Tuesday, 24 June 2025 13:33

FEBI UIN GUS DUR PERKUAT SISTEM MUTU MELALUI FGD DENGAN NARASUMBER DARI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Kajen (24/06) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema strategis “Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan di meeting room lantai 3 FEBI pada hari Selasa, 24 Juni 2025 dan sebagai bagian dari komitmen institusional dalam memperkuat budaya mutu serta mendukung proses berkelanjutan menuju akreditasi unggul. FGD ini menghadirkan narasumber dari Universitas Mercu Buana Jakarta, yakni Dr. Muhyarsyah, M.Si dan Dr. Hj. Nurul Hidayah, S.E., M.Si, dua akademisi senior yang telah lama berkecimpung dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz M.S., M.Ag. menyampaikan bahwa penyelenggaraan FGD ini merupakan bentuk keseriusan fakultas dalam menginternalisasi prinsip-prinsip penjaminan mutu sebagai pondasi utama dalam tata kelola pendidikan tinggi. “Kita menyadari bahwa mutu bukanlah sekadar capaian administratif, melainkan budaya yang harus terus dibangun secara sistemik dan konsisten,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan sistem mutu yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement).

Dalam pemaparannya, Dr. Muhyarsyah, M.Si menguraikan pentingnya sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan institusional. Ia menekankan bahwa setiap program studi harus memiliki mekanisme evaluasi diri yang solid, termasuk pelaksanaan audit mutu internal secara periodik. “SPMI bukan sekadar dokumen, tetapi instrumen dinamis yang harus menjadi alat kontrol dan pengembangan dalam mencapai visi dan misi institusi,” jelasnya. Ia juga mencontohkan praktik baik dari Universitas Mercu Buana dalam membangun sinergi antara unit penjaminan mutu dengan seluruh elemen akademik.

Sementara itu, Dr. Hj. Nurul Hidayah, S.E., M.Si memfokuskan paparannya pada aspek implementasi penjaminan mutu berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Ia menyoroti pentingnya pelibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam siklus mutu, serta integrasi antara SPMI dan sistem informasi akademik. “Jika siklus PPEPP dijalankan secara konsisten dan terdokumentasi dengan baik, maka akreditasi unggul bukanlah cita-cita yang jauh,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan penjaminan mutu sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik dan kultur organisasi yang terbuka terhadap evaluasi.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat FEBI ini berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar praktik audit mutu, strategi peningkatan nilai akreditasi, hingga tantangan dalam penyusunan dokumen evaluasi diri. Suasana diskusi menjadi lebih dinamis setelah sesi tanya jawab dibuka, menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip mutu secara aplikatif. Hal ini menunjukkan bahwa tema penjaminan mutu merupakan kebutuhan nyata dalam pengelolaan akademik di lingkungan fakultas.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menyampaikan bahwa hasil dari FGD ini akan menjadi bahan tindak lanjut dalam penguatan sistem mutu FEBI, termasuk dalam perumusan SOP akademik, pelaksanaan audit internal, serta pengembangan instrumen evaluasi. “Kita berharap setelah FGD ini, seluruh unit kerja di lingkungan FEBI memiliki kesamaan pemahaman dan komitmen dalam menjalankan sistem mutu yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan mutu sebagai bagian integral dari setiap aktivitas akademik dan administratif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, tenaga kependidikan, serta tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) FEBI. FGD ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring akademik, dan menyerap pengetahuan praktis dari institusi lain yang telah berpengalaman dalam membangun sistem mutu yang efektif. Kegiatan semacam ini dinilai sangat relevan dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, terutama dalam menyiapkan perguruan tinggi yang adaptif terhadap tuntutan mutu global.

Dengan terselenggaranya FGD Penjaminan Mutu ini, FEBI UIN Gus Dur Pekalongan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas institusional menuju tata kelola yang unggul dan berintegritas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan budaya mutu di semua lini, sejalan dengan visi universitas sebagai pusat kajian keislaman dan pengembangan keilmuan yang responsif terhadap dinamika zaman.

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I