FEBI
FEBI UIN GUS DUR BANGUN KERJA SAMA MULTI-STACKEHOLDER DENGAN RUMAH BUMN PEKALONGAN BRI, RUMAH BUMN TELKOM INDONESIA, DAN PT IMFEA SOFTWARE SOLUSINDO (ISSO)
Kajen (24/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali memperluas jaringan kemitraannya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan tiga mitra strategis: Rumah BUMN Pekalongan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Rumah BUMN Telkom Indonesia, dan PT Imfea Software Solusindo (ISSO). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 24 November 2025 bertempat di Meetingroom Lantai 3 Gedung FEBI. Hadir dalam acara tersebut para pimpinan fakultas dan prodi, perwakilan mitra institusi, serta para fasilitator yang berperan dalam penguatan sinergi kelembagaan.
Kerja sama ini melibatkan fasilitator dari masing-masing lembaga, yakni Noviyanti, S.E. dari Rumah BUMN BRI Pekalongan, Muhammad Saebani, S.Kom. dari Rumah BUMN Telkom Indonesia, serta Direktur PT. Imfea Software Solusindo (ISSO) Abdul Razak Naufal, M.Kom. Ketiga mitra tersebut selama ini dikenal aktif dalam pemberdayaan UMKM, penguatan transformasi digital, dan pengembangan teknologi informasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri dan kewirausahaan modern.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Gus Dur, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Beliau menegaskan bahwa upaya kolaboratif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan FEBI, sekaligus menjawab tuntutan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Menurutnya, sinergi dengan mitra industri akan membuka ruang inovasi dan percepatan implementasi kurikulum berbasis kebutuhan pasar.
Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ruang lingkup kerja sama juga diperluas pada pelaksanaan reviu kurikulum yang berbasis pada Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, FEBI berkomitmen memperkuat relevansi kurikulum agar adaptif terhadap perkembangan ilmu ekonomi, bisnis digital, dan kewirausahaan era digital.
Para mitra menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan akademik melalui penguatan praktikum, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga penyediaan sumber daya dan narasumber profesional. Kerja sama dengan Rumah BUMN BRI dan Telkom Indonesia diharapkan dapat mendorong transfer pengalaman lapangan, terutama dalam bidang manajemen UMKM, digitalisasi layanan, serta pengembangan ekosistem wirausaha mahasiswa. Sementara PT. Imfea Software Solusindo (ISSO) menekankan kontribusinya dalam penguatan teknologi dan software solution yang relevan dengan kebutuhan program studi berbasis teknologi informasi.
Lebih lanjut, kerja sama ini dipercaya menjadi momentum penting bagi FEBI dalam memperkuat jejaring dengan dunia industri dan lembaga pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memperluas ruang penelitian terapan serta program pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata. Hal tersebut sejalan dengan visi FEBI untuk menjadi fakultas unggul dan kompetitif dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis Islam yang berbasis teknologi.
Proses penandatanganan berjalan lancar dan dilanjutkan dengan diskusi ringan mengenai implementasi kerja sama dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Para peserta sepakat untuk menyusun roadmap kolaborasi yang terstruktur, mencakup penyelarasan program kerja, penjadwalan kegiatan, hingga monitoring keberlanjutan program. Fasilitator dari masing-masing lembaga turut memberikan masukan terkait model sinergi yang efektif dan berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan, Dekan FEBI kembali menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen FEBI dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi, khususnya melalui integrasi pengalaman praktik, inovasi teknologi, dan penguatan jejaring profesional. Beliau berharap kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan lulusan yang unggul, kompeten, dan mampu bersaing di era transformasi digital. Dengan demikian, kemitraan ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dan kontributif terhadap perkembangan masyarakat dan industri.
Penulis : Nuzulul
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
FGD KURIKULUM OBE FEBI UIN GUS DUR TEGASKAN PENGUATAN MUTU PEMBELAJARAN BERORIENTASI STAKEHOLDER
Kajen (20/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group dalam rangka penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room lantai 3 ini menjadi langkah strategis fakultas dalam memperkuat mutu pembelajaran serta memastikan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan kebutuhan dunia kerja, standar nasional, dan perkembangan industri.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh stakeholder dari berbagai sektor industri yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkontribusi. Dekan menegaskan bahwa keterlibatan mitra eksternal merupakan aspek yang sangat esensial dalam memastikan bahwa kurikulum FEBI selalu relevan, adaptif, dan responsif terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga menekankan orientasi capaian pembelajaran pada sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, peran stakeholder sangat penting dalam memberikan gambaran nyata terkait kebutuhan kompetensi di lapangan. Dengan demikian, pengembangan kurikulum dapat dilaksanakan secara terukur dan mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja serta mampu beradaptasi dalam berbagai konteks profesional.
Kegiatan FGD ini dirancang dalam bentuk delapan klinik kurikulum yang mewakili delapan program studi di lingkungan FEBI. Setiap klinik menjadi ruang diskusi intensif antara para kaprodi, sekprodi dan dosen prodi dengan stakeholder untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, memetakan relevansi mata kuliah, serta merumuskan struktur kurikulum yang lebih dinamis dan terintegrasi. Model klinik kurikulum ini sekaligus memungkinkan proses penyusunan berlangsung lebih mendalam, terarah, dan fokus pada kebutuhan masing-masing prodi.

Klinik pertama diikuti oleh Program Studi Ekonomi Syariah, yang menghadirkan stakeholder dari sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro, dan industri halal. Para mitra memberikan masukan penting terkait peningkatan kompetensi analisis ekonomi, literasi keuangan syariah, dan kemampuan pemecahan masalah berbasis data dalam kajian ekonomi Islam.
Klinik kedua diikuti oleh Program Studi Akuntansi Syariah, dengan melibatkan stakeholder dari kantor akuntan publik, badan zakat, lembaga keuangan, dan perusahaan industri. Masukan berfokus pada penguatan kompetensi audit syariah, akuntansi keuangan berbasis standar internasional, serta peningkatan kemampuan digital dalam praktik akuntansi.
Klinik ketiga melibatkan Program Studi Perbankan Syariah, yang mendapat kontribusi dari berbagai bank syariah, BMT, dan lembaga keuangan non-bank. Para stakeholder menyoroti pentingnya penguatan keterampilan layanan nasabah, mitigasi risiko, inovasi produk keuangan syariah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional perbankan.
Klinik keempat diikuti oleh Program Studi Bisnis Digital, yang menghadirkan stakeholder dari sektor industri kreatif, perusahaan teknologi, dan start-up digital. Diskusi difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis kewirausahaan, literasi digital, manajemen platform, serta kebutuhan kompetensi dalam ekosistem bisnis berbasis teknologi.
Sementara itu, klinik kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan melibatkan Program Studi Informatika, Sains Data, Gizi, dan Teknik Industri, masing-masing dengan menghadirkan stakeholder terkait seperti perusahaan teknologi informasi, lembaga riset data, rumah sakit dan industri pangan, serta perusahaan manufaktur. Stakeholder memberikan masukan strategis terkait peningkatan kurikulum berbasis analitik, pemrograman, standar keamanan data, pemenuhan gizi masyarakat, hingga optimalisasi proses industri berbasis teknologi.
Pada bagian penutup kegiatan, moderator merangkum bahwa seluruh masukan stakeholder akan diintegrasikan ke dalam penyusunan kurikulum OBE secara komprehensif oleh tim masing-masing prodi. FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keterlibatan mitra eksternal dalam pengembangan kurikulum sebagai wujud implementasi penjaminan mutu berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, visioner, dan selaras dengan standar nasional serta kebutuhan global. Kurikulum berbasis OBE yang dirancang secara kolaboratif diharapkan mampu mendorong tercapainya lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Penulis : Nuzulul
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
LIBATKAN STAKEHOLDER, FEBI UIN GUS DUR GELAR FGD PENYUSUNAN DOKUMEN 3R
Kajen (24/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen 3R -Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) pada hari Senin, 24 November 2025, bertempat di Meeting Room lantai 3 gedung FEBI. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, arah pembangunan fakultas, serta penjaminan mutu akademik yang selaras dengan perkembangan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah hadir dan senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan FEBI. Dekan menegaskan bahwa keberadaan para mitra eksternal memiliki peran signifikan dalam memperkaya analisis kebutuhan serta penyempurnaan dokumen perencanaan strategis fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEBI juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, meliputi para wakil dekan dan ketua program studi. Beliau menyampaikan rasa syukur atas capaian kelembagaan, di antaranya akreditasi unggul UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta predikat unggul yang berhasil diraih Program Studi Perbankan Syariah. Capaian tersebut menurutnya menjadi amanah besar ketika UIN Gus Dur terus mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing global.
Dekan turut menekankan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa FEBI terus meningkat sejak dibukanya program studi umum seperti Bisnis Digital, Informatika, Sains Data, Teknik Industri, dan Gizi. Diversifikasi program studi ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam merespons kebutuhan era digital dan industri 5.0. Selain itu, mahasiswa FEBI kini berasal dari berbagai daerah, termasuk Riau, Jambi, dan Papua, serta terdapat lima mahasiswa non-muslim yang menempuh pendidikan di FEBI, menunjukkan bahwa FEBI semakin inklusif dan diminati lintas kelompok.
Pada tahun akademik 2025, FEBI juga menerima lima mahasiswa asing yang menempuh studi di berbagai program studi. Menurut Dekan, keberadaan mahasiswa internasional ini menjadi indikator kepercayaan global terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di FEBI. Hal ini tidak terlepas dari jejaring kerja sama yang dibangun dengan berbagai institusi serta kontribusi para stakeholder yang terus memberikan catatan strategis bagi pengembangan fakultas.
Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa masukan, rekomendasi, dan evaluasi dari stakeholder akan dikaji secara komprehensif oleh tim penyusun 3R FEBI. Dokumen RIP, Renstra, dan Renop yang sedang disusun menjadi pedoman fundamental bagi arah pembangunan fakultas selama beberapa tahun ke depan, sehingga keterlibatan mitra eksternal merupakan aspek kunci dalam menjamin relevansi dan implementabilitas rencana pengembangan tersebut. Dengan mengucap Bismillāhirraḥmānirraḥīm, Dekan resmi membuka kegiatan FGD.

Kegiatan FGD ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., yang dalam arahannya menyampaikan pentingnya sinergi antara fakultas dan dunia kerja dalam penyusunan dokumen perencanaan strategis. Menurutnya, dokumen 3R tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi juga sebagai representasi visi bersama untuk membawa FEBI menuju keunggulan akademik, profesionalisme, dan daya saing global.
Peserta FGD terdiri dari berbagai stakeholder strategis yang telah lama menjadi mitra FEBI dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Bank Syariah Indonesia, BMT Bahtera, PT Phintraco Sekuritas, Rumah BUMN BRI Pekalongan, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Semarang, Rumah BUMN Telkom Pekalongan, PT Perikanan Indonesia, PT IMFEA Software Solusindo (ISSO), Bank Woori Saudara KC Pekalongan, KPP Pratama Pekalongan dan instansi lain di karesidenan Pekalongan. Kehadiran para mitra ini memperkaya pandangan terkait kebutuhan kompetensi lulusan dan peluang kerja sama berkelanjutan.
Diskusi dalam forum ini berlangsung intensif dan konstruktif. seluruh stakeholder menyampaikan berbagai catatan, mulai dari kompetensi teknis dan soft skills yang diperlukan oleh lulusan, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga peluang peningkatan kapasitas mahasiswa melalui program magang, riset terapan, dan sertifikasi profesi. Setiap masukan diterima dengan baik oleh tim penyusun dokumen sebagai bahan pertimbangan penting dalam desain program pengembangan fakultas.
Pada sesi akhir, moderator merangkum bahwa seluruh pandangan stakeholder akan menjadi dasar penguatan arah kebijakan FEBI, khususnya dalam memperkuat konektivitas antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui FGD ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, visioner, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam rangka mewujudkan FEBI sebagai fakultas unggul yang berdaya saing nasional dan internasional.
Penulis : Nuzulul
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
FEBI UIN GUS DUR GELAR WORKSHOP PENJAMINAN MUTU UNTUK PERKUAT KESIAPAN AKREDITASI PROGRAM STUDI
Kajen (21/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Penjaminan Mutu pada hari Jumat, 21 November 2025 bertempat di Meeting Room lantai 3 FEBI. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan sesuai standar akreditasi nasional maupun kebutuhan internal lembaga.
Workshop resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim penjaminan mutu, tim penyusun borang, para pimpinan fakultas, Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Unit Jaminan Mutu (UJM), serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dokumen akreditasi. Ia juga memberikan pesan agar kegiatan ini menjadi momentum evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan untuk seluruh program studi di lingkungan FEBI.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEBI menekankan pentingnya mendapatkan catatan, masukan, dan evaluasi objektif dari para narasumber yang hadir agar dapat berjalan komprehensif dan berdampak pada peningkatan mutu akademik. Beliau juga menegaskan kesiapan FEBI untuk terus melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap standar penilaian akreditasi terbaru yang menuntut dokumentasi hasil kinerja secara sistematis dan terukur.
Lebih lanjut, Dr. AM. Muh. Khafidz menjelaskan bahwa saat ini FEBI mengelola delapan program studi dengan tiga lembaga akreditasi mandiri yaitu LAMEMBA, LAMINFOKOM dan LAMTEKNIK. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman seluruh tim terkait mekanisme penjaminan mutu dan penyusunan dokumen menjadi langkah yang sangat strategis untuk memastikan seluruh borang memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi.
Kegiatan secara resmi dibuka dengan pembacaan Basmallah sebagai bentuk harapan agar workshop mendapatkan keberkahan dan ridha dari Allah SWT. Hal ini menggambarkan karakter institusi yang tidak hanya mengedepankan profesionalitas akademik, tetapi juga nilai spiritualitas sebagai landasan dalam menjalankan tata kelola pendidikan.

Workshop menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Affandy, M.Kom., Ph.D. dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang dan Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Dekan FEB Universitas Tidar Magelang. Kehadiran keduanya menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk mendapatkan wawasan dan perspektif terkini terkait penjaminan mutu di perguruan tinggi berbasis capaian kinerja dan kebutuhan pengguna (stakeholders).
Dalam penyampaian materi, narasumber menekankan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi sistem manajemen berkelanjutan yang memastikan proses pendidikan berjalan secara efektif, efisien, konsisten, dan memberikan dampak nyata pada peningkatan mutu akademik dan layanan kelembagaan. Penjaminan mutu memerlukan keterlibatan seluruh unsur fakultas, tidak hanya unit tertentu saja, sehingga budaya mutu dapat tumbuh secara alami dalam operasional sehari-hari.
Workshop juga dirangkaikan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Para peserta, termasuk pimpinan fakultas, dosen, dan tim penyusun borang, aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait tantangan dalam proses penyusunan, pemetaan data dan penetapan indikator kinerja. Narasumber memberikan penjelasan dan solusi berbasis praktik terbaik yang dapat langsung diterapkan di lingkungan FEBI.
Melalui pelaksanaan workshop ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mempertegas komitmennya untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan meningkatkan kualitas akreditasi. Dengan kolaborasi yang solid, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta dukungan narasumber ahli, FEBI optimistis dapat mencapai target akreditasi unggul dan terus berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang kompetitif, profesional, dan berorientasi masa depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
DOSEN FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN BAGIKAN STRATEGI PEMBERDAYAAN BERBASIS ABCD DI UIN SAIZU PURWOKERTO
Purwokerto (06/01) Dalam upaya membekali mahasiswa dengan metodologi pengabdian masyarakat yang humanis dan berkelanjutan, Ade Gunawan, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, hadir sebagai narasumber utama dalam Workshop Pemberdayaan Masyarakat di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 6 Januari 2026 ini diikuti oleh sedikitnya 263 mahasiswa yang bersiap terjun langsung ke tengah masyarakat. Fokus utama dalam workshop ini adalah pengenalan dan penerapan strategi Asset Based Community Development (ABCD).
Mengubah Paradigma Pemberdayaan
Dalam paparannya, Ade Gunawan menekankan pentingnya mengubah paradigma pemberdayaan. Jika selama ini masyarakat sering dipandang sebagai objek yang penuh masalah (problem-based), pendekatan ABCD justru mengajak mahasiswa untuk melihat masyarakat sebagai pemilik aset dan potensi yang luar biasa.
"Pemberdayaan yang berkelanjutan tidak dimulai dari apa yang tidak dimiliki masyarakat, tetapi dari apa yang mereka miliki. Pendekatan ABCD melatih mahasiswa untuk mengidentifikasi aset lokal, baik itu sumber daya manusia, alam, hingga sosial, untuk kemudian dikembangkan secara mandiri," ujar Ade Gunawan di hadapan ratusan mahasiswa yang antusias.
Penerapan Strategi ABCD bagi Mahasiswa
Workshop ini dirancang secara interaktif untuk memastikan 263 peserta memahami tahapan teknis pendampingan masyarakat. Ade Gunawan membedah langkah-langkah kunci ABCD, antara lain: Discovery Menemukan kekuatan dan keberhasilan yang pernah dicapai masyarakat. Dream Mengajak masyarakat memimpikan masa depan berdasarkan kekuatan tersebut. Design & Destiny: Merancang strategi bersama untuk mewujudkan mimpi dengan aset yang ada.
Kehadiran Ade Gunawan sebagai narasumber dari FEBI UIN Gus Dur Pekalongan menjadi momentum penguatan jejaring akademik antara UIN Gus Dur Pekalongan dan UIN Saizu Purwokerto. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dalam program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial di wilayah Jawa Tengah.
Pihak panitia penyelenggara dari UIN Saizu Purwokerto menyampaikan apresiasi tinggi atas materi yang disampaikan. Kehadiran narasumber ahli diharapkan mampu meningkatkan kualitas output mahasiswa saat melaksanakan praktik pemberdayaan di lapangan nanti.
Penulis : Nuzulul
Editor : Ade Gunawan, M.M.
FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID TERIMA KUNJUNGAN BPS KOTA PEKALONGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI KERJA SAMA TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Kajen (24/12) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan implementasi kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan pada hari Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dekan sebagai bagian dari tindak lanjut perjanjian kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.
Kerja sama antara FEBI UIN Gus Dur dan BPS Kota Pekalongan difokuskan pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Implementasi kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas akademik, khususnya dalam pemanfaatan data statistik yang valid dan kredibel sebagai basis pengembangan keilmuan dan riset di lingkungan FEBI.
Dekan FEBI UIN Gus Dur, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, MS, M.Ag., menyampaikan rasa senang dan syukur atas kunjungan jajaran BPS Kota Pekalongan. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memastikan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi civitas akademika.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menegaskan bahwa kolaborasi dengan BPS Kota Pekalongan memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian, terutama dalam penyediaan serta pemanfaatan data statistik resmi. Hal ini sejalan dengan upaya FEBI dalam memperkuat budaya akademik berbasis data dan evidensi ilmiah.
Dalam kegiatan tersebut, Dekan FEBI turut didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M., yang menaruh perhatian besar pada aspek penguatan kelembagaan dan tata kelola kerja sama. Kehadiran pimpinan fakultas ini mencerminkan keseriusan FEBI dalam mengawal implementasi kerja sama agar selaras dengan visi pengembangan institusi dan peningkatan kualitas layanan akademik.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, S.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh FEBI UIN Gus Dur. Ia menuturkan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya BPS dalam mendiseminasikan data statistik sekaligus memperluas pemanfaatannya di kalangan akademisi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran BPS Kota Pekalongan juga berkesempatan mengunjungi Pojok Statistik FEBI yang berlokasi di lantai 4 gedung fakultas. Kunjungan ini menjadi sarana monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan Pojok Statistik sebagai pusat literasi data statistik bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di lingkungan FEBI.
Melalui implementasi kerja sama ini, FEBI UIN Gus Dur dan BPS Kota Pekalongan berharap dapat terus memperkuat sinergi kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan riset berbasis data, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M.
PERKUAT TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI, FEBI UIN GUS DUR JALIN KERJA SAMA STRATEGIS DENGAN FEBI UIN SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN
Kajen (18/12) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjalin Perjanjian Kerja Sama dengan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Meeting Room Dekanat lantai 2 FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Perjanjian kerja sama ini difokuskan pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama antarfakultas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas akademik, pengembangan kelembagaan, serta akselerasi inovasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, MS, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa senang dan syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat daya saing fakultas di tingkat nasional. Pada kesempatan tersebut, Dekan FEBI UIN Gus Dur juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan pengelola program studi yang hadir. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten yang dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti pengembangan Program Studi Bisnis Digital.
Lebih lanjut, Dr. Khafidz menjelaskan bahwa pengembangan Program Studi Bisnis Digital di lingkungan FEBI UIN Gus Dur didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, serta tingginya demand pasar. Selain itu, pengembangan kurikulum juga disesuaikan dengan instruksi pimpinan universitas agar pada semester ini seluruh program studi menerapkan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
Sementara itu, Dekan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dekan FEBI UIN Gus Dur beserta jajarannya atas sambutan hangat dan penerimaan yang baik. Ia menilai kerja sama ini sebagai momentum penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Prof. Budi Sudrajat juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI UIN Gus Dur, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama H. M. Shulthoni, M.S.I., Ph.D., Ketua Program Studi Bisnis Digital Versiandika Yudha Pratama, M.M., serta Sekretaris Program Studi Bisnis Digital Jilma Dewi Ayu Ningtyas, M.Si., atas kontribusi dan keterbukaan dalam berbagi pengalaman pengelolaan program studi. Dalam keterangannya, Prof. Budi Sudrajat mengungkapkan bahwa dirinya baru menjalankan amanah sebagai Dekan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten selama kurang lebih empat bulan. Kunjungan ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam upaya memperdalam referensi dan praktik terbaik dalam menyusun serta mengembangkan program studi baru, khususnya Program Studi Bisnis Digital.
Melalui perjanjian kerja sama ini, kedua belah pihak berharap dapat saling memperkuat dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas SDM, kolaborasi riset, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
LPS BERSAMA DPR RI KOMISI XI DAN UIN GUS DUR PEKALONGAN GELAR KULIAH UMUM, DOSEN FEBI TURUT JADI NARASUMBER
Pekalongan (20/12) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XI serta Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menyelenggarakan Kualiah Umum dengan kegiatan Edukasi Literasi Keuangan bertempat di Aula Fakultas Syariah pada hari Sabtu, 20 Desember 2025 dengan dipandu seorang dosen FEBI Tsalis Saefudin. Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Gus Dur serta perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Pekalongan.
Kegiatan workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi serta upaya membangun kesadaran finansial yang sehat dan bertanggung jawab.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai sistem keuangan nasional, peran lembaga negara di sektor keuangan, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni M. Hanif Dakhiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Herman Saheruddin Kepala Kantor Persiapan PRP dan Hubungan Lembaga LPS, serta Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M, Dosen FEBI UIN Gus Dur Pekalongan.
Dalam pemaparannya, M. Hanif Dakhiri menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Herman Saheruddin menjelaskan peran dan fungsi LPS dalam menjamin simpanan nasabah perbankan serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Tamamudin memberikan penguatan dari sisi akademik terkait pengelolaan keuangan yang selaras dengan prinsip ekonomi dan keuangan syariah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Melalui workshop ini, diharapkan mahasiswa FEBI UIN Gus Dur dan pelajar OSIS se-Pekalongan mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing serta memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cerdas dan bertanggung jawab.
Penulis : Nuzulul
Editor : Ade Gunawan, M.M.
DOSEN FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN DORONG OPTIMALISASI PENGELOLAAN WAKAF PESANTREN DI PONDOK MODERN TAZAKKA
Batang (19/12) - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muhammad Shulthoni, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah, pada hari Jum’at, 19 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengelolaan Wakaf di Pesantren sebagai Instrumen Penting dalam Pemenuhan Pendanaan Pendidikan Pesantren”. Pengabdian ini diikuti oleh unsur pimpinan pesantren, pengelola wakaf, serta para asatidz yang berasal dari berbagai wilayah di pulau Jawa dan Sumatra, yang terlibat langsung dalam pengelolaan kelembagaan pesantren.
Dalam pemaparannya, Muhammad Shulthoni menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan struktur organisasi wakaf di pesantren. Menurutnya, wakaf pesantren harus dikelola secara profesional melalui pembentukan unit atau lembaga wakaf yang memiliki legalitas jelas, struktur organisasi yang rapi, serta pembagian tugas dan fungsi yang terukur. Tata kelola yang baik akan memastikan aset wakaf terlindungi, produktif, dan berkelanjutan dalam mendukung pembiayaan pendidikan pesantren jangka panjang.
Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan nilai-nilai pesantren juga menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. Shulthoni menjelaskan bahwa pengelola wakaf pesantren tidak hanya membutuhkan kompetensi manajerial dan pemahaman fikih wakaf, tetapi juga harus berlandaskan nilai keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab yang menjadi ruh pesantren. Integrasi antara profesionalisme dan nilai-nilai kepesantrenan diyakini mampu melahirkan pengelolaan wakaf yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan aset wakaf.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi wakaf dalam menjawab tantangan pendanaan pendidikan pesantren. Wakaf tidak lagi terbatas pada tanah dan bangunan, tetapi dapat dikembangkan melalui wakaf produktif seperti wakaf uang, usaha pesantren, dan pemanfaatan aset berbasis kewirausahaan syariah. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendanaan mandiri yang berkelanjutan, sehingga pesantren tidak sepenuhnya bergantung pada dana santri atau bantuan eksternal.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari pihak Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah. Peserta menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pesantren dalam mengelola wakaf secara lebih modern dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren semakin siap menjadikan wakaf sebagai pilar utama dalam menopang keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren di masa depan.
FEBI UIN GUS DUR MATANGKAN STRATEGI KERJA SAMA 2026 MELALUI RAPAT KOORDINASI KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
Kajen (18/12) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama pada hari Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Lantai 3 FEBI dan diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan mutu kelembagaan.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag. Dalam sambutannya, Dekan mengungkapkan rasa syukur karena pada hari ini FEBI dapat menyelenggarakan rapat koordinasi bidang kemahasiswaan, alumni, dan kerja sama. Menurutnya, forum koordinasi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi.
Lebih lanjut, Dr. Khafidz menegaskan bahwa agenda rapat tergolong padat dan strategis, terutama terkait penguatan kerja sama sebagai instrumen pendukung akreditasi. Dalam hal ini, terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian, yaitu mengidentifikasi kerja sama yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik FEBI, melakukan pemetaan kerja sama tahun 2026, memperkuat konsep link and match, serta mengoptimalkan kerja sama bagi program studi, terutama program studi baru. Menurut Dekan, kerja sama yang dirancang harus bersifat selektif, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi. Oleh karena itu, seluruh bentuk kerja sama diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pembelajaran, relevansi lulusan, serta penguatan jejaring institusional FEBI.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., menyampaikan hasil koordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah penguatan aspek link and match, khususnya terkait evaluasi kesesuaian antara kompetensi lulusan FEBI dengan bidang pekerjaan yang digeluti oleh alumni.
Selain itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama juga memaparkan sejumlah bahan strategis, antara lain identifikasi kerja sama existing yang berhubungan dengan FEBI sepanjang tahun 2025, penyamaan persepsi dalam evaluasi kerja sama tahun 2025 dengan penetapan kerja sama unggulan (champion), serta pemetaan implementasi kerja sama yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Dalam rapat tersebut turut dibahas pemetaan identifikasi kebutuhan kerja sama lembaga tahun 2026. Pemetaan ini mencakup usulan dari program studi dengan target minimal lima kerja sama tridharma, termasuk program magang mahasiswa, serta usulan dari fakultas yang meliputi kerja sama tridharma, pelaksanaan guest lecture, keterlibatan narasumber akademik, pengelolaan jurnal, dan bentuk kolaborasi akademik lainnya. Rapat koordinasi ini juga menyoroti aspek teknis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan akreditasi, seperti bentuk tagihan kerja sama sebagai bukti dukung serta penataan dan pengelolaan file kerja sama secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik.
Secara keseluruhan, rapat koordinasi berlangsung dalam suasana serius namun santai, ditandai dengan dibukanya sesi dialog yang konstruktif. Para pimpinan fakultas dan ketua program studi secara aktif menyampaikan gagasan, masukan, dan strategi penguatan kerja sama, sehingga forum ini menjadi wadah kolaboratif dalam merumuskan arah kebijakan kerja sama FEBI ke depan.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
