Kajen (24/10) - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan sekaligus Kaprodi Bisnis Digital, Versiandika Yudha Pratama, M.M., menjadi narasumber dalam kuliah tamu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan bertajuk “Smart Financial Planning for Muslim Entrepreneurs in the Digital Era” ini dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Lantai 4 FEBI IAIN Ponorogo sebagai upaya peningkatan mutu akademik serta penguatan indikator akreditasi melalui kegiatan kolaboratif antarperguruan tinggi Islam.
Acara diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Kuliah tamu ini dipandu oleh moderator Khoirun Ni’am, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) MBS, yang dengan piawai memandu diskusi akademik secara interaktif dan produktif.
Dalam pemaparannya, Versiandika Yudha Pratama, M.M., menegaskan bahwa perencanaan keuangan cerdas (smart financial planning) merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu, khususnya bagi wirausahawan muslim yang berkiprah di era digital. Ia menjelaskan, “Keuangan yang sehat tidak hanya dilihat dari seberapa besar penghasilan yang diperoleh, tetapi bagaimana seseorang mampu mengelola pendapatannya secara bijak, terarah, dan berorientasi pada keberlanjutan.”
Lebih lanjut, Versiandika memaparkan materi bertajuk “Smart Financial Planning for Better Future” yang menekankan pentingnya membangun mindset keuangan sehat sebagai fondasi menuju masa depan yang stabil. Menurutnya, langkah pertama dalam perencanaan keuangan bukanlah investasi, tetapi kesadaran dan perubahan pola pikir terhadap nilai uang, pengelolaan pengeluaran, serta disiplin dalam menabung.

Ia kemudian memperkenalkan konsep empat pilar dasar keuangan sehat, yaitu: (1) menghasilkan pendapatan (2) cash flow management, (3) menyisihkan tabungan – dana darurat dan (4) melakukan investasi produktif. Keempat pilar tersebut, lanjutnya, merupakan kerangka strategis yang harus dipahami dan diterapkan oleh wirausahawan agar mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi digital yang kompetitif.
Selain itu, Versiandika juga menyoroti pentingnya beralih dari sekadar memiliki mindset sehat menuju tahap productive investment. Dalam konteks ini, ia mengajak mahasiswa untuk mulai memahami instrumen keuangan syariah, seperti Saham, Obligasi, dan Reksa Dana. “Investasi produktif bukan berarti spekulasi, melainkan bagaimana uang yang dimiliki bekerja untuk menciptakan nilai dan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Beberapa mahasiswa menanyakan tentang strategi mengelola keuangan di tengah pendapatan yang fluktuatif, tips menghindari gaya hidup konsumtif, hingga rekomendasi instrumen investasi halal bagi pemula. Versiandika merespons dengan pendekatan kontekstual, menekankan pentingnya literasi keuangan dan konsistensi perilaku ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Dalam refleksi penutupnya, Versiandika Yudha Pratama, M.M., mengapresiasi semangat akademik mahasiswa MBS yang aktif dan terbuka terhadap gagasan baru. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memperluas wawasan keuangan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia bisnis yang menuntut kecerdasan finansial, integritas moral, serta pemanfaatan teknologi digital secara etis.
Kegiatan kuliah tamu ini tidak hanya memberikan wawasan konseptual, tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik antarperguruan tinggi Islam, khususnya antara FEBI UIN Gus Dur dan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Sinergi ini menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam peningkatan mutu akademik dan penguatan akreditasi, dengan menegaskan komitmen FEBI UIN Gus Dur dalam mendukung kegiatan ilmiah lintas institusi sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.
Penulis : Nuzulul
Editor : Versiandika Yudha Pratama, M.M.
