- Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 08 Juli 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
FEBI
FEBI UIN GUS DUR PERKUAT MUTU AKADEMIK MELALUI EVALUASI SEMESTER GENAP DAN PERSIAPAN SEMESTER GASAL 2025/2026 DEMI PENINGKATAN AKREDITASI
Kajen (21/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan rapat evaluasi semester genap tahun akademik 2024/2025 sekaligus persiapan perkuliahan semester gasal 2025/2026 pada hari Kamis, 21 Agustus 2025 di meetingroom lantai 3 dan daring. Kegiatan yang diikuti oleh para wakil dekan, para pengelola program studi dan para dosen ini merupakan bagian dari implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) pada kriteria pendidikan dan pembelajaran dalam akreditasi LAMEMBA.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz MS, M.Ag., menegaskan pentingnya kebersamaan civitas akademika dengan mengibaratkan FEBI sebagai satu keluarga besar. Beliau menyampaikan bahwa bulan Agustus merupakan bulan yang padat dengan berbagai agenda strategis, antara lain Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), persiapan wisuda, serta penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk mahasiswa baru. “Kita harus berlari dengan kencang agar semua agenda berjalan baik. Kurikulum OBE yang diperkenalkan menjadi tanggung jawab bersama, dan para dosen memiliki peran penting dalam mengimplementasikannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Khafidz juga menyoroti tren penurunan jumlah pendaftar PMB yang dialami hampir seluruh PTKIN. Dalam konteks ini, beliau menekankan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai marketer akademik yang harus mampu merepresentasikan FEBI secara positif di tengah masyarakat dengan memberikan manfaat yang nyata. Hal ini sejalan dengan kriteria tata kelola dan pendidikan dalam akreditasi, di mana dosen diharapkan menjadi agen perubahan sekaligus duta institusi.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menambahkan bahwa rapat ini merupakan sarana komunikasi antara pengelola dan dosen dalam rangka tertib administrasi pendidikan. Ia menyampaikan bahwa perkuliahan semester gasal akan dilaksanakan pada tangal 25 Agustus hingga 6 Desember 2025, termasuk UTS dan UAS. Dalam penyusunan jadwal kuliah yang mencakup total 1.227 SKS di dua lokasi, yakni Kampus Bojong dan Kampus Kusuma Bangsa, pasti ada dinamika yang perlu disikapi bersama. Ia juga menegaskan bahwa penyusunan RPS, administrasi pendidikan, serta keterkaitan dengan Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) harus diperhatikan karena berpengaruh pada evaluasi pembelajaran.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., menyoroti kesiapan sarana dan prasarana kelas, baik di Bojong maupun Kusuma Bangsa. Beliau menekankan pentingnya tertib administrasi, salah satunya melalui sistem absensi mengajar yang telah disediakan di resepsionis. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tamam juga memperkenalkan tenaga kependidikan baru sebagai bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi. Upaya ini sejalan dengan prinsip tata kelola akademik yang efektif dan efisien, sebagaimana dipersyaratkan dalam instrumen akreditasi.
Dari sisi pengembangan mahasiswa, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., menjelaskan bahwa pengelola dan dosen memiliki peran strategis dalam menjembatani empat tujuan utama mahasiswa kuliah, yaitu: mengasah critical thinking, memperoleh pekerjaan yang layak setelah lulus, menemukan jati diri, serta memperluas jejaring akademik dan profesional. Dengan bertambahnya dua program studi baru di FEBI, maka secara otomatis juga akan terbentuk dua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) baru sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa.
Shulthoni, Ph.D. juga menambahkan bahwa mahasiswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, akan memperoleh penghargaan dari fakultas melalui program apresiasi prodi. Hal ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap prestasi mahasiswa, tetapi juga bukti nyata implementasi standar mutu pembelajaran dan pengembangan kemahasiswaan yang diakui dalam kriteria pendidikan dan pembelajaran pada akreditasi.
Dengan dibukaya sesi tanya jawab dalam rapat evaluasi semester genap dan persiapan perkuliahan semester gasal FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, para dosen secara aktif menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait penyusunan jadwal perkuliahan, penyesuaian kurikulum OBE, serta mekanisme administrasi pendidikan yang berimplikasi pada ketercapaian IKAD sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran; pengelola menanggapi dengan menekankan pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi dinamika teknis, kedisiplinan dalam melaksanakan tugas akademik, serta komitmen bersama dalam mendukung visi fakultas sehingga proses pendidikan dapat berjalan efektif, efisien, dan sejalan dengan standar mutu yang dipersyaratkan akreditasi.
Secara keseluruhan, rapat evaluasi semester genap dan persiapan semester gasal ini memperlihatkan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam menjalankan prinsip continuous improvement pada bidang pendidikan. Melalui evaluasi menyeluruh, persiapan matang, serta kolaborasi antara pengelola, dosen, dan tenaga kependidikan, FEBI terus memperkuat posisinya sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
UJIAN TERBUKA S3 DOSEN FEBI UIN GUS DUR AHMAD ROSYID PERKUAT PENGEMBANGAN SDM DALAM AKREDITASI
Semarang (20/08) – Ahmad Rosyid NIM 12020119510039 , dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, melaksanakan ujian terbuka program doktor di Universitas Diponegoro Semarang pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Disertasi yang diangkat berjudul “Pengaruh Paternalistic Leadership Terhadap Intensi Whistleblowing: Uji Mediasi Sinisme Bawahan”. Sidang ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan, yang turut memberikan dukungan akademik dan moral bagi promovendus.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Sidang sekaligus penguji. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Drs. Imam Ghozali, M.Com., Ph.D. sebagai promotor utama dan Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt. sebagai co-promotor. Penguji eksternal yang hadir adalah Prof. Drs. Bandi, S.E., M.Si., serta didukung oleh penguji internal yaitu Prof. Drs. Tarmizi Achmad, M.B.A., Ph.D. dan Dr. Dra. Zulaikha, Ak., M.Si. Kehadiran para akademisi senior dalam tim penguji memberikan nilai tambah terhadap kualitas proses akademik yang ditempuh oleh Ahmad Rosyid.
Disertasi yang diteliti mengulas hubungan antara kepemimpinan paternalistik dengan intensi whistleblowing melalui mediasi sinisme bawahan. Tema ini memiliki relevansi strategis dalam ranah tata kelola organisasi, khususnya untuk membangun budaya transparansi, etika, serta keberanian dalam mengungkapkan praktik-praktik penyimpangan. Dengan pendekatan ilmiah yang digunakan, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi dunia manajemen dan organisasi di Indonesia.
Dalam kerangka akreditasi, ujian terbuka S3 yang ditempuh oleh dosen FEBI ini mencerminkan implementasi pengembangan Sumber Daya Manusia yang menegaskan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dosen sebagai salah satu indikator mutu perguruan tinggi. Dengan bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor, FEBI akan memiliki daya dukung yang lebih kuat dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Lebih jauh, pencapaian akademik Ahmad Rosyid juga selaras dengan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam mendorong dosen untuk melanjutkan studi doktoral. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat rasio dosen bergelar S3 yang merupakan salah satu variabel penting dalam penilaian akreditasi. Keberhasilan ini menunjukkan adanya intervensi nyata dari unit pengelola program studi (UPPS) dalam mendukung pengembangan karier akademik para dosen.
Selain itu, keberhasilan promovendus dalam menyelesaikan pendidikan doktoral berimplikasi pada peningkatan kualitas penelitian dan publikasi serta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang relevan dengan bidang keilmuannya. Dengan demikian, capaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi pada rekognisi institusi di tingkat nasional maupun global.
Ujian terbuka ini juga mencerminkan komitmen akademik dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan. Keterlibatan penguji eksternal dari universitas lain menunjukkan adanya upaya benchmarking serta validasi terhadap standar kualitas penelitian yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan prinsip akreditasi yang menekankan pentingnya kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses akademik.
Dengan diraihnya gelar doktor oleh Ahmad Rosyid, FEBI UIN Gus Dur semakin memperkuat fondasi pengembangan SDM dosen yang menjadi salah satu indikator utama dalam akreditasi. Capaian ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat posisi institusi dalam menghadapi persaingan akademik di era global.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
WORKSHOP KURIKULUM OBE FEBI UIN GUS DUR: PENGUATAN KOMPETENSI DOSEN DALAM AKADEMIK
Kajen (19/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diikuti oleh 110 dosen pada hari Selasa, 19 Agustus 2025 di Meetingroom lantai 3. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dosen, khususnya dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga sebagai narasumber utama, dengan Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. sebagai moderator.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz MS, M.Ag. menegaskan bahwa penyusunan kurikulum merupakan fondasi penting dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Menurutnya, kurikulum berbasis OBE menuntut perencanaan sistematis dan partisipatif dari seluruh dosen agar capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan standar nasional dan kebutuhan stakeholder. “Kurikulum tidak hanya disusun untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi instrumen strategis yang menghubungkan visi fakultas, kompetensi dosen, dan masa depan mahasiswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Khafidz menjelaskan bahwa rubrik kurikulum OBE berfungsi sebagai instrumen evaluasi penyusunan kurikulum. Rubrik ini memuat indikator seperti kesesuaian mata kuliah dengan CPL, relevansi metode pembelajaran, keterpaduan antar-mata kuliah, dan keselarasan dengan profil lulusan. Sementara itu, rubrik penilaian kurikulum OBE lebih menekankan pada evaluasi hasil belajar mahasiswa, di mana capaian kompetensi dijadikan ukuran keberhasilan proses pembelajaran. Dengan demikian, rubrik ini membantu dosen dalam menerapkan standar akademik yang obyektif dan terukur.

Narasumber Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan urgensi pengembangan kurikulum yang berorientasi pada hasil belajar. Ia menyampaikan materi bertajuk Pengembangan Kurikulum Sesuai KKNI dan SN-DIKTI dengan Pendekatan OBE, yang menegaskan bahwa OBE memastikan kesinambungan antara rumusan CPL, mata kuliah, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi. “OBE adalah pendekatan yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran, sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja dan masyarakat,” jelasnya.
Prof. Budiyono juga menekankan bahwa penyusunan kurikulum OBE tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi melalui pemetaan yang jelas antara CPL dengan mata kuliah. Ia mencontohkan pentingnya matriks CPL-MK sebagai alat untuk menghubungkan capaian pembelajaran dengan desain pembelajaran yang konkret. Dengan demikian, kurikulum OBE bukan hanya dokumen akademik, tetapi juga panduan implementasi yang dapat diukur keberhasilannya melalui rubrik penilaian.
Diskusi yang dipandu oleh Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta workshop aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi penyusunan kurikulum, integrasi mata kuliah, hingga penerapan rubrik penilaian OBE dalam perkuliahan. Keterlibatan dosen dalam diskusi ini menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk memperkuat mutu pembelajaran sekaligus mendukung pencapaian akreditasi, khususnya pada aspek pengembangan kompetensi dosen.
Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam penerapan kurikulum OBE di FEBI, mengingat mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 ini sudah mulai menggunakan kurikulum berbasis OBE. Hal ini menandai transisi signifikan dalam sistem pembelajaran, di mana orientasi capaian hasil belajar menjadi prioritas utama. Dengan demikian, workshop ini berfungsi sebagai sarana persiapan dosen agar memiliki keterampilan dan pemahaman komprehensif dalam melaksanakan kurikulum baru tersebut.
Sebagai penutup, Dekan FEBI menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum OBE akan menjadi salah satu bukti konkret komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan. “Workshop ini adalah langkah strategis, tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi LAMEMBA, tetapi juga untuk memastikan bahwa lulusan FEBI benar-benar siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkas Dr. Khafidz.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
FEBI UIN GUS DUR PERKUAT TATA KELOLA AKADEMIK MELALUI AUDIT MUTU INTERNAL BERBASIS AKREDITASI
Kajen (07/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang terintegrasi dengan penguatan sistem tata kelola akademik. Kegiatan ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga merupakan bentuk intervensi sistemik Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) dalam rangka memastikan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pembelajaran dan manajemen program studi.
Pelaksanaan AMI pada hari Kamis, 07 Agustus 2025, di meeting room lantai 3 yang dihadiri oleh pengelola fakultas, program studi, UPM, GPM, dan tenaga kependidikan, memperlihatkan komitmen FEBI sebagai bagian dari UPPS untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Melalui pelibatan aktif tim auditor dan sivitas akademika, kegiatan ini memfokuskan pada telaah sistematik terhadap dokumen akademik, proses pembelajaran, serta luaran mahasiswa.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, dalam sambutannya menekankan bahwa audit mutu, baik internal maupun eksternal, merupakan bagian integral dari budaya mutu yang harus dilestarikan. “Audit ini adalah cerminan komitmen kita dalam menjaga mutu. Tidak perlu ditakuti, tapi kita sikapi seperti percakapan dalam keluarga. Kita diskusikan kekurangan secara terbuka, lalu kita formulasikan menjadi catatan-catatan penting yang harus diperbaiki,” ujar beliau. Ia juga menambahkan bahwa FEBI tengah menyusun rubrik akreditasi berbasis 7 kriteria sebagai upaya memperkuat sistem mutu menuju akreditasi unggul.

Lead Auditor, Nalim, M.Si., dalam arahannya menjelaskan bahwa AMI merupakan mandat penting bagi perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi diri secara objektif dan sistematis. “AMI adalah instrumen evaluasi mandatori yang dirancang untuk mengukur kesesuaian pelaksanaan akademik terhadap standar akreditasi nasional. Audit dilakukan secara mendalam melalui pendekatan triangulasi: wawancara, penelusuran dokumen, observasi langsung, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen unit,” tegasnya. Ia juga memperkenalkan enam auditor yang tergabung dalam tim, yakni Lilik Riandita, M.Phil., Faliqul Isbah, M.Pd., Ahmad Faridh Ricky Fahmy, M.Pd., Fachri Ali, M.Pd., Aan Fadia Annur, M.Pd., dan Fatmawati Nur Hasanah, M.Pd., yang berasal dari berbagai disiplin di lingkungan UIN Gus Dur dan telah tersertifikasi sesuai standar LPM.
Selama proses audit berlangsung, para auditor mengevaluasi dokumen pembelajaran, hasil tracer study, laporan evaluasi akademik, serta strategi pengembangan kurikulum. Salah satu fokus telaah adalah bagaimana UPPS/PS merespons hasil evaluasi dengan merancang intervensi kurikulum, penguatan metode pembelajaran, serta peningkatan kualitas dosen. Audit ini juga memetakan sejauh mana integrasi antara kegiatan akademik dan sistem penjaminan mutu, termasuk efektivitas pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang menjadi dasar SPMI. Evaluasi ini menjadi bagian integral dalam persiapan reakreditasi program studi berbasis 7 kriteria dari LAMEMBA dan LAMINFOKOM, yang menekankan pentingnya bukti konkret intervensi mutu terhadap tata kelola akademik.
Dengan pelaksanaan AMI ini, FEBI UIN Gus Dur menunjukkan komitmen untuk menjadikan hasil evaluasi mutu sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, sekaligus merefleksikan tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.
Reporter : Nuzulul.
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
MAHASISWA FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN IKUTI LOMBA IDE BISNIS DENGAN KONSEP INOVATIF “GROWBITA” GREEN REVOLUTION OF WASTEDBASED INNOVATION FOR TANAM And AGRICULTUR
Kajen (03/08) Dua mahasiswa program studi Ekonomi Syariah FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yaitu Nafal Fikri-NIM 40124100 dan Syihabud din-NIM 40124035 berhasil menunjukkan kreativitas dan jiwa inovatifnya dengan mengikuti lomba ide bisnis melalui pembukaan stand bertajuk “GROWBITA” (Green Revolution of Wasted-Based Innovation for Tanam and Agriculture). Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Ahad, 03 Agustus 2025 di Kajen, Kabupaten Pekalongan, dan menjadi ajang strategis dalam mengembangkan gagasan bisnis berbasis keberlanjutan.
Partisipasi kedua mahasiswa ini mencerminkan implementasi nyata dari dukungan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan. Kegiatan tersebut tidak hanya relevan dengan pembelajaran teoritis yang diterima di kelas, tetapi juga menegaskan bahwa sarana dan prasarana yang disediakan oleh UPPS dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penggunaan fasilitas akademik dan dukungan kelembagaan semakin meningkat seiring kesadaran mahasiswa dalam mengikuti kegiatan yang selaras dengan visi dan misi fakultas.
Konsep GROWBITA sendiri menekankan pemanfaatan limbah limbah popok sekali pakaisebagai inovasi dalam bidang pertanian. Dengan ide ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi bagi permasalahan lingkungan sekaligus mendorong produktivitas sektor agrikultur melalui pendekatan ramah lingkungan. Inovasi ini sejalan dengan arah pengembangan ilmu ekonomi berbasis syariah yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability) dan etika, sebagaimana tercermin dalam visi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami.

Keterlibatan mahasiswa dalam ajang kompetisi ide bisnis ini menunjukkan bahwa strategi UPPS/PS dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) berjalan efektif. Dengan memfasilitasi mahasiswa mengikuti lomba yang menuntut kreativitas dan pemecahan masalah, UPPS membantu meningkatkan kemampuan analitis, inovatif, serta keterampilan komunikasi. Strategi ini sejalan dengan tujuan program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja dan wirausaha.
Selain itu, dukungan yang diberikan mencerminkan komitmen UPPS dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif dan aplikatif. Melalui penyediaan fasilitas, pendampingan, dan akses informasi lomba, UPPS memastikan bahwa mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan diri. Partisipasi dalam kegiatan seperti ini juga menjadi indikator keberhasilan UPPS dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa pada program yang mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), terutama dalam ranah keterampilan khusus dan umum.
Dengan mengikuti lomba ide bisnis ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kewirausahaan Islami yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan mahasiswa telah diarahkan sesuai dengan sasaran strategis fakultas, yaitu membentuk lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi berbasis nilai keislaman.
Keikutsertaan Nafal Fikri dan Syihabudin pada kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh UPPS/PS. Dengan sinergi antara mahasiswa dan lembaga, diharapkan tercipta iklim akademik yang progresif, inovatif, dan sesuai dengan visi misi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan era industri 4.0 dengan solusi berbasis nilai Islami dan keberlanjutan.
KOLABORASI INTERNASIONAL WARNAI PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA CEMPAKA
Cempaka, 27 Juli 2025 — Suasana Desa Wisata Cempaka, Kabupaten Tegal, dipenuhi semangat kolaborasi dan pertukaran budaya dalam kegiatan Collaborative Program and International Community Service yang berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Program ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan mitra internasional dan komunitas lokal, dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.word
Melalui program ini, peserta tidak hanya terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga mendorong inovasi dan transfer pengetahuan lintas budaya yang bersifat aplikatif. Interaksi antara mahasiswa, mitra global, dan warga desa menjadi fondasi kuat dalam membangun sinergi untuk pengembangan ekonomi kreatif, ekowisata, dan penguatan identitas budaya.
Salah satu capaian menonjol dari kegiatan ini adalah hasil kajian lapangan terhadap Pasar Slumpring, yang diidentifikasi sebagai potensi unggulan untuk menjadi ikon baru Desa Wisata Cempaka. Tim kolaboratif melakukan observasi dan dialog dengan pelaku lokal untuk memahami peran pasar tersebut dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus sebagai ruang ekspresi budaya. Pasar yang terletak di tengah kawasan ekowisata bambu ini menghadirkan konsep unik: menyatukan nilai-nilai tradisional dengan gaya hidup berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat posisi strategis Pasar Slumpring, tim merancang strategi promosi berbasis narasi budaya lokal. Pendekatan ini bertujuan menjadikan pasar tidak sekadar tempat transaksi, melainkan destinasi edukatif yang mencerminkan kekayaan kultural dan kearifan lokal Desa Cempaka di mata dunia.

Program ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional mampu memberikan kontribusi nyata baik dari sisi pemberdayaan sosial maupun pengembangan ekonomi desa. Selain itu, pengalaman lintas budaya yang terbangun selama program turut memperkaya wawasan global para peserta dan mempererat jejaring kemitraan lintas negara.
Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Collaborative Program and International Community Service di Desa Cempaka telah menjadi model kolaborasi edukatif yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menciptakan resonansi global.
PENDAMPINGAN AKREDITASI OLEH LPM UIN GUS DUR DORONG PENGUATAN TATA KELOLA FEBI DAN PENCAPAIAN SASARAN UPPS
Kajen (29/07) Dalam rangka memperkuat tata kelola dan menjamin mutu berkelanjutan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Akreditasi Program Studi bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada hari Selasa, 29 Juli 2025 di meetingroom lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan FEBI Dekan, Para Wakil Dekan, para pengelola Unit Pengelola Program Studi (UPPS) di lingkungan FEBI Muhammad Aris Safi’I, M.E.I (Kaprodi Ekonomi Syariah), Muhammad Rikzam Kamal, M.Kom (Kaprodi Informatika), Umi Mahmudah, M.Sc, Ph.D (Kaprodi Sains Data) dan Versiandika Yudha Pratama, M.M (Kaprodi Bisnis Digital) serta didampingi oleh para sekretaris prodi sebagai upaya strategis untuk memastikan implementasi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya dalam mewujudkan visi, misi, serta pencapaian sasaran fakultas.
Kegiatan pendampingan ini menghadirkan tim LPM UIN Gus Dur yang terdiri dari Vyki Mazaya, M.S.I. (Sekretaris LPM), Uswatun Khasanah, M.S.I. (Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu), Muthoin, M.Ag. (Kepala Pusat Akreditasi), dan Dr. Mochamad Iskarim, S.Pd.I., M.S.I. (Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu). Kehadiran tim LPM ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara optimal, selaras dengan kriteria tata pamong, tata kelola, dan kerjasama dalam instrumen LAMEMBA dan LAMINFOKOM.
Acara dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag yang bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendampingan ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bentuk penguatan mutu yang berorientasi pada keberlanjutan dan reputasi akademik. Moderator juga menekankan pentingnya sinergi antara prodi, fakultas, dan LPM untuk menciptakan pola kerja yang sistematis dan terarah dalam mencapai peringkat akreditasi unggul.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh Khafidz MS, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan empat poin strategis. Pertama, beliau mengingatkan bahwa timeline pengajuan (submit) borang akreditasi harus dikelola secara ketat agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat berdampak pada proses reakreditasi. Kedua, setiap program studi harus memiliki timeline internal yang jelas, sehingga setiap tahapan pengisian instrumen dan pengumpulan data dapat terpantau secara sistematis. Ketiga, fakultas bersama LPM akan menerapkan pola pendampingan terstruktur, mulai dari review dokumen hingga asistensi teknis. Keempat, beliau menegaskan perlunya review eksternal sebelum pengajuan resmi agar semua dokumen memenuhi standar yang ditetapkan oleh LAMEMBA dan LAMINFOKOM.
Dalam sesi diskusi, Vyki Mazaya, M.S.I., Sekretaris LPM, menjelaskan pentingnya penguatan proses PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam siklus SPMI, yang menjadi bukti konkrit dalam kriteria tata pamong. Beliau menekankan bahwa keberhasilan akreditasi bukan hanya pada kelengkapan dokumen, tetapi juga implementasi standar mutu yang nyata di setiap lini pengelolaan program studi. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa LPM sebagai peran konsultan, pendampingan internal terhadap borang akreditasi yang akan disusun.
Muthoin, M.Ag., Kepala Pusat Akreditasi, menguraikan pola pembinaan prodi melalui pendampingan intensif dan simulasi penilaian, yang diharapkan dapat mengidentifikasi kelemahan sejak dini dengan melakukan review sebelum eksternal dan sumbit. Beliau juga menambahkan bahwa tim LPM merupakan teman diskusi sebagai penyambung informasi. Sedangkan Dr. Mochamad Iskarim, S.Pd.I., M.S.I., Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, menegaskan pentingnya audit mutu internal sebagai instrumen pengendalian agar semua aspek akreditasi dapat dijaga konsistensinya. Beliau juga menyampaikan beberapa trik jitu yang mendekati rubric yang telah ditentukan.
Para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan paparan program kerja sekaligus berdiskusi secara konstruktif dengan tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Forum ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan penyusunan borang akreditasi melalui pemetaan timeline, analisis kebutuhan data, dan penyesuaian indikator kinerja dengan standar LAMEMBA. Diskusi juga menitikberatkan pada penguatan sinergi antarprodi serta penerapan siklus PPEPP dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sehingga strategi yang dirumuskan tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga mendukung pencapaian visi institusi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan ini mencerminkan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam menegakkan prinsip continuous quality improvement. Dengan dukungan LPM dan keseriusan seluruh pengelola UPPS, diharapkan setiap program studi mampu meraih peringkat akreditasi yang unggul serta memperkuat daya saing FEBI di tingkat nasional maupun internasional.
Reporter : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
FGD Penyusunan Kurikulum OBE FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Hadirkan Ketua LPM UIN Salatiga
Pekalongan, 11 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis dalam penguatan mutu pendidikan berbasis capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan yang berlangsung di kampus FEBI ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga.
PENETAPAN UJIAN SKRIPSI TANGGAL 08 JULI 2025
Jadwal Ujian Program Studi Ekonomi Syariah
Pengumuman Pengajuan Banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) FEBI Tahun Akademik 2025/2026
1. Pengumuman Banding UKT 2025 : Klik Download
2. Formulir Permohonan Pengajuan Banding UKT : Klik Download
