Kajen (5/12) Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan III tahun 2024 pada hari Kamis, 5 Desember 2024 di Ruang Meetingroom lantai 3 FEBI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN KH. Abdurrahman Wahid Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Drs. Moh. Muslih, Ph. D., Kepala Kanwil DJPb Jateng Bayu Andy Prasetya, S.E, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Dr. Iman Widhiyanto, Kepala KPPN Pekalongan Darmawan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., perwakilan dari Kanwil DJPb Jateng, Para Pimpinan FEBI Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. H. Tamamudin, M.M., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. H. AM. M. Khafidz MS, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Kemahasiwaan dan Kerjasama Dr. H. Achmad Tubagus Surur, M.Ag., Kepala Bagian Tata Usaha Arif Rachman, S.Ag. dan puluhan mahasiswa FEBI UIN Gus Dur.
Rektor Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag menyambut dengan hangat kedatangan Kepala Kanwil DJPb Jateng dan tim di UIN Gus Dur Pekalongan. “Terima kasih kepada Bapak Bayu, Pak Iman, dan tim dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil Jateng yang telah memilih UIN Gus Dur sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Tentunya ini penting sekali, dan kesempatan yang sangat baik untuk kita semua. Dan terkait fiskal ini, tantangan kami adalah BLU yang baru sekitar 2 tahunan. ” tutur Zaenal.
Kepala Kanwil DJPb Jateng, Bayu Andy Prasetya, S.E, M.Si menyampaikan bahwa “Pada kesempatan kali ini kami bisa bersilaturrahmi disini dengan civitas akademika UIN Gus Dur dan ini suatu momen luar biasa bagi kami. Kami disini mau berbagi informasi terkait fiskal regional di Provinsi Jawa Tengah. Dan tugas kami ini adalah menyalurkan dana APBN, yang mana untuk Jawa Tengah ini sekitar 118 T, setelah disalurkan dianalisis dampaknya, keuntungannya bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah. Hasil inilah yang akan kami sampaikan.” tutur Bayu.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Dr. Iman Widhiyanto menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi tertinggi mengenai inflasi dengan komoditas berupa gas melon, kopi, dan beras. Adapun daerah inflasi yang tertinggi adalah Tegal dan yang terendah adalah Purwokerto. Selain itu, APBD kita pendapatan sekitar 81,66 T dan belanja 70,55 T. Pada data tersebut harusnya selisihnya bisa lebih sedikit lagi agar ekonomi daerah bisa berkembang dengan baik.” Jelasnya.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Narasumber dan peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari dampak kebijakan fiskal terhadap pembangunan daerah hingga peran pemerintah dalam mengatasi tantangan ekonomi global. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan penjelasan yang komprehensif, memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada peserta. Para peserta yang berhasil menjawab dengan benar diberikan sebuah souvenir.
Dengan suasana acara yang santai, para peserta merasa nyaman untuk menyerap materi yang disampaikan. Tidak hanya itu, narasumber juga mampu menghadirkan pembahasan yang menarik dan mudah dipahami, membuat diskusi berjalan dengan dinamis. Beberapa isu utama yang diangkat mencakup tantangan pengelolaan anggaran daerah dan strategi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap mahasiswa dan peserta lainnya dapat memperluas wawasan mereka terkait isu-isu fiskal dan ekonomi di Jawa Tengah. Acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara akademisi dan praktisi dalam rangka mendukung terciptanya kebijakan ekonomi yang lebih baik di masa depan.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudiarto, S.Pd.I
