Monday, 19 May 2025 14:15

PIMPINAN FEBI UIN GUS DUR IKUTI PEMBEKALAN PEJABAT BARU: PENGUATAN KONTRIBUSI KAMPUS DAN IMPLEMENTASI ASTA PROTAS 2025–2029

Kajen (19/05) Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang terdiri dari Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua dan Sekretaris Program Studi dan Kepala Bagian Tata Usaha  turut berpartisipasi dalam kegiatan pembekalan pejabat baru di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada hari Senin, 19 Mei 2025 di Student Centre. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Dr. Phil. H. Komarudin Amin, M.A., selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dan Dr. Ismail Cawidu, M.Si., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama. Forum ini dipandu oleh moderator Dr. Moh. Hasan Bisyri, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Dalam sesi pertama, Prof. Komarudin Amin menekankan pentingnya peran pimpinan lembaga pendidikan tinggi keagamaan dalam membentuk lingkungan kampus yang sehat, inovatif, dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa pimpinan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga bertanggung jawab dalam menciptakan ekosistem akademik yang kolaboratif dan inklusif. “Kontribusi pimpinan sangat menentukan arah dan keberhasilan transformasi institusi, baik dalam aspek tata kelola maupun pembangunan karakter sivitas akademika,” ujar Prof. Komarudin.

Menurutnya, kampus sebagai pusat keilmuan harus dikelola secara visioner dengan memperhatikan kebutuhan internal dan tantangan eksternal. Pimpinan dituntut untuk memiliki sensitivitas terhadap dinamika sosial dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta keilmuan dalam setiap kebijakan institusional. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Pada sesi selanjutnya, Dr. Ismail Cawidu, M.Si. memaparkan materi bertajuk ASTA PROTAS (Delapan Program Prioritas 2025–2029) dalam kerangka besar “Kemenag Berdampak”. Ia menyampaikan bahwa delapan program prioritas tersebut merupakan arah kebijakan strategis Kementerian Agama dalam lima tahun ke depan, mencakup penguatan moderasi beragama, digitalisasi layanan keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan agama, serta tata kelola kelembagaan yang transparan dan profesional. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program Kementerian Agama memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya sekadar output administratif,” tegasnya.

Dr. Ismail juga mendorong para pejabat baru di lingkungan Kementerian Agama, termasuk pimpinan perguruan tinggi keagamaan, untuk menjadi motor penggerak dalam implementasi kebijakan strategis tersebut. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah, antara kebijakan dan pelaksanaan, menjadi kunci keberhasilan ASTA PROTAS sebagai instrumen transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.

Moderator Dr. Moh. Hasan Bisyri, M.Ag. dalam pengantarnya menegaskan bahwa pembekalan ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif di antara para pemimpin kelembagaan. Ia mendorong seluruh peserta untuk tidak hanya memahami substansi materi, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kepemimpinan berbasis etika dan visi perubahan. “Kepemimpinan akademik yang kuat akan menjadi pondasi bagi terbangunnya lembaga pendidikan yang progresif, responsif, dan berdampak,” ungkapnya.

Dengan mengikuti pembekalan ini, pimpinan FEBI UIN Gus Dur memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda nasional Kementerian Agama, sekaligus merumuskan strategi pengembangan fakultas yang sejalan dengan visi Kemenag Berdampak. Kegiatan ini menjadi refleksi atas pentingnya penyelarasan antara arah kebijakan nasional dengan dinamika kelembagaan di tingkat perguruan tinggi, demi terwujudnya pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.

 

Reporter          : Nuzulul

Editor              : Aprin Yudiarto, S.Pd.I