Wednesday, 20 August 2025 12:43

UJIAN TERBUKA S3 DOSEN FEBI UIN GUS DUR AHMAD ROSYID PERKUAT PENGEMBANGAN SDM DALAM AKREDITASI

Semarang (20/08) – Ahmad Rosyid NIM 12020119510039 , dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, melaksanakan ujian terbuka program doktor di Universitas Diponegoro Semarang pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Disertasi yang diangkat berjudul “Pengaruh Paternalistic Leadership Terhadap Intensi Whistleblowing: Uji Mediasi Sinisme Bawahan”. Sidang ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan, yang turut memberikan dukungan akademik dan moral bagi promovendus.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Sidang sekaligus penguji. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Drs. Imam Ghozali, M.Com., Ph.D. sebagai promotor utama dan Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt. sebagai co-promotor. Penguji eksternal yang hadir adalah Prof. Drs. Bandi, S.E., M.Si., serta didukung oleh penguji internal yaitu Prof. Drs. Tarmizi Achmad, M.B.A., Ph.D. dan Dr. Dra. Zulaikha, Ak., M.Si. Kehadiran para akademisi senior dalam tim penguji memberikan nilai tambah terhadap kualitas proses akademik yang ditempuh oleh Ahmad Rosyid.

Disertasi yang diteliti mengulas hubungan antara kepemimpinan paternalistik dengan intensi whistleblowing melalui mediasi sinisme bawahan. Tema ini memiliki relevansi strategis dalam ranah tata kelola organisasi, khususnya untuk membangun budaya transparansi, etika, serta keberanian dalam mengungkapkan praktik-praktik penyimpangan. Dengan pendekatan ilmiah yang digunakan, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi dunia manajemen dan organisasi di Indonesia.

Dalam kerangka akreditasi, ujian terbuka S3 yang ditempuh oleh dosen FEBI ini mencerminkan implementasi pengembangan Sumber Daya Manusia yang menegaskan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dosen sebagai salah satu indikator mutu perguruan tinggi. Dengan bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor, FEBI akan memiliki daya dukung yang lebih kuat dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Lebih jauh, pencapaian akademik Ahmad Rosyid juga selaras dengan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam mendorong dosen untuk melanjutkan studi doktoral. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat rasio dosen bergelar S3 yang merupakan salah satu variabel penting dalam penilaian akreditasi. Keberhasilan ini menunjukkan adanya intervensi nyata dari unit pengelola program studi (UPPS) dalam mendukung pengembangan karier akademik para dosen.

Selain itu, keberhasilan promovendus dalam menyelesaikan pendidikan doktoral berimplikasi pada peningkatan kualitas penelitian dan publikasi serta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang relevan dengan bidang keilmuannya. Dengan demikian, capaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi pada rekognisi institusi di tingkat nasional maupun global.

Ujian terbuka ini juga mencerminkan komitmen akademik dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan. Keterlibatan penguji eksternal dari universitas lain menunjukkan adanya upaya benchmarking serta validasi terhadap standar kualitas penelitian yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan prinsip akreditasi yang menekankan pentingnya kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses akademik.

Dengan diraihnya gelar doktor oleh Ahmad Rosyid, FEBI UIN Gus Dur semakin memperkuat fondasi pengembangan SDM dosen yang menjadi salah satu indikator utama dalam akreditasi. Capaian ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat posisi institusi dalam menghadapi persaingan akademik di era global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.