Thursday, 26 September 2024 07:45

LIMA DOSEN DAN SATU TENDIK FEBI UIN GUS DUR PEKALONGAN MENJADI PRESENTER PADA THE 2ND INTERNATIONAL CONFERENCE OF INTERNATIONAL ISLAMIC COLLEGE BANGKOK, KRIRK UNIVERSITY

Bangkok, Thailand (13/09) Lima Dosen dan satu tendik FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) presentasikan makalahnya pada acara the 2nd International Conference of International Islamic College yang berlangsung di Krirk University Bangkok, Thailand. Konferensi yang digelar pada hari Rabu,  11 Septenber 2024 ini mengusung tema “The Coexistence of Muslim Minorities in Non-Muslim States in Asia: Unity, Peace, Respect, and Tolerance”.

Lima Dosen dan satu tendik FEBI UIN Gus Dur yang hadir langsung dalam konferensi internasional yakni; Dekan FEBI UIN Gus Dur, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Tamamudin, S.E.M.M., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. AM. M. Khafidz MS, M.Ag, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Achmad Tubagus Surur, M.Ag., Kepala Program Studi Sains Data Umi Mahmudah, Ph.D, dan Kepala Bagian Tata Usaha Arif Rachman, S.Ag.

Dekan FEBI Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., dalam papernya yang berjudul Law and Social Cohesion: How  Indonesia Manages Peace in a Plural Society. Beliau menyampaikan bahwa di Indonesia dengan keragaman budaya, etnis, agama, dan bahasa yang sangat luas, menghadapi tantangan dalam menjaga kohesi sosial. Kohesi sosial merupakan elemen penting untuk memastikan masyarakat yang harmonis dan damai. Di Indonesia, upaya untuk mencapai kohesi sosial tidak hanya didasarkan pada interaksi sosial dan budaya, tetapi juga sangat bergantung pada kohesi hukum. Regulasi hukum yang inklusif dan berkeadilan memainkan peran vital dalam menciptakan ruang aman bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang mereka. Melalui penerapan hukum yang adil, negara dapat mencegah potensi konflik yang diakibatkan oleh perbedaan identitas.

Kemudian Dr. Tamamudin menekankan pentingnya  kearifan lokal masyarakat pesisir di Jawa yang memadukan nilai-nilai tradisi dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Nyadran Laut seringkali dipadukan dengan doa-doa Islami atau simbol-simbol keagamaan lainnya, sehingga menjadi bukti bagaimana masyarakat Indonesia mampu merangkul tradisi dan agama dalam keharmonisan

Pada kesempatan ini, Dr. Tamamudin mempresentasikan papernya dengan judul Tradition and Tolerance: The Role of Nyadran Laut in Religious Moderation. Adapun tim yang terlibat dalam paper tersebut adalah Dr. Achmad Tubagus Surur, M.Ag dan Arif Rachman, S.Ag.

Makalah yang dipresentasikan Dr. Tamamudin, S.E., MM  menyoroti mengenai peran nyadran laut dalam moderasi beragama terlihat dari bagaimana tradisi ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap keragaman kepercayaan. Dalam pelaksanaan ritual, sering kali hadir berbagai komunitas dengan latar belakang agama yang berbeda, baik Islam, Kristen, maupun kepercayaan lokal. Mereka berpartisipasi bersama tanpa melihat perbedaan keyakinan, melainkan berfokus pada nilai gotong royong dan kebersamaan. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan toleransi dan sikap saling menghormati antarumat beragama.

Selanjutnya Umi Mahmudah mepresentasikan makalah dengan judul The Intersection of Law and Scientific Innovation in Enhancing Social Harmony: A Case Study of Muslim Minorities in Indonesia. Makalah ini memaparkan terkait menyelidiki tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan inovasi ilmiah dan kebijakan hukum untuk meningkatkan keharmonisan sosial di Indonesia. Dari penelitian tersebut mengungkap beberapa tantangan signifikan dalam menggabungkan hukum dan sains, seperti kebijakan hukum, perbedaan budaya, penolakan terhadap perubahan, dan masalah implementasi praktis.

Dan yang terakhir makalah Khafidz berjudul The Role of the Kliwon Friday Ritual Tradition in Fostering Peaceful Social Cohesion among the Plurality of Indonesian Society.

 

Penulis  : Nuzulul

Editor   : Aprin Yudiarto, S.Pd.I