Pekalongan (05/05) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan pembekalan mahasiswa dalam rangkaian Yudisium Sarjana ke-54 pada hari Selasa, 5 Mei 2026 di Hotel dafam Pekalongan dengan menghadirkan narasumber Dr. Siti Mumun Muniroh. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan agar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Pembekalan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yudisium.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Mumun Muniroh mengangkat tema fenomena overthinking career yang banyak dialami oleh generasi masa kini, khususnya para lulusan baru. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini muncul ketika individu terlalu banyak mempertimbangkan pilihan karier hingga menimbulkan kecemasan dan kebingungan dalam menentukan langkah ke depan. Fenomena ini, menurutnya, menjadi tantangan nyata yang perlu disadari dan diatasi oleh para lulusan.
Lebih lanjut, ia menguraikan beberapa penyebab utama dari fenomena tersebut, di antaranya adalah quarter life crisis, yaitu fase kebingungan yang dialami individu pada usia awal dewasa dalam menentukan arah hidup. Selain itu, social comparison theory juga menjadi faktor yang mendorong individu untuk terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Ditambah lagi dengan adanya fear of missing out (FOMO), yang membuat seseorang merasa tertinggal jika tidak mengikuti tren atau pencapaian tertentu, sehingga memperparah tekanan psikologis dalam menentukan karier.
Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, Dr. Siti Mumun Muniroh menekankan pentingnya membekali diri dengan berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyebutkan bahwa kemampuan adaptasi, komunikasi yang efektif, serta membangun jejaring (networking) menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Selain itu, penguatan digital branding juga dinilai penting agar lulusan mampu memposisikan diri secara strategis di era digital.
Ia juga menambahkan pentingnya self-awareness (kesadaran diri) sebagai fondasi utama dalam menentukan arah karier. Menurutnya, pemahaman terhadap potensi diri, minat, nilai hidup, serta kekuatan dan kelemahan pribadi akan membantu individu dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan terarah. Dengan memiliki kesadaran diri yang baik, lulusan tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan sosial maupun perbandingan dengan orang lain, melainkan mampu melangkah sesuai dengan kapasitas dan tujuan hidupnya masing-masing.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun identitas diri secara bertahap dan tidak terburu-buru dalam menentukan arah karier. Proses pencarian jati diri, menurutnya, merupakan perjalanan yang wajar dan perlu dilalui dengan kesabaran serta refleksi diri yang mendalam. Dengan demikian, setiap individu dapat menemukan potensi terbaiknya tanpa terjebak dalam tekanan sosial yang berlebihan.
Menutup sesi pembekalan, Dr. Siti Mumun Muniroh berpesan agar para lulusan terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang solutif, cepat belajar, dan adaptif terhadap perubahan. Ia menegaskan bahwa dunia kerja membutuhkan individu yang mampu menjadi problem solver dan pembelajar sepanjang hayat. Dengan bekal tersebut, diharapkan lulusan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kesiapan yang matang.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.Top of Form
