Wednesday, 04 March 2026 13:00

“IMPLEMENTASI TRI DHARMA DALAM KULTUM DOSEN FEBI UIN GUS DUR: SPIRIT RAMADHAN DAN STRATEGI PIT STOP KEHIDUPAN”

Kajen (04/03) – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Agung UIN Gus Dur dalam pelaksanaan Sholat Dhuhur berjamaah pada hari Rabu, 4 Maret 2026 yang diikuti oleh warga kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Bertindak sebagai imam sekaligus penceramah kultum adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, MS., M.Ag. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang memperkuat integrasi antara kehidupan akademik dan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.

Pelaksanaan kultum tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam, pengabdian tidak hanya dipahami sebagai aktivitas eksternal, tetapi juga pembinaan spiritual dan moral di lingkungan internal kampus. Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berperan sebagai pembina nilai dan teladan etika bagi mahasiswa serta tenaga kependidikan.

Dalam kultumnya yang berjudul “Puasa dan Valentino Rossi: Refleksi Strategi dan Produktivitas”, Dr. Khafidz mengangkat fenomena persepsi sebagian kalangan yang berpandangan bahwa produktivitas kerja cenderung menurun pada bulan Ramadhan. Menurut beliau, pandangan tersebut perlu dikaji secara lebih komprehensif, karena puasa sejatinya merupakan instrumen pembinaan disiplin, pengendalian diri, serta penguatan manajemen waktu dan energi.

Sebagai ilustrasi, beliau mengisahkan sebuah kompetisi balap motor dunia antara Valentino Rossi dan Marc Márquez. Dalam situasi balapan tersebut, Rossi tengah berupaya mengejar perolehan poin dalam persaingan klasemen. Ketika hujan turun, para pembalap dihadapkan pada keputusan strategis untuk masuk pit stop guna melakukan penyesuaian teknis terhadap kendaraan.

Rossi memilih untuk tidak segera masuk pit stop dan sempat memimpin jalannya balapan. Namun, karena kondisi lintasan yang basah dan setelan kendaraan yang belum disesuaikan, laju motornya menjadi kurang stabil dan relatif lebih lambat, terutama pada area bawah lintasan. Sementara itu, Márquez yang lebih dahulu masuk pit stop mampu melakukan pengaturan ulang kendaraan sehingga performanya menjadi lebih optimal saat kembali ke lintasan.

Melalui analogi tersebut, Dr. Khafidz menegaskan bahwa ibadah puasa memiliki dimensi strategis yang serupa dengan proses pit stop dalam balapan. Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk melakukan “penyetelan ulang” spiritual dan moral. Jika proses ini dijalankan dengan kesadaran dan strategi yang tepat, maka hasilnya bukan penurunan, melainkan peningkatan kualitas diri dan produktivitas.

Beliau menekankan bahwa puasa harus menghadirkan perbedaan yang lebih baik dalam kehidupan seorang Muslim, baik dalam aspek ibadah, etos kerja, maupun interaksi sosial. Produktivitas dalam perspektif Islam tidak hanya diukur dari kuantitas capaian, tetapi juga dari kualitas niat, integritas, dan kebermanfaatan. Dengan demikian, Ramadhan justru menjadi ruang transformasi menuju performa kehidupan yang lebih unggul.

Para jamaah Sholat Dhuhur yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyimak materi kultum dengan serius dan seksama. Suasana masjid tampak hening dan reflektif, mencerminkan antusiasme civitas akademika dalam menyerap pesan-pesan moral yang disampaikan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengintegrasikan nilai spiritualitas, akademik, dan pengabdian sebagai satu kesatuan utuh dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penulis             : Nuzulul

Editor              : Dr. H. AM. M. Muh. Khafidz, M.S., M.Ag.