Bangkok, Thailand (13/09) Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Dr. AM. M. Khafidz MS, M.Ag, baru-baru ini menyampaikan presentasi The Role Of The Kliwon Friday Ritual Tradition In Fostering Peaceful Social Cohesion Among The Plurality Of Indonesian Society di Krirk University, Bangkok, Thailand.
Acara yang digelar pada hari Rabu, 11 September 2024 ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang tradisi ritual Jumat Kliwon memiliki peran penting dalam menumbuhkan kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu warisan budaya Jawa, ritual ini sering diadakan di berbagai daerah dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial. Jumat Kliwon diyakini memiliki nilai-nilai spiritual dan kultural yang kuat, sehingga sering dijadikan momen untuk mengadakan doa bersama, tirakatan, atau upacara adat. Kegiatan tersebut menciptakan ruang kebersamaan dan memperkuat ikatan antara individu yang berbeda latar belakang budaya.
Dr. Khafidz mengungkapkan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia, tradisi ini berfungsi sebagai media penyatuan yang membawa harmoni sosial. Melalui partisipasi dalam ritual, masyarakat diajak untuk mengenal dan menghargai budaya serta kepercayaan lain. Ritual Jumat Kliwon mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan, yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan di masyarakat multikultural. Kehadiran ritual ini menjadikan masyarakat lebih inklusif dan terbuka terhadap berbagai perbedaan.
Selain memperkuat hubungan antarindividu, ritual Jumat Kliwon juga berperan dalam menjaga warisan budaya lokal. Masyarakat yang terlibat dalam ritual tersebut turut melestarikan tradisi nenek moyang mereka, sekaligus mewariskannya kepada generasi mendatang. Pelestarian budaya ini penting dalam menghadapi arus modernisasi yang terkadang mengancam keberadaan tradisi lokal. Dengan demikian, Jumat Kliwon menjadi simbol kekuatan budaya yang mempersatukan dan menjaga identitas kolektif bangsa.
Di sisi lain, ritual ini juga memiliki dimensi spiritual yang kuat, yang tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mendamaikan hati setiap individu yang terlibat. Kebersamaan dalam doa dan upacara pada Jumat Kliwon memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksikan diri dan mencari kedamaian batin, yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarindividu dan kelompok dalam masyarakat. Inilah yang membuat ritual Jumat Kliwon berperan strategis dalam menjaga kohesi sosial di tengah kemajemukan Indonesia.
Penulis : Nuzulul
Editor : Aprin Yudiarto, S.Pd.I
