Kajen (6/11) - Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, H. Muhammad Shulthoni,M.S.I., Ph.D., hadir mewakili Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam acara Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Putera Bangsa Tegal. Acara yang berlangsung pada Kamis, 6 November 2025, di Hotel Grand Dian Slawi, Tegal, tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para wisudawan yang tengah memasuki fase baru kehidupan akademik dan profesional mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Shulthoni, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Optimalisasi Peran Ekonomi Syariah dalam Memperkuat Ekonomi Umat di Era Disrupsi Digital.” Beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi umat, bukan justru menjadi ancaman bagi lembaga dan pelaku ekonomi syariah.
Dalam orasinya, beliau menjelaskan bahwa era disrupsi digital menghadirkan peluang besar untuk penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui inovasi-inovasi seperti fintech syariah, wakaf digital, serta platform transaksi halal yang memudahkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini berpotensi membuka ruang inklusi keuangan dan mendorong kemandirian ekonomi yang lebih merata.
Muhammad Shulthoni juga menyoroti pentingnya literasi ekonomi syariah di tengah pesatnya transformasi digital. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat rentan terhadap praktik ekonomi yang tidak sesuai prinsip syariah, termasuk penipuan berkedok investasi digital. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi, termasuk STIES Putera Bangsa, memiliki peran vital dalam memperkuat basis keilmuan dan etika ekonomi syariah bagi generasi muda.
Acara wisuda yang dihadiri oleh pimpinan STIES Putera Bangsa, dosen, orang tua mahasiswa, dan para tamu undangan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Penyampaian orasi ilmiah oleh perwakilan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan karena memberikan wawasan baru mengenai tantangan dan peluang ekonomi syariah di masa depan.
Dalam penutup orasinya, Muhammad Shulthoni, berharap agar para wisudawan tidak hanya menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan nilai-nilai syariah dengan teknologi modern. Dengan demikian, mereka dapat turut serta membangun ekonomi umat yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah perubahan global yang semakin cepat.
