FEBI

FEBI

Kajen (08/05) Para Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Sosialisasi Kenaikan Jabatan Dosen yang diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Ballroom Rektorat Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus II UIN Gus Dur Pekalongan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan tata kelola sumber daya manusia dan peningkatan mutu akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber utama, Muhammad Aziz Hakim, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai mekanisme kenaikan jabatan akademik dosen, regulasi terbaru, serta strategi percepatan pengembangan karier dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Aziz Hakim menegaskan bahwa kenaikan jabatan akademik dosen tidak hanya dipahami sebagai bentuk penghargaan administratif, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi. Menurutnya, dosen dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan berbagai ketentuan terkait penyusunan angka kredit, pemenuhan luaran akademik, hingga pentingnya publikasi pada jurnal bereputasi sebagai bagian dari persyaratan kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dosen dalam pengembangan karier akademik di era transformasi pendidikan tinggi saat ini.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum strategis bagi para dosen FEBI untuk memperkuat pemahaman terkait tata kelola karier akademik secara profesional dan terarah. Melalui kegiatan tersebut, para dosen diharapkan mampu menyusun perencanaan pengembangan kompetensi secara sistematis sesuai dengan roadmap akademik masing-masing.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi dosen dalam mempersiapkan jenjang karier dan peningkatan jabatan akademik secara optimal.

Beliau mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas dan jenjang jabatan dosen merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan mutu institusi dan akreditasi perguruan tinggi. Oleh karena itu, FEBI terus mendorong para dosen untuk aktif meningkatkan kapasitas akademik melalui penelitian, publikasi ilmiah, pelatihan, serta keterlibatan dalam forum akademik nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Dekan FEBI menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia akademik menjadi prioritas utama fakultas dalam mendukung terciptanya budaya akademik yang unggul, adaptif, dan kompetitif. Dengan semakin meningkatnya jumlah dosen yang memiliki jabatan akademik tinggi, diharapkan kualitas layanan pendidikan dan reputasi institusi juga semakin meningkat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Kenaikan Jabatan Dosen ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan profesionalisme dosen dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengembangan karier akademik dosen sekaligus memperkuat daya saing institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.Ag.

Kajen (06/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terus berkomitmen dalam memperkuat atmosfer akademik yang inklusif dan berwawasan global. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan narasumber internasional dari Thailand, yakni Dr. Bandit Aroman dari Krirk University.

Kegiatan ini mengangkat tema besar terkait tantangan standar halal di negara-negara non-Muslim di kawasan ASEAN. Dalam pemaparannya, Dr. Bandit menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi halal global mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan diproyeksikan mencapai USD 9,5–10,5 triliun pada tahun 2030 . Hal ini menjadikan industri halal tidak hanya sebagai kebutuhan religius, tetapi juga sebagai pendorong utama perdagangan internasional dan pembangunan ekonomi.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa negara-negara non-Muslim seperti Thailand, Singapura, Vietnam, dan Filipina menghadapi berbagai tantangan dalam implementasi standar halal, di antaranya belum adanya harmonisasi standar, keterbatasan kapasitas institusi, serta kompleksitas dalam menjaga integritas rantai pasok halal . Namun demikian, peluang pengembangan industri halal tetap terbuka luas melalui penguatan kerja sama regional ASEAN dan peningkatan sistem sertifikasi halal yang kredibel.

Dekan FEBI, Dr. Hafidz Makshum, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan narasumber dalam mengisi kuliah tamu internasional tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun atmosfer akademik yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan FEBI. Selain itu, beliau juga mendorong para dosen untuk turut aktif berkontribusi dalam menumbuhkan semangat akademik yang positif melalui kegiatan ilmiah, kolaborasi riset, dan forum-forum diskusi internasional.

Selaku penyelenggara, Wakil Dekan I FEBI, Dr. Kuat Ismanto, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dosen tamu internasional lainnya di masa mendatang. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di lingkungan FEBI.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peneliti di lingkungan FEBI dengan antusias. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu kontemporer dalam pengembangan ekonomi halal global.

Dengan terselenggaranya International Guest Lecture ini, FEBI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang dinamis, kolaboratif, dan berorientasi global dalam mendukung pengembangan keilmuan dan riset di bidang ekonomi syariah.

Penulis             : Nuzulul

Editor               : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.

Kajen (06/05) Kegiatan International Guest Lecture bertajuk “Expand Your Global Insight Through an International Academic Discussion” sukses diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema strategis “Challenges of Halal Standards in Non-Muslim States Among ASEAN Nations”, yang relevan dengan dinamika global industri halal. Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Bandit Aroman dari Krirk University, Thailand, serta dipandu seorang dosen FEBI, Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusional FEBI dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas keilmuan sivitas akademika dalam merespons isu-isu global, khususnya terkait pengembangan industri halal di kawasan ASEAN. Melalui forum ini, peserta mendapatkan perspektif komprehensif mengenai tantangan implementasi standar halal di negara-negara dengan mayoritas non-Muslim.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Bandit Aroman serta para dosen yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan kedua dalam rangka membahas potensi kerja sama antara Krirk University dengan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, khususnya dalam bidang riset produk halal.

Lebih lanjut, Dekan FEBI menekankan bahwa penguatan kolaborasi internasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing institusi. Kerja sama riset produk halal diharapkan mampu menghasilkan inovasi serta kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional maupun global.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Bandit Aroman menyampaikan topik berjudul “The Halal Imperative: Navigating Standards and Trade in Non-Muslim ASEAN States, Mapping the 7 Markets: A Strategic Diagnostic”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa standar halal tidak hanya menjadi isu keagamaan, tetapi juga telah berkembang menjadi instrumen penting dalam perdagangan internasional dan strategi pasar.

Dr. Bandit juga menguraikan tantangan utama yang dihadapi negara-negara ASEAN non-Muslim dalam mengadopsi dan mengimplementasikan standar halal, seperti perbedaan regulasi, keterbatasan infrastruktur sertifikasi, serta kompleksitas koordinasi antar lembaga. Selain itu, ia menekankan pentingnya harmonisasi standar halal guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Pendekatan pemetaan tujuh pasar (mapping the 7 markets) yang disampaikan menjadi salah satu poin strategis dalam memahami karakteristik dan potensi masing-masing negara. Analisis ini memberikan gambaran diagnostik yang komprehensif terkait peluang dan tantangan dalam pengembangan industri halal di kawasan ASEAN.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, terutama ketika moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait implementasi standar halal, peluang riset kolaboratif, serta strategi penguatan industri halal di Indonesia dan ASEAN.

Secara keseluruhan, International Guest Lecture ini berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya wawasan global peserta. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk terus mengembangkan kolaborasi internasional dan meningkatkan kualitas akademik berbasis isu-isu strategis global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.

Pekalongan (05/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan pembekalan mahasiswa dalam rangkaian Yudisium Sarjana ke-54 pada hari Selasa, 5 Mei 2026 di Hotel dafam Pekalongan dengan menghadirkan narasumber Dr. Siti Mumun Muniroh. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan agar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Pembekalan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yudisium.

Dalam pemaparannya, Dr. Siti Mumun Muniroh mengangkat tema fenomena overthinking career yang banyak dialami oleh generasi masa kini, khususnya para lulusan baru. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini muncul ketika individu terlalu banyak mempertimbangkan pilihan karier hingga menimbulkan kecemasan dan kebingungan dalam menentukan langkah ke depan. Fenomena ini, menurutnya, menjadi tantangan nyata yang perlu disadari dan diatasi oleh para lulusan.

Lebih lanjut, ia menguraikan beberapa penyebab utama dari fenomena tersebut, di antaranya adalah quarter life crisis, yaitu fase kebingungan yang dialami individu pada usia awal dewasa dalam menentukan arah hidup. Selain itu, social comparison theory juga menjadi faktor yang mendorong individu untuk terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Ditambah lagi dengan adanya fear of missing out (FOMO), yang membuat seseorang merasa tertinggal jika tidak mengikuti tren atau pencapaian tertentu, sehingga memperparah tekanan psikologis dalam menentukan karier.

Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, Dr. Siti Mumun Muniroh menekankan pentingnya membekali diri dengan berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyebutkan bahwa kemampuan adaptasi, komunikasi yang efektif, serta membangun jejaring (networking) menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Selain itu, penguatan digital branding juga dinilai penting agar lulusan mampu memposisikan diri secara strategis di era digital.

Ia juga menambahkan pentingnya self-awareness (kesadaran diri) sebagai fondasi utama dalam menentukan arah karier. Menurutnya, pemahaman terhadap potensi diri, minat, nilai hidup, serta kekuatan dan kelemahan pribadi akan membantu individu dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan terarah. Dengan memiliki kesadaran diri yang baik, lulusan tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan sosial maupun perbandingan dengan orang lain, melainkan mampu melangkah sesuai dengan kapasitas dan tujuan hidupnya masing-masing.

Tidak hanya itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun identitas diri secara bertahap dan tidak terburu-buru dalam menentukan arah karier. Proses pencarian jati diri, menurutnya, merupakan perjalanan yang wajar dan perlu dilalui dengan kesabaran serta refleksi diri yang mendalam. Dengan demikian, setiap individu dapat menemukan potensi terbaiknya tanpa terjebak dalam tekanan sosial yang berlebihan.

Menutup sesi pembekalan, Dr. Siti Mumun Muniroh berpesan agar para lulusan terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang solutif, cepat belajar, dan adaptif terhadap perubahan. Ia menegaskan bahwa dunia kerja membutuhkan individu yang mampu menjadi problem solver dan pembelajar sepanjang hayat. Dengan bekal tersebut, diharapkan lulusan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kesiapan yang matang.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.Top of Form

Pekalongan (05/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar Yudisium Sarjana ke-54 sebagai bentuk pengukuhan kelulusan mahasiswa program sarjana, Program Studi Ekonomi Syari’ah, Akuntansi Syari’ah, dan Perbankan Syari’ah. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian studi akademik pada hari Selasa, 5 Mei 2026 di Hotel Dafam Pekalongan. Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium yang tampak antusias mengikuti prosesi ini.

Dekan FEBI, Dr. H. A.M. Muh. Khafidz Ma'shum, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Ia menegaskan, “Selamat kepada para peserta yudisium ke-54 yang telah sukses menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.” Ucapan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan akademik mahasiswa selama menempuh pendidikan di FEBI.

Lebih lanjut, Dekan mengingatkan bahwa pencapaian gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari fase kehidupan berikutnya. Ia menyampaikan, “Bersyukur atas pencapaian gelar sarjana yang akan segera didapat dan perlu diingat bahwa selesai S1 ini bukan akhir tetapi permulaan menuju anak tangga kehidupan selanjutnya.” Pesan ini menegaskan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial yang semakin dinamis.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya menghargai peran dosen dalam proses pembelajaran. “Bekal dari dosen-dosen di prodi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid, maka jangan melupakan jasa mereka karena mereka telah berjasa dalam memberi warna keilmuan yang saudara dapatkan. Karena itu, almamater saudara sampai kapanpun akan terbawa dalam tahapan kehidupan berikutnya,” ungkapnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa relasi akademik memiliki nilai jangka panjang dalam perjalanan karier lulusan.

Selain itu, Dekan juga mengajak para lulusan untuk tidak melupakan peran orang tua dalam keberhasilan mereka. Ia menyampaikan, “Ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu saudara yang telah memberikan amanah untuk mendidik saudara selama 4 tahun. Mudah-mudahan ini sebagai salah satu pencapaian akademik yang telah lama dicita-citakan.” Ungkapan tersebut menambah suasana haru dalam prosesi yudisium, mengingat besarnya dukungan keluarga dalam proses pendidikan mahasiswa.

Menutup sambutannya, Dekan berharap proses pendidikan yang telah dilalui mampu menjadi bekal utama dalam kehidupan profesional. “Proses pendidikan dan pengajaran di FEBI diharapkan menjadi bekal saudara dalam mengarungi kehidupan di dunia kerja,” tegasnya. Dengan terselenggaranya Yudisium Sarjana ke-54 ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di masa depan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.Top of Form

Kajen (05/05) Kegiatan Inbound International Student Mobility yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berlangsung dengan penuh antusias pada hari Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di ruang meeting fakultas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan wawasan global mahasiswa melalui interaksi langsung dengan mahasiswa asing.

Program ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta budaya antara mahasiswa FEBI dengan mahasiswa internasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik yang lebih luas, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya yang menjadi kebutuhan penting di era globalisasi.

Dalam kegiatan tersebut, dosen FEBI, Muh. Izzat Firdausi, M.Sc., menyampaikan paparan yang menyoroti kondisi demografis mahasiswa FEBI. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa FEBI berasal dari wilayah sekitar kampus, seperti Pekalongan, Batang, Pemalang, dan Tegal. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas geografis mahasiswa masih relatif terbatas, sehingga kehadiran program internasional seperti ini menjadi sangat penting dalam membuka wawasan global mereka.

Lebih lanjut, Izzat menegaskan bahwa kesempatan untuk mengenal mahasiswa dari berbagai negara merupakan pengalaman berharga yang jarang diperoleh dalam konteks pembelajaran konvensional. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa FEBI menyambut baik kesempatan ini sebagai sarana untuk memperluas relasi dan membangun pertemanan lintas negara yang berpotensi memberikan dampak jangka panjang dalam pengembangan karier dan jejaring profesional.

Pada poin berikutnya, Izzat menjelaskan bahwa menjalin pertemanan dengan individu baru, khususnya dari latar belakang yang berbeda, merupakan bagian dari implementasi nilai silaturahim dalam perspektif sosial dan keilmuan. Aktivitas ini juga sejalan dengan capaian pembelajaran dalam berbagai mata kuliah di FEBI yang menekankan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan penguatan jejaring sebagai modal utama dalam dunia kerja.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan membangun jejaring (networking) menjadi salah satu kompetensi kunci yang harus dimiliki mahasiswa di era modern. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa asing, peserta kegiatan tidak hanya belajar memahami perbedaan, tetapi juga mengembangkan sikap terbuka dan adaptif terhadap keberagaman yang ada.

Dalam paparannya, Izzat turut menyoroti dinamika globalisasi yang telah mengubah cara manusia berinteraksi. Ia menyatakan bahwa perbedaan budaya dan bahasa kini bukan lagi menjadi hambatan yang signifikan, mengingat perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan komunikasi lintas negara menjadi lebih mudah dan efektif.

Menurutnya, berbagai platform digital dan teknologi komunikasi saat ini telah menjembatani perbedaan bahasa melalui fitur penerjemahan dan media interaktif lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk membangun komunikasi yang produktif dan memperluas jejaring internasional secara berkelanjutan.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa FEBI dalam berinteraksi dengan mahasiswa asing. Dialog yang terjalin mencerminkan semangat kolaboratif serta keinginan kuat untuk memahami perspektif global. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi global dan kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural.

Penulis             : Nuzulul

Editor               : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.

Kajen (05/05) Calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali meneguhkan komitmen terhadap tradisi kebaikan melalui praktik wakaf kolektif atau wakaf jama’i pada Selasa, 5 Mei 2026 di Hotel Dafam Pekalongan. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Tradisi yang telah berlangsung dalam beberapa periode wisuda ini tidak hanya menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa menjelang kelulusan, tetapi juga mencerminkan kesadaran mereka dalam meninggalkan warisan spiritual bagi almamater. Dengan kesadaran sosial dan religius yang kuat, para calon sarjana sepakat menghimpun dana wakaf secara gotong royong, sehingga momen wisuda tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga sarana pengabdian bagi kampus dan masyarakat.

Gerakan wakaf kolektif ini diinisiasi oleh koordinator calon wisudawan FEBI dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas yang sejak awal mendorong pemahaman mahasiswa terhadap peran wakaf dalam membangun peradaban Islam. Para calon wisudawan kemudian mengumpulkan dana secara sukarela, baik melalui kontribusi pribadi maupun penggalangan dana internal di tingkat angkatan. Pihak fakultas turut memastikan bahwa proses penghimpunan berjalan secara transparan dan akuntabel. Antusiasme para calon wisudawan mencerminkan semangat kebersamaan, di mana wakaf dipandang sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pendidikan yang telah mereka tempuh.

Pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan merupakan salah satu program strategis kampus dalam memperkuat integrasi antara keilmuan dan spiritualitas di lingkungan akademik. Masjid ini direncanakan menjadi pusat aktivitas akademik dan keagamaan, seperti kajian ilmiah, pembinaan karakter, serta pengembangan kegiatan Ziswaf berbasis kampus. Oleh karena itu, partisipasi calon wisudawan FEBI melalui wakaf jama’i menjadi kontribusi penting dalam mempercepat realisasi pembangunan tersebut. Para calon wisudawan pun merasa bangga dapat berperan dalam pembangunan fasilitas ibadah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh ribuan mahasiswa lintas fakultas.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, H. M. Shulthoni, M.S.I., Ph.D., memberikan apresiasi atas inisiatif para calon wisudawan. Ia menilai bahwa tradisi wakaf kolektif ini tidak hanya menunjukkan pemahaman teoritis mahasiswa terkait ekonomi syariah dan wakaf uang, tetapi juga mencerminkan implementasi nyata dari ilmu yang telah dipelajari. Praktik ini dipandang sebagai bentuk pembelajaran berkelanjutan, di mana wakaf tidak hanya dipahami sebagai konsep hukum dan ekonomi, melainkan juga sebagai instrumen sosial yang memberikan manfaat jangka panjang. FEBI pun berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan di setiap periode wisuda.

Dalam prosesi penyerahan simbolis wakaf kolektif sebesar Rp24.650.000 (dua puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah), suasana penuh haru dan kebersamaan begitu terasa. Para calon wisudawan berharap agar wakaf yang diberikan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya seiring pemanfaatan masjid untuk kegiatan ibadah dan pendidikan. Mereka juga berharap agar pembangunan masjid kampus dapat segera diselesaikan dan berfungsi sebagai pusat peradaban Islam yang inklusif, progresif, serta berorientasi pada pemberdayaan umat. Tradisi wakaf jama’i ini menjadi bukti bahwa wisudawan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai calon profesional dan pemimpin di masa depan.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.Top of Form

Kajen (04/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi kelembagaan melalui penyelenggaraan forum strategis bertajuk “Resiliensi ekonomi di tengah gejolak geopolitik global”. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata kerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Acara diselenggarakan pada hari Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta dihadiri oleh akademisi, praktisi, dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FEBI menekankan pentingnya membaca arah kebijakan ekonomi nasional secara komprehensif. Ia menyampaikan bahwa kebijakan makroprudensial yang diterapkan oleh Bank Indonesia serta kebijakan mikroprudensial oleh Otoritas Jasa Keuangan perlu dicermati secara serius. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap kedua instrumen tersebut menjadi kunci agar ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi tekanan dan ketidakpastian akibat dinamika geopolitik global.

Perwakilan dari Bank Indonesia dalam forum tersebut menyoroti tiga fokus utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pertama, penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Kedua, pengendalian inflasi yang tetap menjadi prioritas utama melalui kebijakan yang terukur dan berbasis data. Ketiga, pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Sementara itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sinergi lintas lembaga. OJK menekankan pentingnya membangun ekosistem stabilitas nasional yang melibatkan koordinasi erat antara Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan sistem keuangan tetap stabil dan adaptif terhadap berbagai potensi krisis.

Dari sisi akademik, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi dan pemangku kebijakan untuk berdiskusi dan merumuskan solusi bersama. IAEI menilai bahwa tekanan geopolitik global berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang berdampak luas, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif berbasis keilmuan untuk menemukan strategi mitigasi yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tidak hanya memperkuat implementasi kerja sama kelembagaan, tetapi juga mempertegas perannya sebagai pusat kajian ekonomi syariah yang responsif terhadap isu global. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan strategis yang dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta memberikan arah kebijakan yang adaptif dalam menghadapi tantangan geopolitik global di masa mendatang.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.

Kajen (27/04) Dalam upaya memperkuat tata kelola dan mutu publikasi ilmiah, Jurnal Sahmiyya menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peningkatan Kualitas Jurnal Sahmiyya". Acara ini dilaksanakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Senin, 27 April 2026. 

​Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB  di Meeting Room lt. 3 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya standar akreditasi sebagai bentuk penjaminan mutu jurnal ilmiah agar mendapatkan pengakuan resmi secara nasional maupun internasional. 

​Hadir sebagai narasumber utama dalam FGD ini adalah Dr. Nur Hamid, M.Sc., seorang akademisi dari UIN Walisongo Semarang. Dr. Nur Hamid memiliki rekam jejak luas dalam dunia publikasi, di antaranya sebagai Editor in Chief pada International Journal of Social Learning (Sinta 2) serta editor di jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus Q1 seperti Educational Technology and Society. 

​Dalam pemaparannya, Dr. Nur Hamid memberikan bedah mendalam mengenai instrumen penilaian akreditasi terbaru. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi: 

Persyaratan Dasar: Kewajiban memiliki E-ISSN, DOI yang aktif, serta mencantumkan publication ethics statement secara jelas di laman jurnal. 

Kualitas Substansi: Pentingnya orisinalitas karya (novelty), kedalaman analisis, serta kemutakhiran pustaka acuan yang minimal 80% berasal dari sumber primer. 

​Manajemen Jurnal: Penguatan peran Editorial Board dari berbagai institusi (diversity editor) serta proses peer-review yang substantif dan terdokumentasi dengan baik di sistem OJS. 

​Strategi Indeksasi: Langkah-langkah agar jurnal terindeks di lembaga internasional seperti DOAJ hingga pengindeks bereputasi seperti Scopus. 

​Dr. Nur Hamid juga mengingatkan agar pengelola jurnal selalu tertib dalam jadwal terbit dan menghindari kesalahan umum seperti statistik kunjungan (statcounter) yang tidak terbaca atau kesalahan tata letak naskah. 

​Melalui FGD ini, tim pengelola Jurnal Sahmiyya diharapkan dapat segera melakukan evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan peringkat akreditasi dan daya saing jurnal di kancah ilmiah global.

Kajen (21/04) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Dissertation on Stage (DoS) pada hari Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik dan diseminasi hasil riset dosen kepada sivitas akademika. Forum ini menghadirkan dosen FEBI, Dr. Muhammad Nasrullah, S.E., M.S.I., yang mempresentasikan disertasinya berjudul “The Role of Falah Entrepreneurial Orientation (Falah EO) for Enhancing Batik MSMEs Performance.”

Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi, khususnya dosen di lingkungan FEBI UIN Gus Dur, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan keilmuan berbasis riset. Acara dipandu oleh moderator Muhamad Alfan. M.Hum., yang secara sistematis mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung interaktif dan kondusif. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang keilmuan turut memperkaya perspektif dalam memahami substansi penelitian yang dipaparkan.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan DoS sebagai wadah akademik yang produktif. Ia menyampaikan bahwa forum semacam ini perlu dilestarikan guna menjaga dinamika intelektual di lingkungan kampus. Menurutnya, komunikasi ilmiah yang intensif menjadi salah satu kunci dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat.

Lebih lanjut, Dr. Kuat Ismanto menekankan bahwa kegiatan DoS tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan pengayaan keilmuan. Melalui diskusi akademik yang terbuka, diharapkan terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif antar dosen. Hal ini sejalan dengan visi institusi dalam mendorong peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Dalam paparannya, Dr. Muhammad Nasrullah menjelaskan konsep Falah Entrepreneurial Orientation (Falah EO) sebagai pendekatan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada nilai-nilai kesejahteraan (falah) dalam perspektif ekonomi Islam. Konsep ini menekankan integrasi antara dimensi spiritual, etika, dan ekonomi dalam praktik kewirausahaan, khususnya pada sektor UMKM batik.

Ia mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja UMKM batik dapat dicapai melalui penerapan Falah EO yang didukung oleh pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan. Selain itu, pelaku usaha juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisis aktivitas pesaing sebagai bagian dari strategi adaptif di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Lebih jauh, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai falah dalam orientasi kewirausahaan memberikan dampak positif terhadap performa usaha, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Hal ini mencerminkan bahwa keberhasilan UMKM tidak semata diukur dari profitabilitas, tetapi juga dari keberkahan dan keberlanjutan usaha yang dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariah.

Memasuki sesi tanya jawab, suasana diskusi menjadi lebih rileks dan dinamis. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta memberikan tanggapan kritis terhadap materi yang disampaikan. Interaksi ini menciptakan nuansa akademik yang dialogis sekaligus mempererat hubungan intelektual antar peserta, meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring.

Secara keseluruhan, kegiatan Dissertation on Stage (DoS) ini berhasil menjadi ruang akademik yang inspiratif dan produktif. Selain memperluas wawasan keilmuan, forum ini juga memperkuat komitmen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengembangkan budaya riset yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor UMKM berbasis nilai-nilai ekonomi Islam.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.

Page 1 of 54