FEBI
DORONG AKREDITASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL, JURNAL SAHMIYYA FEBI UIN GUSDUR GELAR FGD PENINGKATAN KUALITAS PUBLIKASI ILMIAH
Kajen (27/04) Dalam upaya memperkuat tata kelola dan mutu publikasi ilmiah, Jurnal Sahmiyya menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peningkatan Kualitas Jurnal Sahmiyya". Acara ini dilaksanakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Senin, 27 April 2026.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB di Meeting Room lt. 3 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya standar akreditasi sebagai bentuk penjaminan mutu jurnal ilmiah agar mendapatkan pengakuan resmi secara nasional maupun internasional.
Hadir sebagai narasumber utama dalam FGD ini adalah Dr. Nur Hamid, M.Sc., seorang akademisi dari UIN Walisongo Semarang. Dr. Nur Hamid memiliki rekam jejak luas dalam dunia publikasi, di antaranya sebagai Editor in Chief pada International Journal of Social Learning (Sinta 2) serta editor di jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus Q1 seperti Educational Technology and Society.

Dalam pemaparannya, Dr. Nur Hamid memberikan bedah mendalam mengenai instrumen penilaian akreditasi terbaru. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
Persyaratan Dasar: Kewajiban memiliki E-ISSN, DOI yang aktif, serta mencantumkan publication ethics statement secara jelas di laman jurnal.
Kualitas Substansi: Pentingnya orisinalitas karya (novelty), kedalaman analisis, serta kemutakhiran pustaka acuan yang minimal 80% berasal dari sumber primer.
Manajemen Jurnal: Penguatan peran Editorial Board dari berbagai institusi (diversity editor) serta proses peer-review yang substantif dan terdokumentasi dengan baik di sistem OJS.
Strategi Indeksasi: Langkah-langkah agar jurnal terindeks di lembaga internasional seperti DOAJ hingga pengindeks bereputasi seperti Scopus.
Dr. Nur Hamid juga mengingatkan agar pengelola jurnal selalu tertib dalam jadwal terbit dan menghindari kesalahan umum seperti statistik kunjungan (statcounter) yang tidak terbaca atau kesalahan tata letak naskah.
Melalui FGD ini, tim pengelola Jurnal Sahmiyya diharapkan dapat segera melakukan evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan peringkat akreditasi dan daya saing jurnal di kancah ilmiah global.
PERKUAT BUDAYA RISET MENUJU AKREDITASI UNGGUL, FEBI UIN GUS DUR GELAR DISSERTATION ON STAGE (DOS)
Kajen (21/04) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Dissertation on Stage (DoS) pada hari Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik dan diseminasi hasil riset dosen kepada sivitas akademika. Forum ini menghadirkan dosen FEBI, Dr. Muhammad Nasrullah, S.E., M.S.I., yang mempresentasikan disertasinya berjudul “The Role of Falah Entrepreneurial Orientation (Falah EO) for Enhancing Batik MSMEs Performance.”
Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi, khususnya dosen di lingkungan FEBI UIN Gus Dur, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan keilmuan berbasis riset. Acara dipandu oleh moderator Muhamad Alfan. M.Hum., yang secara sistematis mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung interaktif dan kondusif. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang keilmuan turut memperkaya perspektif dalam memahami substansi penelitian yang dipaparkan.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Kuat Ismanto, M.Ag., menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan DoS sebagai wadah akademik yang produktif. Ia menyampaikan bahwa forum semacam ini perlu dilestarikan guna menjaga dinamika intelektual di lingkungan kampus. Menurutnya, komunikasi ilmiah yang intensif menjadi salah satu kunci dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat.
Lebih lanjut, Dr. Kuat Ismanto menekankan bahwa kegiatan DoS tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan pengayaan keilmuan. Melalui diskusi akademik yang terbuka, diharapkan terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif antar dosen. Hal ini sejalan dengan visi institusi dalam mendorong peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Dalam paparannya, Dr. Muhammad Nasrullah menjelaskan konsep Falah Entrepreneurial Orientation (Falah EO) sebagai pendekatan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada nilai-nilai kesejahteraan (falah) dalam perspektif ekonomi Islam. Konsep ini menekankan integrasi antara dimensi spiritual, etika, dan ekonomi dalam praktik kewirausahaan, khususnya pada sektor UMKM batik.
Ia mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja UMKM batik dapat dicapai melalui penerapan Falah EO yang didukung oleh pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan. Selain itu, pelaku usaha juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisis aktivitas pesaing sebagai bagian dari strategi adaptif di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Lebih jauh, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai falah dalam orientasi kewirausahaan memberikan dampak positif terhadap performa usaha, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Hal ini mencerminkan bahwa keberhasilan UMKM tidak semata diukur dari profitabilitas, tetapi juga dari keberkahan dan keberlanjutan usaha yang dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariah.
Memasuki sesi tanya jawab, suasana diskusi menjadi lebih rileks dan dinamis. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta memberikan tanggapan kritis terhadap materi yang disampaikan. Interaksi ini menciptakan nuansa akademik yang dialogis sekaligus mempererat hubungan intelektual antar peserta, meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring.
Secara keseluruhan, kegiatan Dissertation on Stage (DoS) ini berhasil menjadi ruang akademik yang inspiratif dan produktif. Selain memperluas wawasan keilmuan, forum ini juga memperkuat komitmen FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengembangkan budaya riset yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor UMKM berbasis nilai-nilai ekonomi Islam.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
DARI KOMEDI KE STRATEGI MARKETING: STUDIUM GENERALE FEBI UIN GUS DUR HADIRKAN PERSPEKTIF UNIK UMKM
Kajen (15/04) Kegiatan Studium Generale Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali diselenggarakan sebagai bagian dari agenda akademik rutin semester genap. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 15 April 2026, bertempat di Gedung Student Center, dengan mengusung tema “Marketing UMKM melalui Pemanfaatan Teknologi Media Sosial”. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap perkembangan ekosistem digital yang menuntut pelaku usaha, termasuk mahasiswa, untuk adaptif terhadap strategi pemasaran berbasis teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Arzaqi Abil, yang dikenal aktif dalam pengembangan konten kreatif untuk promosi UMKM melalui media sosial. Adapun moderator dalam kegiatan ini adalah Naila Farha, S.Pd., M.A., yang berasal dari KADIN Institute Pekalongan dan berperan dalam mengarahkan jalannya diskusi secara sistematis dan interaktif.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEBI dan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), serta mahasiswa semester 2 dari kedua fakultas. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan dua fakultas dengan delapan program studi, yang menunjukkan adanya sinergi lintas disiplin dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan pemasaran digital.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada narasumber yang akrab disapa Mas Abil. Beliau menegaskan bahwa kegiatan studium generale merupakan forum akademik strategis yang dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengalaman praktis dari para profesional di bidangnya.
Lebih lanjut, dekan menyampaikan harapannya agar narasumber dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pemasaran UMKM berbasis media sosial. Hal ini dinilai penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha saat ini.
Sebagai bentuk pembukaan resmi, kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah secara bersama-sama. Momentum tersebut menjadi simbol harapan agar seluruh rangkaian acara memperoleh ridho dari Allah SWT serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh peserta yang hadir.

Dalam sesi pemaparan materi, Arzaqi Abil mengangkat topik unik mengenai perbedaan antara komedi dan humor dalam konteks pembuatan konten pemasaran. Ia menjelaskan bahwa komedi umumnya lahir dari keresahan terhadap fenomena kehidupan sehari-hari, di mana semakin kuat unsur keresahan tersebut, maka semakin tinggi pula potensi daya tariknya di mata audiens.
Lebih lanjut, narasumber mengungkapkan bahwa terdapat dua faktor utama yang mendorong seseorang untuk tertawa, yakni adanya ekspektasi yang dipatahkan serta keberadaan unsur “korban” dalam materi yang disampaikan. Pendekatan ini, menurutnya, dapat dimanfaatkan dalam strategi konten pemasaran agar lebih menarik dan mudah diingat oleh audiens di media sosial.
Dalam pemaparannya, narasumber juga mengutip konsep dari Seth Godin yang kemudian dipopulerkan oleh Pandji Pragiwaksono, yakni prinsip “sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Prinsip tersebut menekankan pentingnya diferensiasi dalam menciptakan konten yang mampu menonjol di tengah persaingan digital yang semakin kompetitif.
Dengan gaya penyampaian yang khas dan sering muncul di media sosial, narasumber ternyata telah dikenal oleh sebagian besar peserta mahasiswa. Hal ini turut meningkatkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, yang terlihat dari keseriusan dalam menyimak materi serta partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Diskusi yang berlangsung secara terbuka tersebut mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam menciptakan suasana akademik yang interaktif dan inspiratif.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
PROMOSI DOKTOR DOSEN FEBI UIN GUS DUR ANGKAT MODEL PENGELOLAAN WAKAF BERKELANJUTAN
Kajen (14/04) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Bahtiar Effendi (NIM: 2200029018/S.3), melaksanakan ujian terbuka promosi doktor pada hari Selasa, 14 April 2026, bertempat di UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari proses akademik jenjang doktoral yang menandai kontribusi ilmiah kandidat dalam pengembangan keilmuan ekonomi Islam.
Dalam ujian terbuka tersebut, Bahtiar Effendi mengangkat disertasi berjudul “Transformasi Pengelolaan Wakaf untuk Pengembangan Masyarakat (Studi Kasus di Pondok Modern Tazakka)”. Penelitian ini berfokus pada inovasi pengelolaan wakaf sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kelembagaan yang berkelanjutan.
Sidang terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. sebagai Ketua Sidang merangkap Penguji, dengan Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag. sebagai Sekretaris Sidang merangkap Penguji. Keduanya memastikan jalannya sidang berlangsung secara objektif, sistematis, dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku.
Tim promotor dalam ujian ini terdiri atas Prof. Dr. Hj. Susminingsih, M.Ag. sebagai Promotor, serta Dr. H. Ahmad Furqon, Lc., M.A. sebagai Co-Promotor. Peran keduanya sangat penting dalam memberikan arahan ilmiah, mulai dari perumusan masalah hingga penyempurnaan substansi disertasi.
Selain itu, jajaran penguji lainnya turut memberikan evaluasi kritis, yaitu Prof. Dr. H. Sudirman, M.Ag. sebagai Penguji Eksternal, serta Prof. Dr. H. Muslich, M.Ag., Dr. H. Achmad Arif Budiman, M.Ag., dan Dr. H. Khoirul Anwar, M.Ag. sebagai penguji. Kehadiran para penguji tersebut memperkaya perspektif akademik dalam menilai kualitas penelitian yang dipresentasikan.
Ujian terbuka ini juga dihadiri oleh para dosen FEBI, rekan sejawat, serta keluarga kandidat, yang memberikan dukungan moral dan akademik. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan suasana akademik yang kondusif sekaligus apresiatif terhadap capaian ilmiah yang diraih.
Dalam presentasinya, Bahtiar Effendi menegaskan bahwa transformasi pengelolaan wakaf harus diarahkan pada penguatan fungsi produktif dan sosial ekonomi. Studi kasus di Pondok Modern Tazakka menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional dan inovatif mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Disertasi ini dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian wakaf, khususnya dalam integrasi antara aspek manajerial, kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi. Para penguji memberikan berbagai catatan konstruktif guna penyempurnaan penelitian, sekaligus mengapresiasi kedalaman analisis yang disajikan.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag., menyampaikan rasa syukur, gembira, dan bangga atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian akademik ini secara langsung akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia FEBI serta memperkuat kapasitas kelembagaan dalam pengembangan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. Tamamudin, S.E., M.M.
HALAL BI HALAL DAN PEMBENTUKAN IKATAN ALUMNI FEBI UIN GUS DUR, PERKUAT JEJARING UNTUK DUKUNG AKREDITASI UNGGUL
Kajen (13/04) Kegiatan Halal bi Halal dan Musyawarah Pembentukan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) diselenggarakan pada hari Senin, 13 April 2026, bertempat di Ruang Meeting Gedung FEBI. Acara ini dihadiri oleh para alumni lintas angkatan, pimpinan fakultas, serta perwakilan pengurus Ikatan Alumni UIN Gus Dur. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan merumuskan langkah strategis dalam pembentukan wadah alumni FEBI yang lebih terorganisir.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Gus Dur, Dr. AM. Muh. Khafidz Ma'shum, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh alumni yang hadir. Ia menegaskan bahwa kehadiran para alumni merupakan bagian penting dalam membangun jejaring yang kuat antara kampus dan masyarakat. Menurutnya, alumni tidak hanya menjadi representasi keberhasilan institusi, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan akademik dan profesional FEBI ke depan.
Lebih lanjut, Dr. AM. Muh. Khafidz Ma'shum menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pembentukan Ikatan Alumni FEBI sebagai wadah resmi yang mampu mengakomodasi aspirasi, kontribusi, serta kolaborasi para alumni. Ia berharap melalui organisasi ini akan lahir berbagai program yang dapat memperkuat solidaritas, meningkatkan peran alumni dalam dunia kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan fakultas dan universitas secara keseluruhan.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI, H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D., menegaskan bahwa organisasi ikatan alumni memiliki peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan realitas profesional dan sosial. Melalui ikatan alumni, fakultas dapat memperkuat jejaring, meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta membuka peluang kolaborasi dalam bentuk magang, riset terapan, dan penyerapan lulusan. Selain itu, kontribusi alumni dalam bentuk pengalaman, sumber daya, serta dukungan moral dan material diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, akreditasi, dan reputasi institusi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UIN Gus Dur, Dr. Nasrudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Ikatan Alumni UIN Gus Dur (ILUIN) Pusat. Ia menjelaskan bahwa pembentukan ikatan alumni di tingkat fakultas merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi alumni secara menyeluruh, sehingga sinergi antara pusat dan fakultas dapat berjalan lebih efektif. Pada kegiatan musyawarah, ditetapkan Khairul Anwar, M.E., sebagai ketua terpilih setelah melalui proses musyawarah, lobbying, dan voting. Adapun tim formatur terdiri dari Khairul Anwar, M.E., Moch. Yusuf, M.E., Nur Khaqiqi, M.E., Amril Muthoi, S.E., dan Slamet Nur Chamid, M.Pd. (perwakilan dari PP ILUIN). Ia juga menegaskan komitmen ILUIN Pusat untuk terus mendorong terbentuknya jejaring alumni yang solid dan berdaya guna, sehingga alumni tidak hanya terhubung secara emosional, tetapi juga mampu berkolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan karier, kewirausahaan, hingga kontribusi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Penulis : Nuzulul
Editor : H. M. Shulthoni, M.S.I.,Ph.D.
SINERGI UPM DAN PIMPINAN FEBI: RUMUSKAN RENSTRA UNTUK DORONG PENINGKATAN AKREDITASI
Kajen (13/04) Rapat Koordinasi Unit Penjaminan Mutu (UPM) dalam rangka pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan diselenggarakan pada hari Senin, 13 April 2026, bertempat di Ruang Meeting Dekanat. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan fakultas yang berbasis pada prinsip tata kelola mutu dan perencanaan berkelanjutan.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEBI, yang terdiri atas dekan, wakil dekan, serta unsur struktural lainnya, bersama para pengelola Unit Penjaminan Mutu (UPM). Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas unit dalam menyusun dokumen Renstra yang komprehensif dan implementatif.
Kegiatan rapat secara resmi dibuka dan dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, yang dalam sambutannya menekankan urgensi penyusunan Renstra sebagai instrumen strategis dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi. Dekan juga menyampaikan berbagai strategi pengembangan FEBI, termasuk penguatan keunggulan akademik, peningkatan kualitas riset, serta perluasan jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional.
Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa Renstra tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai peta jalan (roadmap) dalam mencapai visi fakultas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perencanaan strategis dan implementasi program kerja yang berbasis pada indikator kinerja yang terukur dan akuntabel.
Jalannya rapat dipandu oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Hj. Ida Isnawati, S.E., M.S.I., yang berperan sebagai moderator sekaligus fasilitator diskusi. Dalam kapasitasnya, beliau memastikan bahwa setiap agenda pembahasan berjalan secara sistematis, partisipatif, dan berorientasi pada pencapaian hasil yang optimal.
Agenda utama dalam rapat ini meliputi pembahasan draft Renstra FEBI yang mencakup berbagai aspek strategis, seperti penguatan tata kelola akademik, peningkatan mutu layanan pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia. Diskusi yang berlangsung secara konstruktif menghasilkan berbagai masukan penting guna menyempurnakan dokumen perencanaan tersebut.
Selain itu, peran UPM sebagai pengawal mutu internal juga menjadi sorotan dalam rapat ini. UPM diharapkan mampu memastikan bahwa setiap program yang dirancang dalam Renstra dapat diimplementasikan secara konsisten melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya rapat koordinasi ini, diharapkan dokumen Renstra FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dapat disusun secara lebih matang dan strategis, sehingga mampu menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah perkembangan global pendidikan tinggi.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
MENUJU JURNAL BEREPUTASI, FEBI UIN GUS DUR GELAR WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS EDITOR DAN KUALITAS ARTIKEL
Kajen (08/04) - Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Editor dan Kualitas Artikel diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada hari Rabu, 08 April 2026, bertempat di meeting room lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Hariyanto, M.Hum., M.Pd., serta dipandu oleh seorang moderator Ade Gunawan, M.M. Peserta workshop terdiri atas para dosen yang juga berperan sebagai pengelola jurnal ilmiah di lingkungan FEBI
Dalam sambutannya, Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada narasumber dengan ungkapan ahlan wa sahlan. Beliau menegaskan bahwa kehadiran narasumber merupakan momentum penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan FEBI.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menyoroti bahwa para pengelola jurnal merupakan bagian integral dari ekosistem akademik yang tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjembatani hubungan antara dunia akademik dan dunia usaha. Melalui publikasi artikel ilmiah yang mengangkat teori-teori baru, hasil riset, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), jurnal menjadi media strategis dalam diseminasi pengetahuan dan inovasi.
Beliau juga menambahkan bahwa publikasi artikel ilmiah memberikan nilai tambah bagi para pengelola jurnal, baik dalam bentuk insentif akademik maupun penguatan reputasi institusi. Dengan demikian, pengelolaan jurnal yang profesional dan berkualitas menjadi suatu keniscayaan dalam menghadapi tuntutan globalisasi pendidikan tinggi.
Mengakhiri sambutannya, Dekan FEBI secara resmi membuka kegiatan workshop dengan mengucapkan basmalah, seraya berharap kegiatan ini mendapatkan ridha Allah SWT dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalisme pengelolaan jurnal.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Hariyanto memaparkan secara komprehensif mengenai manajemen editorial yang mencakup pengelolaan naskah, proses seleksi dan review, pengambilan keputusan editorial, serta pentingnya publikasi yang tepat waktu. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya tata kelola profesional yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, konsistensi, dan dokumentasi sebagai fondasi dalam menjaga kredibilitas jurnal ilmiah.
Selanjutnya, beliau menjelaskan peran strategis editor sebagai gatekeeper kualitas, pengambil keputusan, penjaga etika, serta pengembang reputasi jurnal. Dalam konteks ini, etika publikasi menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan, dengan menekankan nilai kejujuran, transparansi, objektivitas, dan integritas dalam setiap proses publikasi ilmiah.
Prof. Hariyanto juga menguraikan berbagai bentuk pelanggaran akademik yang harus dihindari, seperti plagiarisme, fabrication, falsification, serta authorship manipulation. Sebagai upaya peningkatan kualitas, beliau menawarkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat kolaborasi, melakukan revisi naskah secara berulang, mengikuti guideline jurnal secara konsisten, serta memanfaatkan berbagai tools pendukung dalam proses penulisan dan penyuntingan artikel ilmiah.
Pada sesi kedua, pembahasan difokuskan pada peran dan tanggung jawab corresponding author, strategi memilih jurnal yang tepat (plotting artikel), serta cara efektif dalam menghadapi komentar reviewer. Peserta workshop terlihat antusias dan serius dalam menyimak materi yang disampaikan. Hal ini tercermin dari aktifnya sesi diskusi, di mana beberapa peserta mengajukan pertanyaan kritis setelah sesi tanya jawab dibuka, sehingga menciptakan suasana akademik yang interaktif dan konstruktif.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
“IMPLEMENTASI TRI DHARMA DALAM KULTUM DOSEN FEBI UIN GUS DUR: SPIRIT RAMADHAN DAN STRATEGI PIT STOP KEHIDUPAN”
Kajen (04/03) – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Agung UIN Gus Dur dalam pelaksanaan Sholat Dhuhur berjamaah pada hari Rabu, 4 Maret 2026 yang diikuti oleh warga kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Bertindak sebagai imam sekaligus penceramah kultum adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, MS., M.Ag. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang memperkuat integrasi antara kehidupan akademik dan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Pelaksanaan kultum tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam, pengabdian tidak hanya dipahami sebagai aktivitas eksternal, tetapi juga pembinaan spiritual dan moral di lingkungan internal kampus. Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berperan sebagai pembina nilai dan teladan etika bagi mahasiswa serta tenaga kependidikan.
Dalam kultumnya yang berjudul “Puasa dan Valentino Rossi: Refleksi Strategi dan Produktivitas”, Dr. Khafidz mengangkat fenomena persepsi sebagian kalangan yang berpandangan bahwa produktivitas kerja cenderung menurun pada bulan Ramadhan. Menurut beliau, pandangan tersebut perlu dikaji secara lebih komprehensif, karena puasa sejatinya merupakan instrumen pembinaan disiplin, pengendalian diri, serta penguatan manajemen waktu dan energi.
Sebagai ilustrasi, beliau mengisahkan sebuah kompetisi balap motor dunia antara Valentino Rossi dan Marc Márquez. Dalam situasi balapan tersebut, Rossi tengah berupaya mengejar perolehan poin dalam persaingan klasemen. Ketika hujan turun, para pembalap dihadapkan pada keputusan strategis untuk masuk pit stop guna melakukan penyesuaian teknis terhadap kendaraan.
Rossi memilih untuk tidak segera masuk pit stop dan sempat memimpin jalannya balapan. Namun, karena kondisi lintasan yang basah dan setelan kendaraan yang belum disesuaikan, laju motornya menjadi kurang stabil dan relatif lebih lambat, terutama pada area bawah lintasan. Sementara itu, Márquez yang lebih dahulu masuk pit stop mampu melakukan pengaturan ulang kendaraan sehingga performanya menjadi lebih optimal saat kembali ke lintasan.
Melalui analogi tersebut, Dr. Khafidz menegaskan bahwa ibadah puasa memiliki dimensi strategis yang serupa dengan proses pit stop dalam balapan. Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk melakukan “penyetelan ulang” spiritual dan moral. Jika proses ini dijalankan dengan kesadaran dan strategi yang tepat, maka hasilnya bukan penurunan, melainkan peningkatan kualitas diri dan produktivitas.
Beliau menekankan bahwa puasa harus menghadirkan perbedaan yang lebih baik dalam kehidupan seorang Muslim, baik dalam aspek ibadah, etos kerja, maupun interaksi sosial. Produktivitas dalam perspektif Islam tidak hanya diukur dari kuantitas capaian, tetapi juga dari kualitas niat, integritas, dan kebermanfaatan. Dengan demikian, Ramadhan justru menjadi ruang transformasi menuju performa kehidupan yang lebih unggul.
Para jamaah Sholat Dhuhur yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyimak materi kultum dengan serius dan seksama. Suasana masjid tampak hening dan reflektif, mencerminkan antusiasme civitas akademika dalam menyerap pesan-pesan moral yang disampaikan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengintegrasikan nilai spiritualitas, akademik, dan pengabdian sebagai satu kesatuan utuh dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag.
MAHASISWA INTERNASIONAL FEBI UIN GUS DUR UKIR PRESTASI DI AJANG MTQ INTERNASIONAL IRF 2026
Kajen (27/02) - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Aliyu Ibrahim Ahmad mahasiswa asal Nigeria, berhasil meraih Juara Kedua dalam ajang International Ramadhan Fest (IRF) 2026 pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an Competition. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Prof. Sardjito, Kampus Utama Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada hari Jumat, 27 Februari 2026.
Ajang International Ramadhan Fest merupakan kegiatan akademik dan religius yang menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi salah satu cabang unggulan yang bertujuan mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, indah, serta sesuai kaidah tajwid. Partisipasi Aliyu dalam kegiatan ini menunjukkan integrasi antara kompetensi akademik dan spiritual mahasiswa FEBI.
Dalam kompetisi tersebut, Aliyu Ibrahim Ahmad menampilkan kemampuan tilawah yang unggul, baik dari segi makharijul huruf, ketepatan tajwid, maupun penghayatan makna ayat. Dewan juri menilai bahwa kualitas suara, penguasaan teknik, dan konsistensi dalam membaca Al-Qur’an menjadi faktor utama yang mengantarkannya meraih posisi Juara Kedua. Capaian ini mencerminkan dedikasi serta proses pembinaan karakter religius yang kuat di lingkungan FEBI.
Dekan FEBI, Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.Ag., menyampaikan rasa syukur, gembira, dan bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa FEBI mampu mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan keislaman.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menegaskan bahwa prestasi mahasiswa asing ini menunjukkan kompetensi dan daya saing mahasiswa FEBI dalam berbagai bidang. Kehadiran mahasiswa internasional memberikan kontribusi signifikan terhadap dinamika akademik, pertukaran budaya, serta penguatan perspektif global di lingkungan fakultas. Hal tersebut sejalan dengan visi internasionalisasi perguruan tinggi yang terus dikembangkan. Prestasi Aliyu juga menjadi bukti bahwa FEBI mampu memberikan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas bagi mahasiswa dari berbagai negara. Lingkungan akademik yang kondusif serta dukungan dosen dan civitas akademika berperan penting dalam mendorong mahasiswa mencapai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Selain itu, capaian ini diharapkan mampu memperkuat reputasi FEBI di tingkat nasional dan internasional. Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang keagamaan global tidak hanya meningkatkan citra institusi, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional.
Prestasi tersebut memiliki implikasi strategis terhadap peningkatan kualitas institusi, khususnya dalam mendukung proses akreditasi program studi dan fakultas. Pengakuan atas kompetensi mahasiswa secara otomatis berkontribusi pada indikator mutu lulusan, rekognisi internasional, serta penguatan reputasi FEBI sebagai fakultas yang unggul, religius, dan berdaya saing global. Dengan capaian ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan optimis dapat terus mencetak lulusan yang kompeten dan berintegritas.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag.
MAHASISWA FEBI UIN UIN GUS DUR ASAL NIGERIA SABET PENGHARGAAN BEST PRESENTER PADA KONFERENSI INTERNASIONAL DI PURWOKERTO
Kajen (14/02) - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Aliyu Ibrahim Ahmad mahasiswa asal Nigeria, berhasil meraih penghargaan sebagai presenter terbaik dalam kegiatan 2nd International Conference of Sustainable Innovation (ICSI 2026) yang diselenggarakan di Purwokerto pada hari Sabtu, 14 Februari 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata kompetensi akademik mahasiswa FEBI dalam forum ilmiah global.
Kegiatan konferensi internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan inovasi berkelanjutan dalam berbagai bidang ilmu, termasuk ekonomi, teknologi, dan sains data. Partisipasi Aliyu Ibrahim Ahmad dalam forum ini menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI mampu bersaing secara kompetitif dalam diskursus ilmiah internasional, khususnya dalam bidang pengembangan data dan inovasi berkelanjutan.
Dalam presentasinya, Aliyu menyampaikan hasil penelitian yang relevan dengan isu global, terutama terkait pemanfaatan sains data dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Keunggulan metodologi, ketajaman analisis, serta kemampuan komunikasi ilmiah yang baik menjadi faktor utama yang mengantarkannya meraih penghargaan sebagai presenter terbaik. Hal ini sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan akademik di FEBI yang terus berkembang.

Dekan FEBI, Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz,M.Ag., menyampaikan rasa syukur, gembira, dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa internasional ini merupakan indikator bahwa FEBI telah mampu membangun ekosistem akademik yang inklusif, kompetitif, dan berorientasi global. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Aliyu merupakan motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan daya saing.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menekankan bahwa prestasi ini mencerminkan kompetensi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FEBI. Kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga meningkatkan dinamika pembelajaran, kolaborasi riset, serta jejaring global institusi. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.
Keberhasilan Aliyu juga menjadi bukti bahwa FEBI mampu memberikan layanan akademik yang berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan negara. Lingkungan akademik yang kondusif serta dukungan dosen pembimbing turut berkontribusi dalam mendorong mahasiswa mencapai prestasi di tingkat internasional.
Selain itu, capaian ini diharapkan mampu memperkuat reputasi FEBI di kancah global, terutama dalam bidang sains data dan ekonomi digital. Prestasi mahasiswa dalam forum internasional menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi, baik dalam aspek akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Prestasi tersebut juga memiliki implikasi strategis terhadap peningkatan kualitas institusi, khususnya dalam mendukung proses akreditasi program studi maupun fakultas. Pengakuan internasional atas kompetensi mahiswa secara otomatis akan memberikan kontribusi positif terhadap indikator mutu lulusan, rekognisi global, serta penguatan jejaring akademik internasional.
Dengan capaian ini, FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan optimis mampu terus melahirkan lulusan yang unggul, kompeten, dan berdaya saing global. Ke depan, fakultas berkomitmen untuk memperluas peluang mahasiswa dalam mengikuti konferensi internasional, memperkuat kolaborasi riset lintas negara, serta mendorong inovasi berkelanjutan guna mendukung pembangunan nasional dan global.
Penulis : Nuzulul
Editor : Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag.
