Kajen (24/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen 3R -Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) pada hari Senin, 24 November 2025, bertempat di Meeting Room lantai 3 gedung FEBI. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, arah pembangunan fakultas, serta penjaminan mutu akademik yang selaras dengan perkembangan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah hadir dan senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan FEBI. Dekan menegaskan bahwa keberadaan para mitra eksternal memiliki peran signifikan dalam memperkaya analisis kebutuhan serta penyempurnaan dokumen perencanaan strategis fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEBI juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, meliputi para wakil dekan dan ketua program studi. Beliau menyampaikan rasa syukur atas capaian kelembagaan, di antaranya akreditasi unggul UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta predikat unggul yang berhasil diraih Program Studi Perbankan Syariah. Capaian tersebut menurutnya menjadi amanah besar ketika UIN Gus Dur terus mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing global.
Dekan turut menekankan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa FEBI terus meningkat sejak dibukanya program studi umum seperti Bisnis Digital, Informatika, Sains Data, Teknik Industri, dan Gizi. Diversifikasi program studi ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam merespons kebutuhan era digital dan industri 5.0. Selain itu, mahasiswa FEBI kini berasal dari berbagai daerah, termasuk Riau, Jambi, dan Papua, serta terdapat lima mahasiswa non-muslim yang menempuh pendidikan di FEBI, menunjukkan bahwa FEBI semakin inklusif dan diminati lintas kelompok.
Pada tahun akademik 2025, FEBI juga menerima lima mahasiswa asing yang menempuh studi di berbagai program studi. Menurut Dekan, keberadaan mahasiswa internasional ini menjadi indikator kepercayaan global terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di FEBI. Hal ini tidak terlepas dari jejaring kerja sama yang dibangun dengan berbagai institusi serta kontribusi para stakeholder yang terus memberikan catatan strategis bagi pengembangan fakultas.
Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa masukan, rekomendasi, dan evaluasi dari stakeholder akan dikaji secara komprehensif oleh tim penyusun 3R FEBI. Dokumen RIP, Renstra, dan Renop yang sedang disusun menjadi pedoman fundamental bagi arah pembangunan fakultas selama beberapa tahun ke depan, sehingga keterlibatan mitra eksternal merupakan aspek kunci dalam menjamin relevansi dan implementabilitas rencana pengembangan tersebut. Dengan mengucap Bismillāhirraḥmānirraḥīm, Dekan resmi membuka kegiatan FGD.

Kegiatan FGD ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., yang dalam arahannya menyampaikan pentingnya sinergi antara fakultas dan dunia kerja dalam penyusunan dokumen perencanaan strategis. Menurutnya, dokumen 3R tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi juga sebagai representasi visi bersama untuk membawa FEBI menuju keunggulan akademik, profesionalisme, dan daya saing global.
Peserta FGD terdiri dari berbagai stakeholder strategis yang telah lama menjadi mitra FEBI dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Bank Syariah Indonesia, BMT Bahtera, PT Phintraco Sekuritas, Rumah BUMN BRI Pekalongan, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Semarang, Rumah BUMN Telkom Pekalongan, PT Perikanan Indonesia, PT IMFEA Software Solusindo (ISSO), Bank Woori Saudara KC Pekalongan, KPP Pratama Pekalongan dan instansi lain di karesidenan Pekalongan. Kehadiran para mitra ini memperkaya pandangan terkait kebutuhan kompetensi lulusan dan peluang kerja sama berkelanjutan.
Diskusi dalam forum ini berlangsung intensif dan konstruktif. seluruh stakeholder menyampaikan berbagai catatan, mulai dari kompetensi teknis dan soft skills yang diperlukan oleh lulusan, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga peluang peningkatan kapasitas mahasiswa melalui program magang, riset terapan, dan sertifikasi profesi. Setiap masukan diterima dengan baik oleh tim penyusun dokumen sebagai bahan pertimbangan penting dalam desain program pengembangan fakultas.
Pada sesi akhir, moderator merangkum bahwa seluruh pandangan stakeholder akan menjadi dasar penguatan arah kebijakan FEBI, khususnya dalam memperkuat konektivitas antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui FGD ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, visioner, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam rangka mewujudkan FEBI sebagai fakultas unggul yang berdaya saing nasional dan internasional.
Penulis : Nuzulul
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
