghadirkan narasumber Wahyono, S.Kom., Ph.D., dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang menyampaikan materi tentang konsep dasar dan penerapan Artificial Intelligence dalam bidang akademik. Dalam paparannya, Wahyono menjelaskan bahwa AI atau Akal Imitasi merupakan sistem yang meniru kemampuan berpikir manusia, baik kemampuan umum maupun kemampuan seorang pakar (expert). “AI bekerja dengan mengidentifikasi, mempelajari, dan memprediksi pola-pola dari data yang tersedia, tergantung pada kualitas data dan alat bantu yang digunakan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan AI kini sudah tidak bisa dibendung seiring dengan pesatnya kemajuan internet, media sosial, dan berbagai platform digital. “AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari sistem kehidupan dan pendidikan kita. Oleh karena itu, dosen dan akademisi harus aktif dalam memverifikasi, mengecek, serta memvalidasi data yang digunakan dalam penelitian dan pengajaran,” ungkapnya.
Menurut Wahyono, tantangan utama bukan pada kemampuan AI itu sendiri, tetapi pada bagaimana manusia mengelola dan memastikan keaslian data. Data yang kurang inovatif dan tidak orisinal akan menghasilkan analisis yang lemah dan menyesatkan. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya etika, tanggung jawab, serta kepekaan akademik dalam pemanfaatan AI agar tidak menghilangkan esensi berpikir kritis dan kreativitas manusia.
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Indra Kurniawan, M.Kom., dosen FEBI yang dikenal dengan gaya penyampaian akademis dan interaktif. Dalam sesi tanya jawab, para dosen aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan penerapan AI dalam bidang akademik, seperti penggunaan AI dalam analisis data penelitian, evaluasi pembelajaran, hingga sistem penjaminan mutu. Diskusi yang dinamis tersebut memperkaya pemahaman peserta tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai akademik.
Dengan terselenggaranya workshop ini, FEBI berharap para dosen dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Workshop ini menjadi salah satu langkah konkret FEBI dalam memperkuat kapasitas akademik dosen dan mendorong tercapainya visi fakultas menuju akreditasi unggul berbasis inovasi dan teknologi.
Penulis : Nuzulul.
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
