FEBI
SINERGI PENDIDIKAN DAN PASAR MODAL: SMA N 2 PEMALANG, GIS FEBI UIN GUSDUR PEKALONGAN, OJK TEGAL, BEI JATENG I, DAN PHINTRACO SEKURITAS RESMIKAN GALERI INVESTASI EDUKASI
Pemalang (9/12) - SMA Negeri 2 Pemalang resmi meluncurkan Galeri Investasi Edukasi sebagai sarana edukasi pasar modal bagi siswa. Peresmian ini merupakan hasil kolaborasi antara SMA N 2 Pemalang dengan Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah I, serta PT Phintraco Sekuritas.
Peresmian Galeri Investasi Edukasi SMA N 2 Pemalang dilakukan secara simbolis oleh Kepala SMA N 2 Pemalang (Drs. Sanyoto Nugroho, M.Si.), Kepala OJK Tegal (Noviyanto Utomo), Pelaksana GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (Syamsuddin, M.Si. dan Versiandika Yudha Pratama, M.M.), Deputi Kepala Wilayah Jawa Tengah I Bursa Efek Indonesia (Akhmad Nuranyanto), serta perwakilan PT Phintraco Sekuritas (Bernanto Pardosi).
Dalam sambutannya, Kepala SMA N 2 Pemalang menyampaikan bahwa pendirian Galeri Investasi Edukasi ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan peserta didik. Ia berharap Galeri Investasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang aplikatif bagi siswa untuk mengenal pasar modal sejak dini secara legal, aman, dan bertanggung jawab. “Kami ingin membekali siswa tidak hanya dengan prestasi akademik, tetapi juga dengan pemahaman keuangan dan investasi yang benar. Galeri Investasi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya investasi yang sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kepala OJK Tegal menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA N 2 Pemalang dalam menghadirkan Galeri Investasi sebagai media edukasi keuangan. Menurutnya, edukasi pasar modal sejak usia sekolah merupakan bagian penting dari upaya OJK dalam melindungi generasi muda dari risiko investasi ilegal serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.

Sementara itu, Pelaksana GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan literasi pasar modal berbasis edukasi. Diharapkan adanya Galeri Investasi Edukasi SMA N 2 Pemalang dapat menjadi pusat pembelajaran, riset sederhana, serta pengembangan minat investasi bagi siswa dan guru.
Deputi Kepala Wilayah Jawa Tengah I Bursa Efek Indonesia, menyampaikan bahwa BEI terus mendorong pendirian Galeri Investasi Edukasi di berbagai jenjang pendidikan sebagai sarana pengenalan pasar modal Indonesia. Ia berharap Galeri Investasi di SMA N 2 Pemalang mampu menjadi jembatan awal bagi generasi muda untuk mengenal dunia investasi secara lebih dekat dan berkelanjutan.
Perwakilan PT Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung keberlangsungan Galeri Investasi melalui pendampingan, pelatihan, serta penyediaan akses informasi pasar modal. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, regulator, akademisi, dan pelaku industri merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem literasi investasi yang kuat dan inklusif.
Dengan diresmikannya Galeri Investasi SMA N 2 Pemalang, diharapkan dapat lahir generasi muda yang melek finansial, memiliki pemahaman yang baik tentang pasar modal, serta mampu menjadi investor cerdas di masa depan.
WAKAF KOLEKTIF CALON WISUDAWAN FEBI: WUJUD PENGABDIAN, PENGUATAN KARAKTER, DAN PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI
Kajen (09/12) - Calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmen tradisi kebaikan melalui praktik wakaf kolektif atau wakaf jama’i pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Amandaru Hotel Pekalongan untuk mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Tradisi ini, yang telah berlangsung selama beberapa periode wisuda, bukan hanya menjadi ajang kontribusi nyata mahasiswa menjelang kelulusan, tetapi juga mencerminkan kesadaran mereka untuk meninggalkan legacy spiritual bagi almamater. Dengan penuh kesadaran sosial-keagamaan, para calon sarjana bersepakat mengumpulkan dana wakaf secara gotong-royong, menjadikan momen wisuda tidak semata-mata seremoni akademik, tetapi juga momentum pengabdian kepada kampus dan umat.
Inisiatif wakaf kolektif ini digerakkan melalui Koordinator calon wisudawan FEBI serta dukungan pimpinan fakultas yang sejak awal mendorong mahasiswa untuk memahami peran wakaf dalam pembangunan peradaban Islam. Para calon wisudawan kemudian menggalang dana secara sukarela, baik melalui kontribusi langsung maupun penggalangan internal angkatan. Pihak fakultas juga memastikan mekanisme penghimpunan berjalan transparan dan akuntabel. Semangat kebersamaan terlihat dari antusiasme calon wisudawan yang memandang wakaf ini sebagai bentuk rasa syukur atas proses panjang pendidikan yang telah mereka jalani.
Pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sendiri menjadi salah satu proyek strategis kampus dalam memperkuat ekosistem keilmuan dan spiritualitas sivitas akademika. Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan akademik-keagamaan, mulai dari kajian ilmiah, pembinaan karakter, hingga aktivitas Ziswaf berbasis kampus. Oleh karena itu, partisipasi calon wisudawan FEBI melalui wakaf jama’i dipandang sebagai kontribusi signifikan dalam mendorong percepatan penyelesaian proyek pembangunan. Para calon wisudawan merasa bangga dapat mengambil bagian dalam pembangunan fasilitas ibadah yang kelak akan digunakan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., serta beberapa dosen yang membina kegiatan filantropi Islam turut mengapresiasi langkah para calon wisudawan. Menurut mereka, tradisi wakaf kolektif ini bukan hanya mencerminkan pemahaman teoritis calon wisudawan tentang ekonomi syariah dan wakaf melalui uang, tetapi juga implementasi langsung nilai-nilai ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Praktik ini dinilai sebagai bentuk nyata pembelajaran berkelanjutan, di mana calon wisudawan tidak hanya memahami wakaf sebagai konsep hukum dan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menghadirkan manfaat jangka panjang. FEBI berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan setiap periode wisuda.
Dalam penyerahan simbolis wakaf kolektif, sejumlah Rp. 26.400.000 (Dua puluh enam juta empat ratus ribu rupiah), suasana haru dan kebersamaan sangat terasa. Para calon wisudawan menyampaikan harapan agar wakaf tersebut menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sepanjang masjid digunakan untuk kegiatan ibadah dan pendidikan. Mereka berharap masjid kampus dapat segera rampung dan menjadi pusat peradaban Islam yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat. Tradisi wakaf jama’i ini menjadi bukti bahwa wisudawan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi sebagai calon profesional dan pemimpin masa depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
WORKSHOP CAREER FEBI UIN GUSDUR BEKALI CALON WISUDAWAN DENGAN “DESIGN CAREER PATH”
Kajen (09/12) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu lulusan melalui penyelenggaraan Workshop Career bagi calon wisudawan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Amandaru Hotel Pekalongan ini menjadi bagian dari rangkaian pembekalan menjelang kelulusan, sekaligus wujud nyata upaya fakultas dalam memenuhi indikator peningkatan kualitas lulusan sebagaimana menjadi tuntutan akreditasi nasional maupun internasional. Sebanyak 104 calon wisudawan dari berbagai program studi hadir untuk memperoleh penguatan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja.
Dekan FEBI UIN Gus Dur, Dr. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop ini dan menekankan pentingnya penguatan kompetensi non-akademik sebagai bagian dari implementasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan parameter akreditasi program studi.
Dekan juga menyampaikan harapan agar para alumni berkenan mengisi tracer study setelah mulai bekerja. Data tracer study dinilai sangat penting untuk memetakan relevansi kurikulum, menilai tingkat serapan lulusan di dunia kerja, serta menunjukkan performa alumni kepada lembaga akreditasi eksternal. Informasi tersebut, menurut beliau, merupakan bahan berharga bagi FEBI dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) guna menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dekanat, para ketua program studi, serta tenaga kependidikan FEBI UIN Gus Dur. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pembinaan calon lulusan, serta memastikan bahwa pengembangan soft skills dan profesionalisme mahasiswa menjadi bagian integral dari standar mutu fakultas. Suasana kegiatan berjalan formal tetapi komunikatif, menggambarkan sinergi antara aspek akademik dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Workshop menghadirkan Rian Apriyanto, Founder Pro Competent Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa industri mengalami perubahan yang sangat cepat sehingga para lulusan harus adaptif, tanggap terhadap dinamika, dan memiliki arah karier yang terencana. Menurutnya, “karier yang kuat dibangun bukan karena kebetulan,” melainkan melalui upaya sadar untuk membangun kompetensi, jaringan profesional, serta kesiapan menghadapi persaingan global.
Lebih lanjut, Rian Apriyanto mengingatkan bahwa calon lulusan tidak boleh hanya menjadi pengikut arus perubahan industri. Mereka harus mampu menentukan arah karier secara mandiri, supaya dapat tampil sebagai pribadi yang siap, pantas, dan berdaya saing. Dengan bekal itu, lulusan FEBI diharapkan mampu memenuhi tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif, sekaligus memperkuat rekam jejak prestasi alumni yang menjadi salah satu indikator kinerja dalam penilaian akreditasi.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak mengenali realitas dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis kritis, kreativitas, serta adaptabilitas. Narasumber juga memberikan gambaran mengenai keterampilan utama yang kini menjadi kebutuhan industri, serta strategi membangun portofolio profesional. Diskusi berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme 104 calon wisudawan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Melalui penyelenggaraan Workshop Career ini, FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, siap bersaing, dan selaras dengan standar akreditasi. Pembekalan kepada 104 calon wisudawan ini tidak hanya memperkuat kesiapan individu dalam menghadapi dunia kerja, tetapi juga memperkuat posisi FEBI sebagai fakultas yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan keberlanjutan pendidikan tinggi Islam.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
MAHASISWA FEBI UIN GUS DUR PEKALONGAN PERDALAM PENGETAHUAN TEKNIS DAN PERSIAPAN KARIR DI PASAR MODAL MELALUI GUEST LECTURE BERSAMA PRAKTISI BURSA EFEK INDONESIA
Kajen (06/12) - Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa terkait dunia pasar modal serta membuka wawasan karir di industri tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Guest Lecture dengan tema “Pengetahuan Teknis dan Persiapan Karir di Pasar Modal”. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Meeting Room FEBI Lt. 3, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang memiliki minat pada pasar modal dan investasi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber spesial, Afif R. Saipudin, seorang praktisi pasar modal Indonesia yang berkarir di Bursa Efek Indonesia (BEI). Acara dibuka dengan sambutan sekaligus pengantar mengenai pentingnya edukasi dan literasi pasar modal untuk generasi muda, khususnya mahasiswa ekonomi dan bisnis Islam yang akan terjun ke dunia profesional.
Pada kesempatan tersebut, Afif R. Saipudin menjelaskan bagaimana perkembangan pasar modal Indonesia beberapa tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari jumlah investor, emiten, maupun total nilai transaksi harian. Beliau juga memaparkan gambaran teknis operasional pasar modal, pihak-pihak yang terlibat, serta peran penting BEI sebagai lembaga penyelenggara perdagangan efek di Indonesia
Dalam sesi penyampaian materi, narasumber menekankan bahwa peluang karir di bidang pasar modal sangat terbuka lebar, mulai dari analis, broker, staf kepatuhan, hingga pengelola investasi. Menurut beliau, mahasiswa perlu menyiapkan kompetensi sejak dini, seperti pemahaman instrumen pasar modal, literasi data keuangan, kemampuan analisis, serta kesiapan mengikuti sertifikasi profesi terkait pasar modal.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan singkat mengenai perkembangan pasar modal syariah, pertumbuhan investor syariah, serta berbagai jenis efek syariah yang kini semakin diminati. Mahasiswa juga dikenalkan dengan gambaran data dan statistik terbaru yang ditampilkan dalam Capital Market Highlights.
Sesi Focus Group Discussion (FGD) berlangsung interaktif, ditandai dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai teknis kerja di pasar modal, peluang karir di bidang pasar modal, serta langkah yang harus dipersiapkan sejak semester awal untuk bisa bersaing di industri keuangan.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi serta penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi FEBI UIN Gus Dur Pekalongan kepada narasumber. Dengan adanya guest lecture ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pasar modal secara komprehensif sekaligus memiliki gambaran jelas mengenai persiapan karir di industri keuangan modern.
Penulis : Ardian Bagus Septiawan
Editor : Ria Anisatus Sholihah
MAHASISWA FEBI UIN GUS DUR PERSEMBAHKAN PRESTASI NASIONAL PEKAN WAKAF 2025, PERKUAT CAPAIAN AKREDITASI
Kajen (06/12) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid atau UIN Gus Dur kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan melalui kemenangan dua mahasiswanya pada ajang Lomba Esai Pekan Wakaf 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh ONE WAKAF diikuti sebanyak 87 peserta pada hari terakhir, Rabu, 3 Desember 2025. Peserta tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional menjadi momentum strategis bagi FEBI dalam menunjukkan kapasitas akademik dan kreativitas ilmiah mahasiswanya. Prestasi ini sekaligus menguatkan posisi FEBI dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas akademik, khususnya dalam konteks akreditasi program studi.
Sheza Aura Nafasya (NIM 40223155), mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, berhasil meraih Juara 1 melalui esainya yang berjudul “Wakaf Startup Competition Sebagai Pemantik Solusi Sosial dari Generasi Muda.” Gagasannya menitikberatkan pada peran generasi muda dalam menginisiasi inovasi berbasis wakaf melalui ekosistem startup sosial. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan dinamika filantropi Islam kontemporer, sehingga memperoleh apresiasi tinggi dari dewan juri.
Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Nabila Yumna Sulthana (NIM 40223170) dari Program Studi Perbankan Syariah, dengan esai berjudul “Bayt Al-Waqf sebagai Model Inovatif Transformasi Wakaf Indonesia.” Tulisan tersebut menawarkan konsep kelembagaan wakaf modern yang adaptif terhadap kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat. Model Bayt Al-Waqf yang diusung Nabila dipandang potensial untuk menjembatani praktik wakaf tradisional dengan tuntutan tata kelola filantropi yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kemenangan ganda ini menunjukkan bahwa kualitas akademik mahasiswa FEBI terus berkembang dan mampu bersaing pada level nasional. Hal ini tidak terlepas dari proses pembelajaran yang terstruktur, atmosfer akademik yang kondusif, serta komitmen program studi dalam menanamkan kemampuan analitis, riset, dan inovasi bagi para mahasiswa. Prestasi tersebut juga menjadi indikator penting dalam penguatan aspek penilaian akreditasi, khususnya pada komponen capaian mahasiswa dan luaran penelitian.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa kemenangan Sheza dan Nabila bukan hanya kebanggaan individual, tetapi juga merupakan representasi dari kualitas pendidikan FEBI secara keseluruhan. Menurutnya, prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri melalui karya ilmiah dan kegiatan kompetitif yang relevan dengan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam.
Lebih lanjut, Shultoni menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi nasional seperti Pekan Wakaf 2025 berkontribusi signifikan dalam mendukung proses reakreditasi program studi. Prestasi mahasiswa, sebagai salah satu indikator kinerja akademik, memperlihatkan bahwa FEBI memiliki sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu melahirkan gagasan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pencapaian ini menjadi bukti empiris bahwa sistem akademik FEBI berjalan efektif dan responsif terhadap isu kontemporer.
Di sisi lain, kemenangan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI mampu berperan aktif dalam memberikan solusi inovatif terhadap isu-isu strategis dalam pengembangan wakaf nasional. Melalui ide startup sosial dan model kelembagaan modern, kontribusi ilmiah Sheza dan Nabila mencerminkan kapasitas intelektual generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merumuskan konsep aplikatif. Hal ini menjadi modal penting bagi FEBI dalam memperkuat reputasi akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat nasional.
Dengan demikian, dua kemenangan tersebut menjadi tonggak baru bagi FEBI UIN Gus Dur dalam meningkatkan kualitas dan daya saing akademik. Prestasi ini tidak hanya memperkuat portofolio mahasiswa dalam kancah kompetisi ilmiah, tetapi juga berdampak positif pada reputasi fakultas dalam proses akreditasi. FEBI berharap momentum ini dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk aktif berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi intelektual bagi kemajuan ekonomi dan filantropi Islam di Indonesia.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
PERKUAT SOLIDITAS INTERNAL, FEBI UIN GUS DUR LAKSANAKAN CAPACITY BUILDING UNTUK DUKUNG PENCAPAIAN AKREDITASI UNGGUL
Kajen (06/12) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan Capacity Building pada Sabtu 6 desember 2025 di kawasan wisata edukasi Kali Paingan, kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM dan meningkatkan sinergi kelembagaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari beberapa agenda untuk meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat kelembagaan atau organisasi, mendorong kinerja program, membangun kemandirian dan penguatan budaya mutu agar fakultas menjadi lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag menyampaikan bahwa capacity building ini dirancang tidak hanya untuk mempererat kebersamaan, tetapi juga untuk memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu layanan akademik. “FEBI harus menjadi fakultas yang adaptif, profesional, dan berdaya saing. Penguatan SDM adalah kunci untuk mencapai itu,” tegasnya
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan workshop singkat mengenai tata kelola fakultas, budaya mutu, serta strategi pencapaian IKU dan akreditasi. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan pengelolaan akademik, strategi digitalisasi layanan, serta penguatan kolaborasi lintas prodi.
Selain sesi akademik, peserta juga mengikuti sejumlah outbound kolaboratif untuk membangun komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Suasana Kali Paingan yang sejuk dan asri menambah kekhidmatan dan kehangatan kegiatan, sekaligus memberikan ruang refleksi bagi seluruh civitas akademika.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa lokasi Kali Paingan dipilih karena menjadi simbol harmonisasi antara alam, masyarakat, dan pendidikan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meningkatkan skill, tetapi juga menghadirkan suasana yang membuat semua lebih rileks, fokus, dan kompak,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya capacity building ini, FEBI berharap dapat memperkuat kinerja fakultas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan pelayanan kepada mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan pernyataan komitmen bersama untuk membangun FEBI yang lebih unggul dan berorientasi masa depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. Tamamudin, S.E.,M.M.
PENELITI PUSAT STUDI FILANTROPI FEBI UIN KH ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN IKUTI RCC ASESOR WAKAF LSP BWI–BNSP
Jakarta (05/12) - Dua dosen peneliti dari Pusat Studi Filantropi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Rinda Asytuti, M.Si. dan Muhammad Shulthoni, M.A., Ph.D., mengikuti kegiatan Recognition Current Competency (RCC) asesor bidang kompetensi wakaf yang diselenggarakan oleh LSP Badan Wakaf Indonesia (LSP BWI) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 4-5 Desember 2025 di Park Hotel Jakarta Timur, menghadirkan atmosfer profesional dengan peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan, organisasi pengelola wakaf, serta praktisi pengembangan SDM sektor filantropi Islam.
Pelaksanaan RCC ini dipandu oleh dua Master Asesor, yakni Rosalina Hutahaean dan Jusafwar, yang berpengalaman panjang dalam standar asesmen nasional BNSP. Keduanya mengawal proses asesmen secara ketat dan sistematis untuk memastikan keselarasan kompetensi asesor wakaf dengan regulasi terbaru. Kehadiran kedua master asesor tersebut menjadi kunci penting dalam menjaga objektivitas, ketepatan prosedur, serta kualitas instrumen asesmen yang digunakan selama proses RCC.
Proses RCC sendiri diakui sebagai tahapan yang menuntut ketelitian dan kesabaran tinggi, karena peserta harus melalui rangkaian verifikasi portofolio, klarifikasi bukti kompetensi, serta wawancara teknis yang berfokus pada pengalaman profesional. Rinda Asytuti dan Muhammad Shulthoni mengikuti seluruh tahapan ini secara langsung, mempresentasikan bukti kinerja, praktik asesmen yang pernah dilakukan, hingga pemahaman teknis terkait unit-unit kompetensi dalam skema wakaf.

Tidak hanya membutuhkan ketelitian, rangkaian RCC juga menuntut daya tahan dan daya juang prima dari setiap peserta. Proses asesmen berlangsung intensif dari pagi hingga pukul 11 malam selama dua hari, sehingga menuntut konsentrasi penuh, konsistensi, dan ketangguhan mental. Kedua dosen tersebut menjalani seluruh sesi dengan komitmen tinggi, menjawab setiap pertanyaan asesmen secara argumentatif dan berbasis pengalaman lapangan, sekaligus menunjukkan keteguhan dalam menyelesaikan seluruh tahapan hingga akhir.
Selama kegiatan asesmen ini, diskusi-diskusi profesional juga berlangsung antara peserta, master asesor, dan tim LSP BWI. Dalam kesempatan ini, Muhammad Shulthoni memberikan perspektif akademik tentang urgensi peningkatan kapasitas asesor untuk memperkuat tata kelola wakaf di Indonesia, sementara Rinda Asytuti menekankan pentingnya sistem asesmen yang akuntabel agar dapat menghasilkan SDM wakaf yang benar-benar kompeten. Pertukaran gagasan ini memperkaya kualitas pelaksanaan RCC secara keseluruhan.
Pusat Studi Filantropi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyambut positif keterlibatan dua dosen penelitinya dalam kegiatan strategis ini. Keikutsertaan mereka memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menyediakan asesor wakaf bersertifikat yang mampu mendukung berbagai program sertifikasi, pelatihan, hingga pendampingan penguatan SDM perwakafan. Partisipasi ini juga mempertegas peran pusat studi sebagai mitra akademik dalam pengembangan ekosistem wakaf nasional.
Pada akhirnya, dengan selesainya seluruh rangkaian RCC yang memerlukan ketelitian, kesabaran, serta daya tahan yang kuat, Rinda Asytuti dan Muhammad Shulthoni diharapkan segera memperoleh pengakuan penuh sebagai asesor kompetensi wakaf tersertifikasi BNSP. Penguatan kapasitas ini bukan hanya penting bagi karier profesional keduanya, tetapi juga bagi upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf yang amanah, profesional, dan berkelanjutan di Indonesia.
MAHASISWA FEBI UIN GUS DUR TERIMA SERTIFIKAT KOMPETENSI BNSP SECARA SIMBOLIS DARI REKTOR
Kajen (03/12) - Sebanyak 45 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berhasil dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Gus Dur Pekalongan. Pencapaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan fakultas dalam memperkuat kualitas lulusan melalui pengembangan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri. Uji Kompetensi ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi kebijakan peningkatan mutu sumber daya manusia yang berorientasi pada standar nasional.
Sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas keberhasilan para peserta, sertifikat kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) diserahkan secara simbolis oleh Rektor UIN Gus Dur kepada tiga mahasiswa perwakilan. Acara penyerahan tersebut berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025, di lingkungan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penyerahan simbolis ini tidak hanya bernilai seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen institusi dalam memfasilitasi pencapaian mahasiswa menuju profesionalisme yang terstandar.
Sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP ini memiliki makna strategis karena merupakan pengakuan resmi negara yang menegaskan bahwa mahasiswa telah memenuhi standar kompetensi pada bidang keahliannya masing-masing. Kompetensi tersebut mencakup funding sales representative, kualifikasi lima pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, kemampuan menyiapkan kegiatan perencanaan pembangunan, serta keterampilan menghasilkan informasi keuangan yang berkualitas. Ragam kompetensi ini mencerminkan kebutuhan pasar kerja kontemporer yang menuntut lulusan adaptif, profesional, dan berorientasi pada kinerja.
Dengan diperolehnya sertifikat kompetensi tersebut, para mahasiswa tidak hanya mengantongi ijazah sebagai bukti capaian akademik, tetapi juga sertifikasi profesional yang menjamin kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Hal ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para lulusan FEBI karena sertifikat BNSP diakui secara nasional dan menjadi salah satu indikator kelayakan profesional yang diminati oleh berbagai sektor industri. Dengan demikian, kompetensi yang diperoleh mahasiswa memberikan peluang lebih besar dalam mengakses pekerjaan yang relevan.

Acara penyerahan sertifikat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas yang terdiri atas para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan FEBI, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan institusional terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai bagian dari implementasi standar kualitas pendidikan tinggi. Selain itu, dukungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara fakultas, program studi, dan lembaga sertifikasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada keunggulan.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi prestasi individu para mahasiswa, tetapi juga merupakan cerminan efektivitas program akademik FEBI dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif. Kerja sama antara fakultas dan LSP UIN Gus Dur juga menjadi bentuk komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama dalam hal pemenuhan standar kompetensi nasional yang menjadi rujukan dunia kerja.
Lebih jauh, keberhasilan mahasiswa FEBI dalam memperoleh sertifikasi BNSP menjadi bukti bahwa fakultas telah mampu mengintegrasikan aspek akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Hal ini selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kecakapan profesional yang tersertifikasi. Dengan demikian, sertifikasi ini turut memperkuat profil lulusan sebagai individu yang siap memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang terukur.
Dengan capaian tersebut, diharapkan mahasiswa FEBI UIN Gus Dur semakin percaya diri dan kompetitif dalam merespons tantangan profesional di masa depan. Sertifikat kompetensi yang diperoleh menjadi bukti konkret kontribusi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, bersertifikasi, dan mampu menjawab tuntutan perkembangan dunia industri. Fakultas meyakini bahwa keberhasilan ini akan menjadi motivasi berkelanjutan bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai program sertifikasi dan pengembangan kompetensi.
Penulis : Nuzulul
Editor : Ade Gunawan, M.M.
PUSAT STUDI FILANTROPI FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN GELAR SEMINAR ZISWAF BAHAS PENGUATAN EKONOMI UMAT
Kajen (02/11) – Pusat Studi Filantropi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Seminar Ziswaf bertema “Potensi dan Peran Ziswaf dalam Meningkatkan Perekonomian Umat” pada hari Selasa, 2 Desember 2025 di meetingroom lantai 3 FEBI. Kegiatan ilmiah dipandu oleh seorang moderator Hj. Rinda Asytuti, M.Si. dan menghadirkan tiga narasumber terkemuka, yakni Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah, pakar wakaf dan ekonomi Islam dari American University in Cairo; K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. dari Pondok Modern Tazakka; serta K.H. Nashorin dari Baznas Kabupaten Pekalongan. Seminar tersebut diikuti oleh praktisi zakat dan wakaf, dosen, mahasiswa, pengurus lembaga filantropi Islam, Lazismu, Lazisnu, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan Ziswaf di Indonesia.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada para kolega akademik yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkontribusi dalam Seminar Ziswaf. Beliau menegaskan bahwa kajian filantropi dalam perspektif ilmu ekonomi syariah merupakan disiplin strategis yang memiliki distingsi akademik sekaligus nilai teologis, karena mengandung konsep divine tax sebagai bentuk “pajak akhirat” yang mendorong penguatan keseimbangan sosial dan pemberdayaan umat. Oleh karena itu, menurutnya, Ziswaf perlu terus digiatkan, dikembangkan, dan didorong agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beliau berharap majlis ilmiah ini menjadi momentum penting dalam memperluas wacana intelektual, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta melahirkan rekomendasi konstruktif bagi pengembangan ekosistem filantropi Islam di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah menyoroti peran historis dan strategis wakaf dalam dunia Islam, khususnya dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa di banyak negara Muslim, wakaf telah menjadi fondasi penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi melalui pendirian perguruan tinggi, rumah sakit, pusat kajian Islam, hingga lembaga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memaksimalkan wakaf sebagai aset produktif yang mampu menopang kemandirian umat jika dikelola dengan profesional.
Prof. Dasuki menegaskan bahwa tantangan utama wakaf di Indonesia bukan terletak pada kurangnya aset, melainkan kurangnya tata kelola modern yang berorientasi pada produktivitas. Ia mendorong lembaga filantropi Islam untuk memperkuat manajemen, meningkatkan literasi wakaf di masyarakat, dan melakukan kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas dampak sosial ekonomi wakaf di masa mendatang. Dengan pengelolaan yang tepat, menurutnya, wakaf dapat menjadi pilar pembangunan umat yang berkelanjutan.
Narasumber kedua, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., memaparkan potensi besar zakat dan wakaf di Indonesia yang menurutnya belum terserap secara optimal oleh lembaga amil zakat dan nadzir wakaf. Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menyimpan peluang ekonomi yang sangat besar melalui Ziswaf, baik dari sisi penghimpunan dana maupun pengelolaan program pemberdayaannya. Ia menjelaskan pentingnya inovasi, transparansi, dan akuntabilitas agar lembaga zakat dan wakaf yang berakar di masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan publik.
K.H. Anang Rikza juga memaparkan strategi memaksimalkan potensi Ziswaf sebagai sumber pendapatan lembaga filantropi, termasuk melalui model bisnis syariah, kerja sama dengan sektor industri halal, serta pengembangan aset wakaf produktif. Ia mengajak peserta seminar untuk melihat Ziswaf tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang memiliki kekuatan besar dalam mengurangi ketimpangan sosial dan memberdayakan kelompok rentan.
Sementara itu, K.H. Nashorin dari Baznas Kabupaten Pekalongan menekankan peran Baznas dalam membantu pemerintah menyelesaikan problem-problem umat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan penanganan bencana. Ia memaparkan berbagai program Baznas yang telah berjalan, seperti bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu, bantuan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi melalui modal usaha untuk masyarakat dhuafa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan Ziswaf di tingkat lokal.
Pada penutup kegiatan, para narasumber sepakat bahwa Ziswaf memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan perekonomian umat jika dikelola secara profesional, amanah, dan inovatif. Pusat Studi Filantropi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap seminar ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih luas antarlembaga Ziswaf demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
PSF FEBI UIN GUS DUR GANDENG BAZNAS PEKALONGAN TEKEN MOU PENGUATAN PENGELOLAAN ZAKAT BERBASIS RISET
Kajen (01/09) - Pusat Studi Filantropi (PSF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan pada hari Senin, 1 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di meetingroom lantai 3 FEBI tersebut dihadiri oleh para pengelola fakultas, dosen, serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Penandatanganan MoU ini menandai langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat sinergi keilmuan dan kelembagaan pada bidang pengelolaan zakat nasional.
Kerja sama ini mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks akademik, PSF FEBI berkomitmen mengembangkan berbagai kegiatan ilmiah dan riset tematik seputar filantropi Islam yang dapat berkontribusi pada optimalisasi tata kelola zakat. Selain itu, ruang kolaborasi dibuka untuk memperkuat kapasitas SDM amil zakat melalui pelatihan, workshop, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis riset.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan, K.H. Muhatrom, menyampaikan apresiasinya atas terwujudnya kemitraan tersebut. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam mendorong profesionalitas pengelolaan zakat karena memiliki kapasitas pengkajian dan inovasi yang kuat. Menurutnya, sinergi dengan PSF FEBI akan membantu memperkuat sistem pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat secara lebih terstruktur dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik.
Direktur Pusat Studi Filantropi FEBI, Abdul Ghofar Saifudin, M.S.I., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat menjalin nota kesepahaman dengan BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Ia menilai kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PSF FEBI dalam memperluas kontribusi akademik di bidang filantropi Islam. “Kami sangat bersyukur dapat bermitra dengan BAZNAS. Kesepahaman ini menjadi sarana untuk memperkuat peran PSF dalam mendorong inovasi pengelolaan zakat yang berbasis riset ilmiah dan praktik kelembagaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini juga membuka peluang bagi mahasiswa FEBI untuk terlibat dalam kegiatan magang, penelitian lapangan, dan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan aktivitas BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan wawasan praktis mengenai pengelolaan zakat serta mendorong lahirnya generasi akademisi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan sosial berbasis filantropi Islam.
Selain aspek akademik, kerja sama ini turut mencakup pengembangan kelembagaan dalam rangka memperkuat kualitas tata kelola zakat nasional. PSF FEBI akan berperan dalam menyediakan rekomendasi ilmiah, pendampingan penyusunan pedoman teknis, serta kegiatan penguatan organisasi BAZNAS melalui pendekatan penelitian dan kajian empiris. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program pemberdayaan mustahik serta memperluas dampak sosial yang dihasilkan.
Suasana penandatanganan berlangsung formal namun penuh kehangatan, mencerminkan semangat kolaboratif antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat. Para dosen dan pengelola FEBI memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama ini, dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam, khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dengan terjalinnya nota kesepahaman ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui Pusat Studi Filantropi memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam penguatan pengelolaan zakat nasional. Kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Pekalongan diharapkan menghasilkan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan riset, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Nuzulul
Editor : Abdul Ghofar Saifudin, M.S.I.
