Tuesday, 19 August 2025 13:11

WORKSHOP KURIKULUM OBE FEBI UIN GUS DUR: PENGUATAN KOMPETENSI DOSEN DALAM AKADEMIK

Kajen (19/08) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diikuti oleh 110 dosen pada hari Selasa, 19 Agustus 2025 di Meetingroom lantai 3. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dosen, khususnya dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga sebagai narasumber utama, dengan Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. sebagai moderator.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz MS, M.Ag. menegaskan bahwa penyusunan kurikulum merupakan fondasi penting dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Menurutnya, kurikulum berbasis OBE menuntut perencanaan sistematis dan partisipatif dari seluruh dosen agar capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan standar nasional dan kebutuhan stakeholder. “Kurikulum tidak hanya disusun untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi instrumen strategis yang menghubungkan visi fakultas, kompetensi dosen, dan masa depan mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Khafidz menjelaskan bahwa rubrik kurikulum OBE berfungsi sebagai instrumen evaluasi penyusunan kurikulum. Rubrik ini memuat indikator seperti kesesuaian mata kuliah dengan CPL, relevansi metode pembelajaran, keterpaduan antar-mata kuliah, dan keselarasan dengan profil lulusan. Sementara itu, rubrik penilaian kurikulum OBE lebih menekankan pada evaluasi hasil belajar mahasiswa, di mana capaian kompetensi dijadikan ukuran keberhasilan proses pembelajaran. Dengan demikian, rubrik ini membantu dosen dalam menerapkan standar akademik yang obyektif dan terukur.

Narasumber Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan urgensi pengembangan kurikulum yang berorientasi pada hasil belajar. Ia menyampaikan materi bertajuk Pengembangan Kurikulum Sesuai KKNI dan SN-DIKTI dengan Pendekatan OBE, yang menegaskan bahwa OBE memastikan kesinambungan antara rumusan CPL, mata kuliah, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi. “OBE adalah pendekatan yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran, sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja dan masyarakat,” jelasnya.

Prof. Budiyono juga menekankan bahwa penyusunan kurikulum OBE tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi melalui pemetaan yang jelas antara CPL dengan mata kuliah. Ia mencontohkan pentingnya matriks CPL-MK sebagai alat untuk menghubungkan capaian pembelajaran dengan desain pembelajaran yang konkret. Dengan demikian, kurikulum OBE bukan hanya dokumen akademik, tetapi juga panduan implementasi yang dapat diukur keberhasilannya melalui rubrik penilaian.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta workshop aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi penyusunan kurikulum, integrasi mata kuliah, hingga penerapan rubrik penilaian OBE dalam perkuliahan. Keterlibatan dosen dalam diskusi ini menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk memperkuat mutu pembelajaran sekaligus mendukung pencapaian akreditasi, khususnya pada aspek pengembangan kompetensi dosen.

Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam penerapan kurikulum OBE di FEBI, mengingat mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 ini sudah mulai menggunakan kurikulum berbasis OBE. Hal ini menandai transisi signifikan dalam sistem pembelajaran, di mana orientasi capaian hasil belajar menjadi prioritas utama. Dengan demikian, workshop ini berfungsi sebagai sarana persiapan dosen agar memiliki keterampilan dan pemahaman komprehensif dalam melaksanakan kurikulum baru tersebut.

Sebagai penutup, Dekan FEBI menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum OBE akan menjadi salah satu bukti konkret komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan. “Workshop ini adalah langkah strategis, tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi LAMEMBA, tetapi juga untuk memastikan bahwa lulusan FEBI benar-benar siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkas Dr. Khafidz.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Arif Rachman, M.Pd.