Pekalongan (05/02), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar acara pengarahan organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai evaluasi dan alur laporan pertanggungjawaban (SPJ), serta prinsip-prinsip penganggaran yang tepat. Acara ini menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu M. Nasrullah, M.S.I. dari Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Noviana Maulida, M.M. dari Analis Pengelola Keuangan (APK). Acara ini dilaksanakan di Auditorium pada hari Rabu, 5 Februari 2025.
Dalam sesi pertama, M. Nasrullah, M.S.I., menjelaskan mengenai pentingnya evaluasi SPJ sebagai alat ukur kinerja organisasi mahasiswa. Ia menekankan bahwa evaluasi tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. “Alur SPJ harus dipahami dengan baik oleh setiap organisasi. Dengan pemahaman yang kuat, kita dapat memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara baik dan sesuai dengan kebijakan rektor,” ungkap Nasrul.
Beliau juga memaparkan kebijakan rektor yang menekankan pada prinsip akuntabilitas dalam setiap kegiatan mahasiswa. Ia mendorong para pengurus organisasi untuk senantiasa melaporkan kegiatan dan penggunaan anggaran secara berkala, agar dapat dilakukan evaluasi yang komprehensif. “Setiap organisasi harus dapat menunjukkan bukti nyata dari setiap pengeluaran yang dilakukan, agar pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak fakultas,” tambahnya.
Di sesi kedua, Noviana Maulida, M.M., memberikan penjelasan mendalam mengenai prinsip penganggaran yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan organisasi mahasiswa. Ia menggarisbawahi tiga prinsip utama: efektif, efisien, dan ekonomis. “Penganggaran yang efektif berarti bahwa setiap dana yang dikeluarkan harus mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien menekankan pada penggunaan sumber daya yang optimal. Dan yang tidak kalah penting, penganggaran harus dilakukan secara ekonomis, yaitu meminimalkan pemborosan,” jelas Vivi.
Vivi juga memberikan contoh konkret tentang bagaimana organisasi mahasiswa dapat merumuskan anggaran yang memenuhi ketiga prinsip tersebut. Ia mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis kebutuhan sebelum menyusun anggaran, sehingga alokasi dana dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. “Setiap kegiatan harus direncanakan dengan matang, agar anggaran yang diajukan benar-benar mencerminkan kebutuhan yang ada,” imbuhnya.
Acara pengarahan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan terkait implementasi prinsip penganggaran dalam kegiatan mereka. Diharapkan, melalui pengarahan ini, organisasi mahasiswa di FEBI UIN Gus Dur dapat mengelola anggaran dengan lebih baik dan transparan, serta berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas kegiatan yang diadakan. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai evaluasi SPJ dan prinsip penganggaran, organisasi mahasiswa diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Reporter : Nuzulul
Editor : Aprin Yudhiarto, S.Pd.I
