Wednesday, 06 May 2026 14:24

INTERNATIONAL GUEST LECTURE FEBI UIN GUS DUR JADI LANGKAH STRATEGIS PENGUATAN AKREDITASI BERBASIS KOLABORASI GLOBAL

Kajen (06/05) Kegiatan International Guest Lecture bertajuk “Expand Your Global Insight Through an International Academic Discussion” sukses diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema strategis “Challenges of Halal Standards in Non-Muslim States Among ASEAN Nations”, yang relevan dengan dinamika global industri halal. Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Bandit Aroman dari Krirk University, Thailand, serta dipandu seorang dosen FEBI, Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusional FEBI dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas keilmuan sivitas akademika dalam merespons isu-isu global, khususnya terkait pengembangan industri halal di kawasan ASEAN. Melalui forum ini, peserta mendapatkan perspektif komprehensif mengenai tantangan implementasi standar halal di negara-negara dengan mayoritas non-Muslim.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Bandit Aroman serta para dosen yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan kedua dalam rangka membahas potensi kerja sama antara Krirk University dengan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, khususnya dalam bidang riset produk halal.

Lebih lanjut, Dekan FEBI menekankan bahwa penguatan kolaborasi internasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing institusi. Kerja sama riset produk halal diharapkan mampu menghasilkan inovasi serta kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional maupun global.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Bandit Aroman menyampaikan topik berjudul “The Halal Imperative: Navigating Standards and Trade in Non-Muslim ASEAN States, Mapping the 7 Markets: A Strategic Diagnostic”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa standar halal tidak hanya menjadi isu keagamaan, tetapi juga telah berkembang menjadi instrumen penting dalam perdagangan internasional dan strategi pasar.

Dr. Bandit juga menguraikan tantangan utama yang dihadapi negara-negara ASEAN non-Muslim dalam mengadopsi dan mengimplementasikan standar halal, seperti perbedaan regulasi, keterbatasan infrastruktur sertifikasi, serta kompleksitas koordinasi antar lembaga. Selain itu, ia menekankan pentingnya harmonisasi standar halal guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Pendekatan pemetaan tujuh pasar (mapping the 7 markets) yang disampaikan menjadi salah satu poin strategis dalam memahami karakteristik dan potensi masing-masing negara. Analisis ini memberikan gambaran diagnostik yang komprehensif terkait peluang dan tantangan dalam pengembangan industri halal di kawasan ASEAN.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, terutama ketika moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait implementasi standar halal, peluang riset kolaboratif, serta strategi penguatan industri halal di Indonesia dan ASEAN.

Secara keseluruhan, International Guest Lecture ini berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya wawasan global peserta. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk terus mengembangkan kolaborasi internasional dan meningkatkan kualitas akademik berbasis isu-isu strategis global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.