Kajen (05/05) Calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali meneguhkan komitmen terhadap tradisi kebaikan melalui praktik wakaf kolektif atau wakaf jama’i pada Selasa, 5 Mei 2026 di Hotel Dafam Pekalongan. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Tradisi yang telah berlangsung dalam beberapa periode wisuda ini tidak hanya menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa menjelang kelulusan, tetapi juga mencerminkan kesadaran mereka dalam meninggalkan warisan spiritual bagi almamater. Dengan kesadaran sosial dan religius yang kuat, para calon sarjana sepakat menghimpun dana wakaf secara gotong royong, sehingga momen wisuda tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga sarana pengabdian bagi kampus dan masyarakat.
Gerakan wakaf kolektif ini diinisiasi oleh koordinator calon wisudawan FEBI dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas yang sejak awal mendorong pemahaman mahasiswa terhadap peran wakaf dalam membangun peradaban Islam. Para calon wisudawan kemudian mengumpulkan dana secara sukarela, baik melalui kontribusi pribadi maupun penggalangan dana internal di tingkat angkatan. Pihak fakultas turut memastikan bahwa proses penghimpunan berjalan secara transparan dan akuntabel. Antusiasme para calon wisudawan mencerminkan semangat kebersamaan, di mana wakaf dipandang sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pendidikan yang telah mereka tempuh.
Pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan merupakan salah satu program strategis kampus dalam memperkuat integrasi antara keilmuan dan spiritualitas di lingkungan akademik. Masjid ini direncanakan menjadi pusat aktivitas akademik dan keagamaan, seperti kajian ilmiah, pembinaan karakter, serta pengembangan kegiatan Ziswaf berbasis kampus. Oleh karena itu, partisipasi calon wisudawan FEBI melalui wakaf jama’i menjadi kontribusi penting dalam mempercepat realisasi pembangunan tersebut. Para calon wisudawan pun merasa bangga dapat berperan dalam pembangunan fasilitas ibadah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh ribuan mahasiswa lintas fakultas.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, H. M. Shulthoni, M.S.I., Ph.D., memberikan apresiasi atas inisiatif para calon wisudawan. Ia menilai bahwa tradisi wakaf kolektif ini tidak hanya menunjukkan pemahaman teoritis mahasiswa terkait ekonomi syariah dan wakaf uang, tetapi juga mencerminkan implementasi nyata dari ilmu yang telah dipelajari. Praktik ini dipandang sebagai bentuk pembelajaran berkelanjutan, di mana wakaf tidak hanya dipahami sebagai konsep hukum dan ekonomi, melainkan juga sebagai instrumen sosial yang memberikan manfaat jangka panjang. FEBI pun berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan di setiap periode wisuda.
Dalam prosesi penyerahan simbolis wakaf kolektif sebesar Rp24.650.000 (dua puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah), suasana penuh haru dan kebersamaan begitu terasa. Para calon wisudawan berharap agar wakaf yang diberikan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya seiring pemanfaatan masjid untuk kegiatan ibadah dan pendidikan. Mereka juga berharap agar pembangunan masjid kampus dapat segera diselesaikan dan berfungsi sebagai pusat peradaban Islam yang inklusif, progresif, serta berorientasi pada pemberdayaan umat. Tradisi wakaf jama’i ini menjadi bukti bahwa wisudawan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai calon profesional dan pemimpin di masa depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.Top of Form
