Kajen (15/11) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan kembali menunjukkan kontribusi strategisnya dalam peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi. Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh LPPM UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, tiga narasumber dari UIN Gus Dur turut memberikan materi kunci. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 13–15 November 2025, berlokasi di Hotel Gulala Guci, Tegal, Jawa Tengah, dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Salah satu narasumber utama adalah Ade Gunawan, M.M., Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Gus Dur. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi mengenai paradigma, teknik menemukenali dan memobilisasi aset, serta strategi pelaksanaan survei lapangan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Materi tersebut menekankan bahwa pendekatan berbasis aset (Asset-Based Community Development) menjadi salah satu pilar penting dalam kegiatan pengabdian kontemporer yang relevan dengan tuntutan mutu akreditasi.
Ade Gunawan menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berkewajiban mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh masyarakat untuk mendorong pemberdayaan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan standar akreditasi yang menuntut kegiatan pengabdian memiliki dampak terukur dan mampu menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra. Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan survei lapangan yang terstruktur dalam menghasilkan data yang valid sebagai dasar perumusan program pengabdian.
Selain Ade Gunawan, hadir pula Dr. Nur Kafid, M.Sc, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Ia menyampaikan materi mengenai teknik menyusun artikel pengabdian serta monitoring dan evaluasi implementasi kegiatan pengabdian. Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kafid menekankan bahwa publikasi ilmiah hasil pengabdian menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi program studi dan institusi, sehingga dosen perlu memiliki kemampuan menulis artikel metodologis yang memenuhi standar akademik.

Dr. Nur Kafid juga menyoroti pentingnya sistem monitoring dan evaluasi yang sistematis dalam memastikan efektivitas program pengabdian. Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak hanya dinilai dari output, tetapi dari proses implementasi, keberlanjutan, serta dampaknya terhadap masyarakat. Ia mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan instrumen evaluasi berbasis data yang dapat mendukung pelaporan akreditasi secara lebih akuntabel.
Narasumber ketiga dari UIN Gus Dur adalah Syamsul Bakhri, M.Sos, yang memberikan materi mengenai kontrak forum, diskusi hasil survei, dan refleksi program pengabdian. Ia menjelaskan bahwa kontrak forum menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara tim pengabdian dan masyarakat mitra sebelum program dilaksanakan. Hal ini memastikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari perspektif akademik, tetapi juga dari penerimaan dan kebutuhan masyarakat.
Syamsul Bakhri juga memfasilitasi sesi refleksi berbasis hasil survei lapangan, di mana peserta diajak untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta peluang pengembangan program pengabdian. Sesi tersebut dinilai memberikan wawasan strategis bagi peserta dalam menyempurnakan desain kegiatan yang akan diimplementasikan. Pendekatan reflektif ini menjadi salah satu praktik baik yang mendukung peningkatan mutu pengabdian sesuai tuntutan akreditasi.
Seluruh rangkaian kegiatan FGD berlangsung secara interaktif dan memperoleh apresiasi tinggi dari peserta. Kolaborasi materi dari ketiga narasumber memberikan gambaran utuh mengenai pentingnya metodologi pengabdian yang komprehensif, mulai dari pemetaan aset hingga pelaporan dan publikasi. Para peserta menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam meningkatkan kapasitas mereka untuk menyusun program pengabdian yang berkualitas dan sesuai dengan standar akreditasi nasional.
Dengan keterlibatan aktif para dosen UIN Gus Dur dalam kegiatan FGD tingkat nasional ini, FEBI UIN Gus Dur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi. Partisipasi mereka tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menjadi bukti kontribusi nyata dalam upaya pencapaian Akreditasi Unggul di lingkungan UIN Gus Dur maupun institusi mitra. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi UIN Gus Dur sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan.
Penulis : Nuzulul
Editor : Ade Gunawan, M.M.
