Thursday, 20 November 2025 16:04

FGD KURIKULUM OBE FEBI UIN GUS DUR TEGASKAN PENGUATAN MUTU PEMBELAJARAN BERORIENTASI STAKEHOLDER

Kajen (20/11) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Focus Group dalam rangka penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room lantai 3 ini menjadi langkah strategis fakultas dalam memperkuat mutu pembelajaran serta memastikan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan kebutuhan dunia kerja, standar nasional, dan perkembangan industri.

Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh stakeholder dari berbagai sektor industri yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkontribusi. Dekan menegaskan bahwa keterlibatan mitra eksternal merupakan aspek yang sangat esensial dalam memastikan bahwa kurikulum FEBI selalu relevan, adaptif, dan responsif terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga menekankan orientasi capaian pembelajaran pada sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, peran stakeholder sangat penting dalam memberikan gambaran nyata terkait kebutuhan kompetensi di lapangan. Dengan demikian, pengembangan kurikulum dapat dilaksanakan secara terukur dan mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja serta mampu beradaptasi dalam berbagai konteks profesional.

Kegiatan FGD ini dirancang dalam bentuk delapan klinik kurikulum yang mewakili delapan program studi di lingkungan FEBI. Setiap klinik menjadi ruang diskusi intensif antara para kaprodi, sekprodi dan dosen prodi dengan stakeholder untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, memetakan relevansi mata kuliah, serta merumuskan struktur kurikulum yang lebih dinamis dan terintegrasi. Model klinik kurikulum ini sekaligus memungkinkan proses penyusunan berlangsung lebih mendalam, terarah, dan fokus pada kebutuhan masing-masing prodi.

Klinik pertama diikuti oleh Program Studi Ekonomi Syariah, yang menghadirkan stakeholder dari sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro, dan industri halal. Para mitra memberikan masukan penting terkait peningkatan kompetensi analisis ekonomi, literasi keuangan syariah, dan kemampuan pemecahan masalah berbasis data dalam kajian ekonomi Islam.

Klinik kedua diikuti oleh Program Studi Akuntansi Syariah, dengan melibatkan stakeholder dari kantor akuntan publik, badan zakat, lembaga keuangan, dan perusahaan industri. Masukan berfokus pada penguatan kompetensi audit syariah, akuntansi keuangan berbasis standar internasional, serta peningkatan kemampuan digital dalam praktik akuntansi.

Klinik ketiga melibatkan Program Studi Perbankan Syariah, yang mendapat kontribusi dari berbagai bank syariah, BMT, dan lembaga keuangan non-bank. Para stakeholder menyoroti pentingnya penguatan keterampilan layanan nasabah, mitigasi risiko, inovasi produk keuangan syariah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional perbankan.

Klinik keempat diikuti oleh Program Studi Bisnis Digital, yang menghadirkan stakeholder dari sektor industri kreatif, perusahaan teknologi, dan start-up digital. Diskusi difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis kewirausahaan, literasi digital, manajemen platform, serta kebutuhan kompetensi dalam ekosistem bisnis berbasis teknologi.

Sementara itu, klinik kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan melibatkan Program Studi Informatika, Sains Data, Gizi, dan Teknik Industri, masing-masing dengan menghadirkan stakeholder terkait seperti perusahaan teknologi informasi, lembaga riset data, rumah sakit dan industri pangan, serta perusahaan manufaktur. Stakeholder memberikan masukan strategis terkait peningkatan kurikulum berbasis analitik, pemrograman, standar keamanan data, pemenuhan gizi masyarakat, hingga optimalisasi proses industri berbasis teknologi.

Pada bagian penutup kegiatan, moderator merangkum bahwa seluruh masukan stakeholder akan diintegrasikan ke dalam penyusunan kurikulum OBE secara komprehensif oleh tim masing-masing prodi. FEBI UIN Gus Dur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keterlibatan mitra eksternal dalam pengembangan kurikulum sebagai wujud implementasi penjaminan mutu berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, visioner, dan selaras dengan standar nasional serta kebutuhan global. Kurikulum berbasis OBE yang dirancang secara kolaboratif diharapkan mampu mendorong tercapainya lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.