Kajen (09/12) - Calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmen tradisi kebaikan melalui praktik wakaf kolektif atau wakaf jama’i pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Amandaru Hotel Pekalongan untuk mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Tradisi ini, yang telah berlangsung selama beberapa periode wisuda, bukan hanya menjadi ajang kontribusi nyata mahasiswa menjelang kelulusan, tetapi juga mencerminkan kesadaran mereka untuk meninggalkan legacy spiritual bagi almamater. Dengan penuh kesadaran sosial-keagamaan, para calon sarjana bersepakat mengumpulkan dana wakaf secara gotong-royong, menjadikan momen wisuda tidak semata-mata seremoni akademik, tetapi juga momentum pengabdian kepada kampus dan umat.
Inisiatif wakaf kolektif ini digerakkan melalui Koordinator calon wisudawan FEBI serta dukungan pimpinan fakultas yang sejak awal mendorong mahasiswa untuk memahami peran wakaf dalam pembangunan peradaban Islam. Para calon wisudawan kemudian menggalang dana secara sukarela, baik melalui kontribusi langsung maupun penggalangan internal angkatan. Pihak fakultas juga memastikan mekanisme penghimpunan berjalan transparan dan akuntabel. Semangat kebersamaan terlihat dari antusiasme calon wisudawan yang memandang wakaf ini sebagai bentuk rasa syukur atas proses panjang pendidikan yang telah mereka jalani.
Pembangunan Masjid Kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sendiri menjadi salah satu proyek strategis kampus dalam memperkuat ekosistem keilmuan dan spiritualitas sivitas akademika. Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan akademik-keagamaan, mulai dari kajian ilmiah, pembinaan karakter, hingga aktivitas Ziswaf berbasis kampus. Oleh karena itu, partisipasi calon wisudawan FEBI melalui wakaf jama’i dipandang sebagai kontribusi signifikan dalam mendorong percepatan penyelesaian proyek pembangunan. Para calon wisudawan merasa bangga dapat mengambil bagian dalam pembangunan fasilitas ibadah yang kelak akan digunakan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., serta beberapa dosen yang membina kegiatan filantropi Islam turut mengapresiasi langkah para calon wisudawan. Menurut mereka, tradisi wakaf kolektif ini bukan hanya mencerminkan pemahaman teoritis calon wisudawan tentang ekonomi syariah dan wakaf melalui uang, tetapi juga implementasi langsung nilai-nilai ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Praktik ini dinilai sebagai bentuk nyata pembelajaran berkelanjutan, di mana calon wisudawan tidak hanya memahami wakaf sebagai konsep hukum dan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menghadirkan manfaat jangka panjang. FEBI berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan setiap periode wisuda.
Dalam penyerahan simbolis wakaf kolektif, sejumlah Rp. 26.400.000 (Dua puluh enam juta empat ratus ribu rupiah), suasana haru dan kebersamaan sangat terasa. Para calon wisudawan menyampaikan harapan agar wakaf tersebut menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sepanjang masjid digunakan untuk kegiatan ibadah dan pendidikan. Mereka berharap masjid kampus dapat segera rampung dan menjadi pusat peradaban Islam yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat. Tradisi wakaf jama’i ini menjadi bukti bahwa wisudawan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi sebagai calon profesional dan pemimpin masa depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
