- Pengumuman jadwal Ujian Komprehensif tanggal 03 Juli 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
FEBI
PENETAPAN UJIAN KOMPREHENSHIF TANGGAL 03 JULI 2025
Jadwal Ujian Program Studi Ekonomi Syariah
UJIAN TERBUKA DOKTOR DOSEN FEBI UIN GUS DUR DI UIN WALISONGO: TINJAUAN AKADEMIS TERHADAP PERILAKU MEMILIH PTKIN
Kajen (30/06) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan meraih gelar doktor melalui penyelenggaraan ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung pada hari Senin, 30 Juni 2025 di UIN Walisongo Semarang. Ujian terbuka ini merupakan momen akademik penting bagi Bambang Sri Hartono, NIM 2200029019/S.3, yang sukses mempertahankan disertasinya di hadapan delapan orang penguji.
Mengangkat judul disertasi “Perilaku Memilih Perguruan Tinggi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Jawa Tengah”, Bambang Sri Hartono meneliti secara mendalam kecenderungan dan determinan utama yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Penelitian ini relevan dalam konteks persaingan antar perguruan tinggi yang semakin kompleks, terutama pada sektor pendidikan tinggi berbasis keagamaan.

Dalam ujian terbuka di UIN Walisongo Semarang, promovendus memaparkan bahwa pilihan terhadap PTKIN tidak semata-mata ditentukan oleh faktor akademik, melainkan juga melibatkan aspek psikologis, ekonomi, sosial, serta nilai-nilai spiritual dan keagamaan. Disertasi ini menawarkan pendekatan teoritis dan model empiris yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan strategi promosi dan peningkatan daya saing PTKIN.
Tim penguji dalam ujian terbuka ini terdiri atas delapan akademisi senior, yaitu Prof. Dr. Nizar, M.Ag. (Ketua Sidang/Penguji), Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag., (Sekretaris Sidang/Penguji), Prof. Dr. Muhis, M.Si (Promotor/ Penguji), Prof. Dr. Hj. Susminingsih, M.Ag (Co-Promotor/Penguji), Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag. (Penguji Eksternal), Prof. Dr. Hj. Siti Mujibatun, M.Ag. (Penguji), Dr. H. Ali Murtadho, M.Ag., (Penguji) dan Dr. H. Muhammad Fauzi, M.M. (Penguji). Kehadiran para penguji tersebut menunjukkan kualitas dan bobot akademik yang tinggi dari ujian terbuka ini.
Dalam presentasinya, promovendus menyampaikan bahwa variabel reputasi institusi, ketersediaan program studi, orientasi nilai keislaman, serta pertimbangan biaya pendidikan memainkan peran signifikan dalam perilaku memilih PTKIN. Penelitian ini juga menekankan pentingnya citra institusi, informasi digital, dan pengalaman alumni dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi Islam negeri di Jawa Tengah.
Para penguji memberikan sejumlah apresiasi atas kedalaman literatur, ketajaman analisis, serta kontribusi ilmiah yang ditawarkan. Beberapa catatan diberikan untuk memperkuat metodologi dan memperluas cakupan implikasi praktis, khususnya bagi pengambil kebijakan di lingkungan Kementerian Agama serta pengelola PTKIN. Ujian berlangsung dengan atmosfer ilmiah yang kritis namun konstruktif.
Setelah melalui proses tanya jawab yang mendalam, dewan penguji menyatakan bahwa Bambang Sri Hartono lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Ekonomi Syariah. Keberhasilan ini sekaligus menambah deretan capaian akademik dosen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang terus berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman.
Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, diharapkan Bambang Sri Hartono dapat terus berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Islam, baik melalui pengajaran, riset, maupun pengabdian masyarakat, serta turut memperkuat reputasi institusi tempat beliau mengabdi dalam ranah keilmuan yang strategis dan berdampak luas.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudiarto, S.Pd.I
FEBI UIN GUS DUR PERKUAT SISTEM MUTU MELALUI FGD DENGAN NARASUMBER DARI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
Kajen (24/06) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema strategis “Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan di meeting room lantai 3 FEBI pada hari Selasa, 24 Juni 2025 dan sebagai bagian dari komitmen institusional dalam memperkuat budaya mutu serta mendukung proses berkelanjutan menuju akreditasi unggul. FGD ini menghadirkan narasumber dari Universitas Mercu Buana Jakarta, yakni Dr. Muhyarsyah, M.Si dan Dr. Hj. Nurul Hidayah, S.E., M.Si, dua akademisi senior yang telah lama berkecimpung dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz M.S., M.Ag. menyampaikan bahwa penyelenggaraan FGD ini merupakan bentuk keseriusan fakultas dalam menginternalisasi prinsip-prinsip penjaminan mutu sebagai pondasi utama dalam tata kelola pendidikan tinggi. “Kita menyadari bahwa mutu bukanlah sekadar capaian administratif, melainkan budaya yang harus terus dibangun secara sistemik dan konsisten,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan sistem mutu yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement).
Dalam pemaparannya, Dr. Muhyarsyah, M.Si menguraikan pentingnya sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan institusional. Ia menekankan bahwa setiap program studi harus memiliki mekanisme evaluasi diri yang solid, termasuk pelaksanaan audit mutu internal secara periodik. “SPMI bukan sekadar dokumen, tetapi instrumen dinamis yang harus menjadi alat kontrol dan pengembangan dalam mencapai visi dan misi institusi,” jelasnya. Ia juga mencontohkan praktik baik dari Universitas Mercu Buana dalam membangun sinergi antara unit penjaminan mutu dengan seluruh elemen akademik.
Sementara itu, Dr. Hj. Nurul Hidayah, S.E., M.Si memfokuskan paparannya pada aspek implementasi penjaminan mutu berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Ia menyoroti pentingnya pelibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam siklus mutu, serta integrasi antara SPMI dan sistem informasi akademik. “Jika siklus PPEPP dijalankan secara konsisten dan terdokumentasi dengan baik, maka akreditasi unggul bukanlah cita-cita yang jauh,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan penjaminan mutu sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik dan kultur organisasi yang terbuka terhadap evaluasi.
Diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat FEBI ini berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar praktik audit mutu, strategi peningkatan nilai akreditasi, hingga tantangan dalam penyusunan dokumen evaluasi diri. Suasana diskusi menjadi lebih dinamis setelah sesi tanya jawab dibuka, menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip mutu secara aplikatif. Hal ini menunjukkan bahwa tema penjaminan mutu merupakan kebutuhan nyata dalam pengelolaan akademik di lingkungan fakultas.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menyampaikan bahwa hasil dari FGD ini akan menjadi bahan tindak lanjut dalam penguatan sistem mutu FEBI, termasuk dalam perumusan SOP akademik, pelaksanaan audit internal, serta pengembangan instrumen evaluasi. “Kita berharap setelah FGD ini, seluruh unit kerja di lingkungan FEBI memiliki kesamaan pemahaman dan komitmen dalam menjalankan sistem mutu yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan mutu sebagai bagian integral dari setiap aktivitas akademik dan administratif.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, tenaga kependidikan, serta tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) FEBI. FGD ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring akademik, dan menyerap pengetahuan praktis dari institusi lain yang telah berpengalaman dalam membangun sistem mutu yang efektif. Kegiatan semacam ini dinilai sangat relevan dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, terutama dalam menyiapkan perguruan tinggi yang adaptif terhadap tuntutan mutu global.
Dengan terselenggaranya FGD Penjaminan Mutu ini, FEBI UIN Gus Dur Pekalongan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas institusional menuju tata kelola yang unggul dan berintegritas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan budaya mutu di semua lini, sejalan dengan visi universitas sebagai pusat kajian keislaman dan pengembangan keilmuan yang responsif terhadap dinamika zaman.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudiarto, S.Pd.I
PENETAPAN UJIAN KOMPREHENSHIF TANGGAL 25 JUNI 2025 DAN UJIAN SKRIPSI TANGGAL 25 DAN 26 JUNI 2025
Jadwal Ujian Program Studi Ekonomi Syariah
- Pengumuman jadwal Ujian Komprehensif tanggal 25 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
- Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 25 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
- Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 26 Juni 2025 program studi ekonomi syariah Klik Download
PENGUMUMAN JADWAL SEMESTER PADAT/ANTARA TAHUN 2025 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Berdasarkan Nota Dinas dengan Nomor: B-342/Un.27/F.IV.1/PP.00.9/06/2025 tentang Pengumuman Pelaksanaan Semester Antara (Semester Pendek) mengenai ketentuan pertimbangkan mata kuliah yang bisa dibuka dalam Semester Antara (Semester Pendek) tahun 2025 yaitu:
1. Mata Kuliah Ayat dan Hadist Ekonomi
2. Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I
3. Mata Kuliah Pengantar Manajemen dan Bisnis Islam
Pengumuman Peserta dan Jadwal Semester Antara atau Semester Padat pada tahun 2025 dapat diakses melalui: Klik Lihat/Download
FEBI UIN GUS DUR TEGUHKAN AKUNTABILITAS MELALUI MONITORING INTENSIF SPI
Kajen (18/06) Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga akuntabilitas dan tata kelola keuangan yang baik dengan melaksanakan kegiatan pendampingan, konsultasi, serta monitoring penggunaan anggaran di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025 di ruang smart class FEBI, lantai 2 dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, program studi serta para pengelola anggaran. Tim SPI yang hadir terdiri dari Ketua Agus Arwani, S.E., M.Ag, CPHCM, QRMP, CITRMA, CAP, Sekretaris Agung Barok Pratama, M.H., serta empat orang auditor yang masing-masing bertugas mengamati, mendampingi, dan memberikan masukan strategis, yaitu auditor M. Rofi Akbar, S.E., Aisyah, S.Akun, Shobahatussa’adah, S. Akun.,dan Shofiana, S.Akun. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda periodik SPI untuk memastikan seluruh unit kerja di lingkungan UIN Gus Dur menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan keuangan negara.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dalam pembukaan dan sambutanya penuh dengan apresiasi menyambut baik kehadiran Tim Satuan Pengawasan Internal (SPI) di lingkungan FEBI UIN Gus Dur sebagai bagian dari upaya kolektif dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kegiatan pendampingan dan monitoring penggunaan anggaran yang dilakukan SPI tidak hanya menjadi instrumen pengawasan internal, tetapi juga merupakan bentuk penguatan sistem menuju tercapainya prinsip Good and Clean Governance yang selaras dengan arah kebijakan nasional dan visi universitas. FEBI berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan praktik pengelolaan keuangan yang sesuai dengan standar akuntabilitas publik, sebagai bagian integral dari pencapaian indikator-indikator akreditasi yang unggul. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis bahwa tata kelola yang baik akan menjadi fondasi kokoh bagi pencapaian mutu program studi yang unggul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua SPI Agus Arwani menekankan bahwa kegiatan monitoring ini tidak bersifat inspeksi semata, melainkan sebagai bentuk perkenalan dan pendampingan kolegial untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan fakultas. “Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap satuan kerja memahami dengan baik aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran. SPI berfungsi bukan untuk menghakimi, namun untuk memperkuat sistem pengawasan internal secara partisipatif,” ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah konsultasi teknis terkait penggunaan anggaran operasional dan belanja perjalanan dinas. Tim SPI secara khusus menyoroti penyusunan dokumen pertanggungjawaban Surat Perjalanan Dinas (SPD) yang seringkali menjadi titik rawan dalam audit. Auditor memberikan bimbingan mengenai kelengkapan dokumen, kesesuaian biaya, serta keselarasan antara rencana kegiatan dan output yang dicapai.
Selain itu, SPI juga mendorong pengelola anggaran untuk lebih proaktif dalam menyusun time schedule realisasi anggaran semester genap. Dengan penyusunan jadwal yang sistematis, diharapkan pelaksanaan kegiatan tidak terkonsentrasi di akhir tahun anggaran, yang kerap menimbulkan kendala administratif dan teknis. Auditor menyarankan penggunaan aplikasi monitoring internal sebagai sarana kontrol waktu pelaksanaan kegiatan.
Sekretaris SPI, Agung, menambahkan bahwa penting bagi fakultas untuk menjadikan proses anggaran sebagai sarana pencapaian visi dan misi kelembagaan, bukan semata sebagai kewajiban administratif. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang dirancang hendaknya memiliki indikator capaian yang terukur dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini sejalan dengan semangat Outcome-Based Budgeting (OBB) yang tengah diarusutamakan di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para pengelola anggaran mengajukan sejumlah pertanyaan terkait teknis penyusunan laporan keuangan, revisi RKA, serta optimalisasi aplikasi keuangan berbasis daring. Tim SPI menyambut antusias pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang komprehensif dan solutif, memperlihatkan bahwa fungsi pengawasan tidak hanya sebatas kontrol, melainkan juga penguatan kapasitas kelembagaan.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I
DOSEN FEBI UIN GUSDUR PRESENTASI PADA BENEFECIUM 8, ANGKAT KONSEP SMART HALAL TOURISM, FEBI UIN GUSDUR TURUT MENJADI CO-HOST BERSAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
Pekalongan (18/06) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berpartisipasi aktif dalam The 8th Benefecium (Business, Economics, and Finance International Conference) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Magelang pada Rabu, 18 Juni 2025. Konferensi ilmiah internasional ini dilaksanakan secara daring dan menghadirkan akademisi serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.
Dalam kesempatan ini, FEBI UIN Gusdur tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi juga berperan sebagai Co-Host kegiatan, menandai sinergi kelembagaan dalam penguatan jejaring akademik di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI UIN Gusdur, tampil sebagai salah satu pemateri dengan mempresentasikan hasil kajiannya yang berjudul “Smart Halal Tourism: Inovasi dan Strategi Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif”. Topik ini merupakan bagian dari konsentrasi keilmuannya dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis teknologi dan pariwisata halal.

Dalam paparannya, Dr. Kuat menyoroti potensi Kota Semarang sebagai destinasi smart halal tourism, yang ditunjang dengan penggunaan aplikasi digital “LUMPIA” (Layanan Untuk Masyarakat dan Pariwisata) serta ketersediaan fasilitas ramah Muslim yang memenuhi standar wisata halal.
Ia menyampaikan, “Kota Semarang sudah memenuhi sejumlah indikator smart halal tourism, baik dari sisi digitalisasi layanan wisata maupun keberadaan infrastruktur pendukung seperti hotel syariah, tempat ibadah, dan kuliner halal. Aplikasi LUMPIA menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman wisata halal yang efisien dan aman.”
Presentasi ini didampingi oleh dua anggota tim peneliti, yakni Syifa Rohmah, M.M. dan Happy Sista Devy, M.M., yang turut berkontribusi dalam riset dan penguatan data lapangan.
Partisipasi aktif FEBI UIN Gusdur dalam forum akademik internasional ini menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkuat kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan global, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis nilai-nilai Islam.
PENANDATANGANAN ADDENDUM KERJA SAMA ANTARA FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID DAN BPJS KETENAGAKERJAAN
Kajen, 18 Juni 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi menandatangani addendum kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan pada Rabu pagi (18/6) yang dilaksanakan di Ruang Meeting Dekanat Lantai 2 FEBI. Penandatanganan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam bidang perlindungan kerja bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEBI, antara lain Dekan FEBI, Dr. A.M. Khafidz Ma’shum, M.Ag., Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, M. Shulthoni, M.A., Ph.D., Kepala Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah serta dosen FEBI. Dari pihak BPJS Ketenagakerjaan hadir Kepala Cabang Pekalongan, Dedi Dermawan, Kepala Bidang Kepesertaan, Aditya Karo Ramadhan, serta tim BPJS lainnya yakni Fikar Fathul Manan dan Amri Setiabudi.
Dalam sambutannya, Dr. Khafidz Ma’shum menekankan pentingnya kerja sama eksternal sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan di FEBI. “Kerja sama dengan mitra luar kampus seperti BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedi Dermawan menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini dan menyampaikan bahwa UIN Gusdur merupakan salah satu kampus yang aktif menjalin kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Kami siap mendukung mahasiswa FEBI yang terlibat dalam KKN atau PPL, khususnya jika terjadi risiko kecelakaan kerja di lapangan. Kami juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa yang ingin belajar tentang strategi pemasaran maupun pengembangan bisnis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki berbagai proyek tahunan yang dapat menjadi sarana belajar dan kontribusi nyata dari mahasiswa. Ia juga mengundang masukan dari pihak kampus demi penyempurnaan program-program yang dijalankan.
Penandatanganan addendum kerja sama ini menandai keberlanjutan kolaborasi strategis antara FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung perlindungan dan pengembangan kompetensi mahasiswa di dunia kerja.
Reporter : Qorry Aina dan Aprin
Editor : M. Shulthoni
DOSEN FEBI UIN GUS DUR DR. TAMAMUDIN, M.M. MENJADI NARASUMBER FGD MORA THE AIR FUNDS
Pekalongan (18/06) Dalam rangka memperkuat peran riset terapan terhadap isu lingkungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan Focus Group Discussion (FGD) MORA THE AIR FUNDS sukses diselenggarakan di Hotel Dafam Pekalongan pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim periset dengan ketua tim Prof. Dr. Susminingsih, M.Ag. dan menghadirkan narasumber Dr. Tamamudin, M.M., dosen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang membahas urgensi strategi integratif pengelolaan limbah tekstil untuk keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Dr. Tamamudin mengawali pemaparannya dengan menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara. Di balik potensi industri yang besar ini, terdapat permasalahan serius terkait limbah tekstil, terutama dari sektor UMKM yang kerap tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. “Limbah tekstil, baik berupa sisa kain maupun limbah cair dari proses pencelupan dan pencucian, memiliki dampak negatif bagi lingkungan jika tidak diolah dengan tepat,” tegasnya.
Sebagai solusi, beliau menawarkan strategi integratif yang menggabungkan pendekatan tradisional berbasis kearifan lokal dengan pendekatan modern berbasis teknologi. Misalnya, penggunaan pewarna alami dari daun jati, indigofera, dan kulit kayu mahoni yang lebih ramah lingkungan, dapat dikombinasikan dengan teknologi filtrasi modern atau biofilter berbasis mikroorganisme. Strategi ini, menurut Dr. Tamamudin, tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga mempertahankan nilai budaya dalam produk tekstil UMKM.

Lebih lanjut, Dr. Tamamudin menekankan bahwa integrasi teknologi juga membuka peluang efisiensi biaya produksi melalui penerapan model produksi tanpa limbah (zero-waste production). Dengan memanfaatkan kembali sisa kain menjadi produk turunan seperti tas, dompet, atau kain perca kreatif, UMKM tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga memperoleh nilai tambah yang signifikan. “Efisiensi dan keberlanjutan bisa berjalan seiring ketika teknologi dan tradisi disinergikan secara tepat,” ujarnya.
Ketua tim periset, Prof. Dr. Susminingsih, M.Ag., dalam sambutannya menyatakan bahwa FGD ini bertujuan untuk menjaring masukan dari para pelaku UMKM dan pemangku kepentingan guna merumuskan model implementatif hasil riset MORA THE AIR FUNDS. Ia menegaskan bahwa solusi yang lahir dari riset harus mampu menjawab kebutuhan konkret di lapangan dan dapat diterapkan dalam skala lokal. “Kami ingin hasil riset ini menyentuh realitas UMKM, terutama dalam menjawab persoalan limbah dan keberlanjutan industri tekstil,” tandasnya.
Suasana diskusi dalam Focus Group Discussion (FGD) menjadi semakin dinamis dan terbuka setelah dibukanya sesi tanya jawab, yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta, khususnya pelaku UMKM yang antusias menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan tantangan nyata yang mereka hadapi di lapangan. Interaksi dua arah ini menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara narasumber dan peserta, sehingga memperkaya perspektif mengenai implementasi integratif pengolahan limbah tekstil berbasis kearifan lokal dan teknologi modern. Keterbukaan diskusi tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya relevansi tema FGD, tetapi juga mengindikasikan adanya kebutuhan akan solusi aplikatif yang berakar pada realitas industri tekstil skala mikro dan kecil.
FGD ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan model solusi lingkungan yang aplikatif, berbasis nilai lokal, dan didukung oleh inovasi teknologi. Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara akademisi, peneliti, dan pelaku UMKM untuk mewujudkan ekosistem industri tekstil yang lebih hijau, produktif, dan berdaya saing global.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I
FEBI UIN GUS DUR GELAR RAPAT PENYUSUNAN MATRIKS DAN EVALUASI RUBRIK MENUJU AKREDITASI UNGGUL
Kajen (17/06) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka penyusunan matriks akreditasi dan pendalaman rubrik LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi), bertempat di meeting room lantai 3, pada hari Selasa, 17 Juni 2025. Rapat ini menjadi bagian dari langkah strategis FEBI untuk memastikan kesiapan menuju akreditasi unggul sesuai dengan ketentuan tujuh standar penilaian LAMEMBA.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi dan para dosen. Dalam sambutannya, Dekan FEBI menekankan pentingnya kolaborasi dan kesatuan visi dalam menghadapi dinamika perubahan regulasi akreditasi serta penyesuaian terhadap rubrik-rubrik terbaru yang ditetapkan LAMEMBA.
Adapun fokus utama pembahasan rapat yaitu Rubrik Akreditasi 7 Standar dalam rangka untuk memastikan kesesuaian antara kegiatan tridharma dosen dengan indikator kinerja yang ditetapkan, termasuk kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan penunjang akademik lainnya yang bertujuan untuk menjamin konsistensi pelaporan dalam mendukung capaian akreditasi.
Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menyampaikan bahwa forum koordinasi dalam rangka persiapan penyusunan borang akreditasi program studi di lingkungan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Persiapan ini merupakan tahapan strategis yang menuntut ketelitian, kolaborasi lintas unit, serta komitmen bersama dalam memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh LAMEMBA. Salah satu aspek krusial dalam proses ini adalah pelaksanaan survei kepada para pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, yang meliputi mahasiswa, dosen, alumni, pengguna lulusan, serta mitra institusional. Survei ini tidak hanya menjadi alat ukur kepuasan, tetapi juga berfungsi sebagai dasar penyusunan narasi borang yang berbasis pada eviden objektif dan persepsi yang terukur.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami menekankan pentingnya peran aktif Unit Penjaminan Mutu (UPM) dalam merancang, menyelenggarakan, dan menindaklanjuti hasil survei secara sistematis. UPM diharapkan mampu menganalisis data secara kritis dan menyajikannya dalam bentuk laporan mutu yang terintegrasi dengan indikator standar akreditasi. Hasil survei ini akan menjadi pijakan utama dalam menyusun argumen evaluatif dan rencana tindak lanjut (RTK) pada masing-masing standar. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh civitas akademika untuk mendukung penuh kegiatan ini, baik dalam bentuk pengisian kuesioner secara jujur maupun dalam menyediakan data dukung yang relevan. Dengan sinergi yang kuat dan pendekatan yang berbasis data, kami optimis proses penyusunan borang akan berjalan efektif dan membawa hasil yang membanggakan bagi institusi.
Rapat juga mendorong setiap program studi untuk memetakan capaian indikator mutu dan merancang strategi pemenuhan yang realistis. Dalam hal ini, peran GPM dan Unit Penjaminan Mutu (UPM) sangat vital sebagai penghubung antara dokumen evaluatif dan bukti dukung yang kredibel. Pendekatan berbasis eviden dinilai menjadi kunci dalam merespons penilaian berbasis output yang kini diutamakan oleh LAMEMBA.
Dalam diskusi terbuka, beberapa masukan konstruktif disampaikan, di antaranya dari Kaprodi Sains Data, Umi Mahmudah, M.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya penyusunan laporan survei capaian Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) yang tidak hanya bersifat internal, tetapi juga harus menghasilkan outcome yang dapat dirasakan secara nyata oleh pihak eksternal, termasuk mitra, pengguna lulusan, dan masyarakat luas. Beliau menekankan bahwa setiap bentuk kegiatan yang dilaksanakan baik akademik maupun non-akademik harus disusun dalam bentuk laporan sistematis yang merefleksikan kontribusi terhadap pencapaian VMTS prodi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara kegiatan operasional dengan arah strategis institusi, sekaligus menjadi bagian dari eviden penting dalam proses akreditasi dan evaluasi mutu berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, disepakati pembentukan tim kecil untuk tiap standar yang bertanggung jawab menyusun draft rubrik sesuai dengan peta capaian masing-masing standar. Tim tersebut akan bekerja dalam waktu terbatas dan hasilnya akan dipresentasikan dalam forum evaluasi tahap kedua yang dijadwalkan dua pekan mendatang. Langkah ini mencerminkan komitmen FEBI UIN Gus Dur untuk meningkatkan akuntabilitas akademik dan tata kelola yang berbasis mutu.
Dengan penyusunan matriks akreditasi yang sistematis dan pemahaman mendalam terhadap rubrik LAMEMBA, FEBI UIN Gus Dur optimis dapat meraih akreditasi unggul dalam waktu yang ditargetkan. Sinergi antara pimpinan, dosen, dan tim penjaminan mutu menjadi modal utama dalam mewujudkan fakultas yang responsif terhadap tantangan akreditasi berbasis standar nasional dan internasional.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudiarto, S.Pd.I
