Kajen (17/10) - Dalam suasana santai namun penuh makna akademik, Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., mengadakan diskusi ringan dengan narasumber Wahyono, S.Kom., Ph.D., dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di ruang Dekan. Diskusi ini berlangsung sebelum kegiatan Workshop Artificial Intelligence (AI) Bidang Akademik di Meeting Room lantai 3 FEBI, Jum’at, 17 Oktober 2025 dan membahas peran serta dampak AI dalam dunia pendidikan tinggi Islam.
Dalam perbincangan tersebut, Wahyono menyoroti potensi besar AI sebagai transformative tool dalam bidang akademik, mulai dari efisiensi administrasi hingga peningkatan kualitas riset dan pembelajaran. Ia menekankan bahwa AI bukan sekadar teknologi, tetapi juga paradigma baru dalam berpikir dan beradaptasi. “AI bekerja dengan meniru cara manusia memahami, mempelajari, dan mengambil keputusan berbasis data. Oleh karena itu, dosen perlu menempatkan AI sebagai mitra intelektual, bukan ancaman bagi integritas akademik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Khafidz menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus sejalan dengan visi FEBI dalam mencetak akademisi yang unggul dan berkarakter Islami. Menurutnya, integrasi teknologi digital perlu diimbangi dengan nilai-nilai etika dan keilmuan agar tidak hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga menjaga marwah keilmuan Islam. “FEBI berkomitmen untuk terus memperkuat literasi digital para dosen dan mahasiswa, karena akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh dokumen, tetapi juga oleh kesiapan adaptasi terhadap perubahan teknologi,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Kuat Ismanto menambahkan bahwa diskusi seperti ini menjadi refleksi penting dalam mengembangkan kurikulum dan budaya akademik di FEBI. AI, menurutnya, dapat menjadi instrumen pendukung dalam sistem penjaminan mutu, pengelolaan data akademik, dan analisis capaian pembelajaran. “Keterbukaan terhadap inovasi perlu disertai kemampuan kritis untuk menilai manfaat dan risikonya. Dengan begitu, AI dapat menjadi sarana strategis dalam penguatan mutu akademik dan keberlanjutan akreditasi,” tutupnya.
Penulis : Nuzulul.
Editor : Qorry Aina Fitroh, M.Kom.
