FEBI

FEBI

Kanazawa-Jepang, 7 Oktober 2024 – Dalam rangka mendukung visi internasionalisasi kampus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melakukan benchmarking internasional di Kanazawa University pada tanggal 7 Oktober 2024. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, MH, serta didampingi oleh Umi Mahmudah, M.Sc., Ph.D, selaku Ketua Program Studi Sains Data FEBI.

Benchmarking ini bertujuan untuk menggali wawasan dan praktik terbaik terkait kurikulum, laboratorium, dan peningkatan layanan akademik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya FEBI UIN Gusdur Pekalongan dalam mewujudkan internasionalisasi kampus, sesuai dengan kebijakan yang dicanangkan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Prof. Shinta menjelaskan bahwa benchmarking di Kanazawa University ini memiliki peran penting dalam pengembangan FEBI ke arah global. "Kami berkomitmen untuk memperkuat daya saing internasional melalui peningkatan kualitas kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan global, serta mengadopsi teknologi dan inovasi dalam pengelolaan laboratorium dan layanan akademik," ungkapnya. Benchmarking ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi FEBI UIN Gusdur Pekalongan dalam memperkaya pendekatan akademik yang lebih inklusif dan berstandar internasional.

Umi Mahmudah menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan akademik adalah aspek kunci dalam meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. "Kami belajar banyak dari sistem yang diterapkan di Kanazawa University, terutama dalam hal layanan berbasis digital yang mempercepat proses administrasi akademik dan memudahkan mahasiswa untuk mengakses berbagai sumber belajar secara daring," ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada benchmarking, tetapi juga menjadi jembatan bagi kerja sama internasional antara FEBI UIN Gusdur dan Kanazawa University di masa mendatang. Kunjungan ini diharapkan membuka jalan bagi program pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, serta peningkatan kapasitas dosen dalam mengadopsi standar pendidikan internasional.

Internasionalisasi kampus menjadi salah satu fokus utama UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan benchmarking ini, FEBI UIN Gusdur Pekalongan semakin dekat dengan tujuannya untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang diakui di tingkat global.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

Kanazawa, Jepang, 8 Oktober 2024 – Tim riset dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berhasil menjalin kolaborasi riset internasional dengan Kanazawa University, Jepang. Penelitian bertajuk Halal Normative Shifts in Japan: A Cross-Cultural Analysis of Muslim Religiosity and Acceptance of Halal Products dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 2 hingga 12 Oktober 2024. Kolaborasi riset ini merupakan salah satu hibah penelitian pengembangan kolaborasi internasional yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI dalam Tahun Anggaran 2024.

Dua dosen FEBI yang turut berperan penting dalam penelitian ini adalah Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, MH, selaku Dekan FEBI UIN Gusdur Pekalongan, dan Umi Mahmudah, M.Sc., Ph.D, Ketua Program Studi Sains Data. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kontribusi akademisi Indonesia dalam riset global, khususnya di bidang ekonomi Islam dan halal.

Selama 10 hari penelitian di Jepang, tim riset FEBI UIN Gusdur Pekalongan mengumpulkan data melalui berbagai metode ilmiah, termasuk observasi, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pelaku usaha, serta penyebaran angket kepada berbagai kalangan, baik Muslim Indonesia maupun Muslim dari Negara lain yang tinggal di Jepang. Penelitian ini berfokus pada perubahan normatif terkait produk halal di Jepang, dengan menelaah perspektif religiositas Muslim serta penerimaan masyarakat terhadap produk halal di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim.

Prof. Shinta menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam mengembangkan pemahaman lintas budaya terkait konsep halal di Jepang, yang selama ini tengah mengalami perubahan signifikan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan Muslim dan perdagangan produk halal global. "Kami berharap hasil riset ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri halal, baik di Jepang maupun secara global, dan memperkuat kerja sama akademik antara kedua negara," ujarnya.

Sementara itu, Umi menambahkan bahwa riset ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan teknologi dan data dalam memetakan persepsi serta penerimaan masyarakat terhadap produk halal di Jepang. "Melalui pendekatan berbasis data, kami dapat memberikan analisis yang lebih akurat dan komprehensif terkait perubahan perilaku konsumen dalam konteks produk halal di Jepang," ungkapnya.

Kolaborasi riset internasional ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Jepang, serta memberikan wawasan baru terkait perkembangan pasar halal global. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dipresentasikan dalam seminar internasional yang akan diselenggarakan tahun depan, sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan di sektor industri halal.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

(Tokyo-Jepang, 4 Oktober 2024) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Gusdur Pekalongan kembali melaksanakan pengabdian internasional, kali ini dengan mengangkat tema produk halal dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan ini berlangsung pada 4 Oktober 2024 di Masjid Nusantara, yang berlokasi di Chiyoda City, Kanda Sudacho, 2 Chome-17, Tokyo, Jepang. Pengabdian ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, MH, dengan anggota tim, Kaprodi Sains Data, Umi Mahmudah, Ph.D. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat Muslim setempat, tim FEBI berfokus pada penyampaian informasi terkait pentingnya produk halal, baik di Jepang maupun secara global, serta peran BPJPH dalam proses sertifikasi halal di Indonesia.

Prof. Shinta menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi akademisi dalam meningkatkan kesadaran akan produk halal, khususnya di negara yang komunitas Muslimnya terus berkembang seperti Jepang. "Kami berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat Muslim Indonesia di Jepang semakin memahami pentingnya produk halal, serta dapat berpartisipasi dalam proses peningkatan kualitas sertifikasi halal yang dikelola oleh BPJPH di Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Kaprodi Sains Data, Umi Mahmudah, Ph.D., juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Muslim di Jepang dalam memperkuat rantai produk halal yang sesuai standar internasional. "Kami ingin mendorong sinergi antara Muslim di Jepang dan BPJPH, sehingga mereka dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait produk halal yang bisa diadaptasi untuk memperkuat sistem halal di Indonesia," ungkapnya.

Kegiatan pengabdian yang berlangsung di Masjid Nusantara Tokyo ini menjadi salah satu upaya FEBI UIN Gusdur Pekalongan untuk terus meningkatkan keterlibatan internasional dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu yang relevan dengan perkembangan industri halal. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara akademisi Indonesia dan komunitas Muslim internasional, serta membuka peluang untuk kerjasama lebih lanjut di masa depan.

 

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

(Tokyo-Jepang) Pada tanggal 3 Oktober 2024, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Gusdur Pekalongan melaksanakan kegiatan pengabdian internasional dengan menggandeng Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang yang berlokasi di 181-1 Gohei, Koga, Ibaraki 306-0123, Jepang. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi produk halal di Jepang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas produk halal di kalangan masyarakat Muslim, terutama terkait dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Indonesia.

Tim pengabdian ini dipimpin oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawat, MH, yang didampingi oleh Kaprodi Sains Data, Umi Mahmudah, Ph.D. Prof. Shinta mengungkapkan rasa bangga dan antusiasnya atas suksesnya kegiatan ini. "Pengabdian internasional ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, terutama PCINU Jepang. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Muslim di Jepang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait produk halal bisa berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sertifikasi halal di Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)," ujarnya.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya produk halal, tetapi juga membuka peluang untuk kolaborasi lebih lanjut antara FEBI UIN Gusdur Pekalongan dan PCINU Jepang dalam berbagai bidang terkait.

Selain membawa dampak langsung bagi masyarakat Muslim di Jepang, kegiatan pengabdian internasional ini diharapkan juga mampu meningkatkan reputasi akademik FEBI UIN Gusdur Pekalongan, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat eksistensi FEBI dan UIN Gusdur Pekalongan secara keseluruhan di kancah internasional, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat dan riset halal," tambah Prof. Shinta Dewi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, FEBI UIN Gusdur Pekalongan semakin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program-program berbasis riset, pengabdian, dan kolaborasi internasional guna mendukung kemajuan umat serta peningkatan reputasi lembaga di tingkat global.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I

Jadwal Ujian Program Studi Ekonomi Syariah

  1. Pengumuman Pertama jadwal Seminar Proposal  tanggal 09 Oktober 2024 program studi ekonomi syariah Klik Download
  2. Pengumuman jadwal Ujian Skripsi tanggal 09 Oktober 2024 program studi ekonomi syariah Klik Download

Malaysia,(26/6). UPM FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan lakukan kegiatan benchmarking Internasional terkait penjaminan mutu pada tanggal 26 Juni 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Malaysia, dengan dipimpin oleh Dekan Fakultas, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H., dan Wakil Dekan, Dr. Tamamudin, M.M., bersama Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mempelajari praktik terbaik dalam penjaminan mutu pendidikan yang diterapkan di UiTM Malaysia, yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Malaysia. Dalam kunjungan tersebut, tim UPM berinteraksi langsung dengan pengelola penjaminan mutu di UiTM, mendiskusikan berbagai aspek penting seperti sistem akreditasi, evaluasi kurikulum, serta mekanisme peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, juga berbagai aspek yang mendukung peningkatan mutu di Fakultas. Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H., dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, “Benchmarking ini sangat krusial bagi kami. Kami ingin belajar dari pengalaman dan keberhasilan UiTM dalam menerapkan sistem penjaminan mutu yang baik, serta mengadopsi inovasi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pendidikan di fakultas kami”. Dalam diskusi yang berlangsung, tim UPM juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur evaluasi internal dan eksternal yang diterapkan di UiTM, serta berbagai alat dan teknologi yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Dr. Tamamudin, M.M., menambahkan, “Kami berharap hasil dari kunjungan ini dapat diimplementasikan dalam sistem penjaminan mutu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, sehingga kami dapat terus berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan.”

Selain diskusi, tim UPM juga melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas pendidikan dan laboratorium di UiTM Melaka, untuk melihat secara langsung penerapan praktik penjaminan mutu dalam pengajaran dan penelitian. Kegiatan benchmarking ini merupakan langkah penting bagi FEBI untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat jaringan akademik internasional. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya mencapai standar pendidikan yang lebih tinggi dan menuju World Class University. (Redaksi: Husni)

Pada tanggal 3 hingga 6 Agustus 2024, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, SH, MH, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KH Abdurahman Wahid Pekalongan, terpilih menjadi salah satu pembicara dalam acara bergengsi Asia Pacific Youth SDGs Summit 2024 dan South Korea International Summer Exchange 2024 di Korea Selatan. Dalam acara yang dihadiri oleh 60 peserta dari 16 negara ini, Prof. Shinta menyampaikan topik presentasi berjudul "The Power of Youth in Achieving the SDGs: Roles, Responsibilities, and Roadblocks".

Acara ini menjadi wadah penting bagi para pemuda dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan sudut pandang mengenai peran mereka dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Prof. Shinta menggarisbawahi pentingnya kontribusi generasi muda dalam menciptakan perubahan global yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses terhadap pendidikan, sumber daya, serta dukungan infrastruktur bagi pemuda di berbagai negara.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menghadirkan sejumlah keynote speaker ternama, seperti:

  • Mr. Ala Bakar, CEO of Give n Go Asia, yang berbagi tentang pemberdayaan sosial melalui kepemimpinan pemuda.
  • Dr. Nizam Mahmud, Postgraduate ASIA e University, yang membahas pendidikan dan pengembangan SDGs.
  • Dr. Ameliyana Liang dari Konkuk University, yang membahas inovasi dan keberlanjutan.
  • Mr. Aniq Amrez, Youth Ventura ASIA, yang berfokus pada kewirausahaan sosial.

Acara yang diselenggarakan dengan kerjasama STUDEC (Student Development Center) ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran budaya antar peserta, serta membentuk pemikiran pemimpin global. Selain itu, program ini juga berusaha menciptakan changemaker atau agen perubahan dunia yang mampu membawa dampak positif di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Peserta dari 16 negara ini hadir dengan berbagai pandangan unik, memperkaya diskusi tentang bagaimana pemuda dapat mengambil peran penting dalam mencapai tujuan SDGs. Kolaborasi lintas negara dan budaya menjadi bagian integral dari acara ini, memperkuat komitmen para pemuda untuk bekerja bersama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Prof. Shinta Dewi Rismawati, dalam kapasitasnya sebagai akademisi dan pemimpin, berperan penting dalam menginspirasi para peserta untuk menjadi pemimpin yang berpikiran terbuka dan siap menghadapi tantangan global, sembari tetap berkomitmen pada pencapaian SDGs di masa depan.

 

Penulis  : Nuzulul

Editor   : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (26/9) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan International Guest Lecture, datang sebagai pembicara Mr Mazhar Durrani CEO Parallaxnet sebuah lembaga yang bergerak di bidang edukasi technopreneur dari Amerika Serikat. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan FEBI dan tentunya mahasiswa, kegiatan bertempat di meeting room lantai 3 FEBI.

Dalam sambutannya Dekan FEBI Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mr Mazhar Durrani yang telah berkenan berbagi ilmu serta pengalaman kepada mahasiswa FEBI tentang bagaimana membangun start up bisnis yang islami. Harapannya, melalui kegiatan ini, kita dapat menggali potensi untuk membangun start up berbasis teknologi yang mampu bersaing secara global namun tetap berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

Mr Mazhar Durrani dalam paparannya, menyampaikan bahwa sekarang ini dunia kerja memasuki fase GIG Ekonomi dimana ada fenomena ekonomi yang dicirikan oleh pekerjaan yang sifatnya sementara dan fleksibel. GIG Ekonomi juga bisa dikatakan sebagai system pasar tenaga kerja yang memungkinkan perusahaan untuk merekrut pekerja dalam suatu urusan yang sifatnya kontemporer.

Durrani menekankan pentingnya inovasi dan pemikiran kreatif dalam menciptakan peluang usaha di era digital saat ini. Durrani mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan memahami bagaimana mengembangkan bisnis start up berbasis nilai-nilai Islam, yang tidak hanya kompetitif tetapi juga beretika.

Suasana dalam Guest Lecture tersebut sangat santai namun penuh semangat. Materi yang disampaikan Mazhar Durrani berhasil menarik perhatian peserta, terutama saat membahas perkembangan pesat ekonomi digital di dunia. Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan bertanya langsung kepada narasumber, yang memberikan banyak inspirasi untuk mengembangkan potensi akademik dan pandangan peluang bisnis di era digital.

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Kajen (19/9) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Audit Mutu Internal (AMI) pada Kamis, 19 September 2024. Acara tersebut berlangsung dari pukul 13:00 hingga 16:00 WIB di meeting room lantai 3 FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen pengelola, Unit Penjaminan Mutu (UPM), Gugus Pengendali Mutu (GPM), serta tenaga kependidikan di lingkungan FEBI.

Audit ini bertujuan untuk meningkatkan mutu tata kelola FEBI, guna menjamin bahwa standar yang diterapkan tetap berkualitas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku yang akan bermuara di Akreditasi. Dr. Mohammad Hasan Bisyri, M.Ag, bertindak sebagai Lead Auditor dalam kegiatan ini. Beliau didampingi oleh tiga anggota auditor lainnya, yaitu Uswatun Khasanah, M.S.I., M. Adin Setyawan, M.Pd., dan Dr. Karimatul Khasanah, M.S.I.

Dekan FEBI Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H. menyampaikan pentingnya audit mutu ini sebagai salah satu upaya untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan akademik di FEBI berjalan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. "Audit ini adalah bagian dari proses penjaminan mutu yang harus kita laksanakan secara berkala, agar kita terus dapat berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan," ungkapnya.

Sementara Lead auditor, Dr. Mohammad Hasan Bisyri, M.Ag., menambahkan bahwa nanti hasil audit ini akan menjadi acuan penting bagi fakultas untuk melakukan evaluasi dan perbaikan di masa depan. "Kami berharap hasil dari audit ini bisa memberikan rekomendasi yang konkret untuk peningkatan mutu pendidikan tidak hanya tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua unsur di FEBI harus berperan aktif dalam mewujudkan mutu yang lebih baik," jelasnya.

Suasana audit berlangsung dalam suasana yang santai namun tetap serius. Meskipun diskusi berlangsung dengan cukup intensif, suasana kondusif dan kolaboratif tetap terjaga di antara para peserta. Kegiatan audit ini meliputi pengecekan dan validasi terhadap berbagai dokumen yang terkait dengan tata kelola akademik. Para peserta terlihat aktif dalam memberikan informasi dan klarifikasi yang dibutuhkan oleh tim auditor.

Audit ini juga mencakup pemeriksaan terhadap berbagai aspek akademik, mulai dari perencanaan kurikulum, manajemen pengajaran, hingga layanan administrasi akademik. Tim auditor memberikan perhatian khusus pada sejauh mana FEBI telah menerapkan standar mutu dalam proses belajar-mengajar serta kinerja tenaga pendidik. Pengecekan dokumen dilakukan secara sistematis dan mendetail untuk memastikan bahwa standar operasional yang ada telah dipenuhi.

Dengan selesainya kegiatan audit ini, FEBI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan diharapkan dapat terus mengoptimalkan tata kelola akademiknya. Hasil audit tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi peningkatan mutu yang lebih komprehensif, guna memberikan pelayanan akademik yang lebih berkualitas kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

 

Reporter  : Nuzulul

Editor   : Aprin Yudiarto, S.Pd.I

Bangkok, Thailand (13/09) Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Dr. AM. M. Khafidz MS, M.Ag, baru-baru ini menyampaikan presentasi The Role Of The Kliwon Friday Ritual Tradition In Fostering Peaceful Social Cohesion Among The Plurality Of Indonesian Society di Krirk University, Bangkok, Thailand.

Acara yang digelar pada hari Rabu, 11 September 2024 ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang tradisi ritual Jumat Kliwon memiliki peran penting dalam menumbuhkan kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu warisan budaya Jawa, ritual ini sering diadakan di berbagai daerah dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial. Jumat Kliwon diyakini memiliki nilai-nilai spiritual dan kultural yang kuat, sehingga sering dijadikan momen untuk mengadakan doa bersama, tirakatan, atau upacara adat. Kegiatan tersebut menciptakan ruang kebersamaan dan memperkuat ikatan antara individu yang berbeda latar belakang budaya.

Dr. Khafidz mengungkapkan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia, tradisi ini berfungsi sebagai media penyatuan yang membawa harmoni sosial. Melalui partisipasi dalam ritual, masyarakat diajak untuk mengenal dan menghargai budaya serta kepercayaan lain. Ritual Jumat Kliwon mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan, yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan di masyarakat multikultural. Kehadiran ritual ini menjadikan masyarakat lebih inklusif dan terbuka terhadap berbagai perbedaan.

Selain memperkuat hubungan antarindividu, ritual Jumat Kliwon juga berperan dalam menjaga warisan budaya lokal. Masyarakat yang terlibat dalam ritual tersebut turut melestarikan tradisi nenek moyang mereka, sekaligus mewariskannya kepada generasi mendatang. Pelestarian budaya ini penting dalam menghadapi arus modernisasi yang terkadang mengancam keberadaan tradisi lokal. Dengan demikian, Jumat Kliwon menjadi simbol kekuatan budaya yang mempersatukan dan menjaga identitas kolektif bangsa.

Di sisi lain, ritual ini juga memiliki dimensi spiritual yang kuat, yang tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mendamaikan hati setiap individu yang terlibat. Kebersamaan dalam doa dan upacara pada Jumat Kliwon memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksikan diri dan mencari kedamaian batin, yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarindividu dan kelompok dalam masyarakat. Inilah yang membuat ritual Jumat Kliwon berperan strategis dalam menjaga kohesi sosial di tengah kemajemukan Indonesia.

 

Penulis  : Nuzulul

Editor   : Aprin Yudiarto, S.Pd.I