Kajen (21/08) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengukuran Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD). Dalam pengumuman resmi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025 di meetingroom lantai 3, FEBI menetapkan tiga dosen terbaik berdasarkan capaian IKAD, yakni peringkat pertama diraih oleh Agus Arwani, M.Ag., peringkat kedua oleh Imam Prayogo Pujiono, M.Kom., dan peringkat ketiga oleh Dr. Mansur Chadi Mursid, M.M..
Pengukuran IKAD ini menjadi instrumen strategis bagi fakultas dalam memastikan keberlangsungan mutu tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan kinerja dosen dalam publikasi ilmiah, kontribusi akademik, capaian pembelajaran, serta aktivitas penunjang lainnya.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh Khafidz MS, M.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen yang berhasil meraih capaian IKAD terbaik. “Pencapaian ini bukan hanya bentuk penghargaan individual, tetapi juga menjadi cerminan kualitas SDM fakultas yang akan memperkuat posisi akreditasi,” tegasnya saat menyerahkan sertifikat penghargaan secara langsung.
Lebih lanjut, Dr. Khafidz menekankan bahwa keberhasilan dosen dalam capaian IKAD akan berkontribusi signifikan terhadap Kriteria dalam Akreditasi, yaitu aspek Sumber Daya Manusia. Menurutnya, kualitas dosen dengan kinerja akademik yang unggul akan mendukung reputasi kelembagaan dan menjamin proses pendidikan yang bermutu.
Peringkat IKAD ini juga dimaksudkan sebagai motivasi bagi seluruh dosen di lingkungan FEBI untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan penelitian, serta memberikan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, fakultas tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi nyata dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis Islam.
Selain sebagai bentuk penghargaan, penetapan IKAD juga diharapkan dapat memperkuat budaya akademik yang sehat dan kompetitif di kalangan dosen. Adanya pengukuran yang objektif memberikan ruang evaluasi yang adil sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.
Tiga dosen peraih peringkat terbaik ini dinilai telah konsisten menunjukkan komitmen akademik yang tinggi melalui karya-karya ilmiah, dedikasi dalam proses pembelajaran, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Hal ini selaras dengan visi FEBI untuk mencetak dosen dan mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.
Dengan capaian ini, FEBI UIN Gus Dur optimis mampu memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang berkualitas. Peningkatan peringkat IKAD diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam membangun tradisi akademik unggul sekaligus mendukung pencapaian akreditasi unggul di masa mendatang.
Penulis : Nuzulul
Editor : Arif Rachman, M.Pd.
