Friday, 19 December 2025 16:39

DOSEN FEBI UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN DORONG OPTIMALISASI PENGELOLAAN WAKAF PESANTREN DI PONDOK MODERN TAZAKKA

Batang (19/12) - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muhammad Shulthoni, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah, pada hari Jum’at, 19 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengelolaan Wakaf di Pesantren sebagai Instrumen Penting dalam Pemenuhan Pendanaan Pendidikan Pesantren”. Pengabdian ini diikuti oleh unsur pimpinan pesantren, pengelola wakaf, serta para asatidz yang berasal dari berbagai wilayah di pulau Jawa dan Sumatra, yang terlibat langsung dalam pengelolaan kelembagaan pesantren. 

Dalam pemaparannya, Muhammad Shulthoni menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan struktur organisasi wakaf di pesantren. Menurutnya, wakaf pesantren harus dikelola secara profesional melalui pembentukan unit atau lembaga wakaf yang memiliki legalitas jelas, struktur organisasi yang rapi, serta pembagian tugas dan fungsi yang terukur. Tata kelola yang baik akan memastikan aset wakaf terlindungi, produktif, dan berkelanjutan dalam mendukung pembiayaan pendidikan pesantren jangka panjang.

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan nilai-nilai pesantren juga menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. Shulthoni menjelaskan bahwa pengelola wakaf pesantren tidak hanya membutuhkan kompetensi manajerial dan pemahaman fikih wakaf, tetapi juga harus berlandaskan nilai keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab yang menjadi ruh pesantren. Integrasi antara profesionalisme dan nilai-nilai kepesantrenan diyakini mampu melahirkan pengelolaan wakaf yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan aset wakaf.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi wakaf dalam menjawab tantangan pendanaan pendidikan pesantren. Wakaf tidak lagi terbatas pada tanah dan bangunan, tetapi dapat dikembangkan melalui wakaf produktif seperti wakaf uang, usaha pesantren, dan pemanfaatan aset berbasis kewirausahaan syariah. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendanaan mandiri yang berkelanjutan, sehingga pesantren tidak sepenuhnya bergantung pada dana santri atau bantuan eksternal.

Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari pihak Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah. Peserta menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pesantren dalam mengelola wakaf secara lebih modern dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren semakin siap menjadikan wakaf sebagai pilar utama dalam menopang keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren di masa depan.